Outsourcing di Indonesia – Pasar Kerja Fleksibel

Hari ini melanjutkan membaca buku dari forum MAP UGM, yang berjudul Indonesia Bergerak. Pada bab tentang outsourcing, dijelaskan bahwa awal mula dari outsourcing di Indonesia adaxlah lewat paket bantuan ekonomi IMF dan World Bank terhadap bangsa Indonesia. Dalam nota kesepakatanke 21 antara Indonesia dan IMF butir 37 dan 42 (habibi, 2009: 59) tercantum syarat Labour Market Flexibility. Dengan alasan untuk mengobati krisis ekonomi Indonesia.

Dijelaskan lebih lanjut disitu, kalau Indonesia memberikan istrumen legal terhadap pasar kerja fleksibel, misalnya UU 13/2003 pasal 59 mengenai PKTW dan pasal 64-65 mengenai pekerjaan pemborongan dan penyediaan jasa pekerja, kepmen 100/2004 dan 101/2004 mengenai tentang pelaksanaan PKTW dan tata cara penyediaan jasa buruh (tjandraningsih dkk, 2010: 16). Dalam UU 13/2003, outsourcing dijabarkan lebih spesifik, yakni sebagai Business Process Outsourcing dan Labour Supply Outsourcing. Yang pertama megatur pemborongan pekerja oleh pihak lain untuk jenis-jenis pekerjaan yang tidak terkait langsung produksi pokok, sedangkan yang kedua mengatur penyediaan jasa pekerja atau buruh (tjandraningsih dkk, 2010: 12).  Contohnya di universitas saya di UII, banyak pekerja yang berasal dari UU tersebut menjadi kepastian usaha ini mendapat legimitasi (legal), walaupun sering merugikan para buruh… disini peran pemerintah dalam mengambil kebijakan, untuk mensejahterakan para pekerja di Indonesia, terkhusus para buruh outsourcing….

Naiknya Alokasi APBN 2013 untuk daerah !

Belanja Negara

Desentralisasi pemerintahan kepada daerah-daerah di Indonesia salah satu tujuannya adalah untuk mempercepat dan meningkatkan pertumbuhan disetiap daerah agar lebih efektif dan efisien. Itupun ditunjukan pemerintahan Indonesia pada APBN 2013, alokasi APBN pada tahun 2013 itu naik 10,4 persen dari APBN yang dialokasikan kepada daerah tahun 2012.

Setelah saya membaca majalah tempo akhir desember, disana memberikan gambaran yang jelas tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Tahun 2013, dimana belanja negara mencapai Rp 1.63,0 T. Angka tersebut naik sebesar 8,7 persen dari APBN tahun ini. Hal itu disebutkan untuk :

1. Merangsang pertumbuhan ekonomi melalui percepatan pembangunan infrastruktur Lanjutkan membaca “Naiknya Alokasi APBN 2013 untuk daerah !”

Mahasiswa di Persimpangan Jalan ! Pilihlah, Hai Mahasiswa !

persimpangan

Mahasiswa ? kawan, teman dan kita semua generasi muda,
 anak-anak muda yang acap kali demonstrasi di jalan-jalan, membakar ban hingga asapnya membumbung hitam, yang selalu memacetkan jalan-jalan besar hingga pedagang sayur-mayur harus kesiangan dan hilang pembeli, serta sejumlah “embel-embel” lain, menjadi citra negatif mahasiswa saat ini. Tak dapat dipungkiri, realitas telah mengantar kita untuk memahami bahwa, telah terjadi pergeseran sosiologis dinamika kemahasiswaan saat ini dari akar sejarahnya.
Sejarah mencatat betapa heroiknya peran-peran mahasiswa pada beberapa dekade sebelum saat ini. Berbagai rezim di berbagai belahan bumi menjadi “korban” idealisme yang digusung oleh mereka, atas nama kepentingan dan kemashlahatan rakyat banyak. Di Indonesia, kisah pergantian kekuasaan negara diwarnai oleh gelombang besar gerakan mahasiswa hingga pelosok-pelosok desa, membahana dan memecah keambiguan demokrasi yang sudah dikekang oleh rezim yang berkuasa selama beberapa waktu. Gerakan mahasiswa menjadi cikal gelombang gerakan sosial untuk melawan tirani yang menindas rakyat. Lanjutkan membaca “Mahasiswa di Persimpangan Jalan ! Pilihlah, Hai Mahasiswa !”

Organisasi yang kuat adalah organisasi yang selalu merapatkan barisan dan meluruskan shaf

merapatkan barisan, tak ada celah sedikitpun.

Pernahkah kita melakukan shalat berjamaah, lalu sang imam mengatakan (setelah Iqomah) Sawwu shufuu fakum fa inna taswiyatash shufuufi min tamamishsholat ? yang kalau diartikan “Luruskan shaf-shaf kalian, karena sesungguhnya meluruskan shaf termasuk kesempurnaan sholat”, karena tak jarang imam yang menggunakan bahasa Indonesia untuk menyuruh jamaahnya untuk merapatkan barisan shalat.

سَوُّوْا صُفُوْفَكُمْ فَإِنَّ تَسْوِيَةَ الصَّفِّ مِنْ تَمَامِ الصَّلاَةِ

“Luruskan shaf-shaf kalian, karena sesungguhnya meluruskan shaf termasuk kesempurnaan sholat”. (HR. Muslim no. 433)

Hadist diatas, menjelaskan betapa pentingnya meluruskan shaf. Lanjutkan membaca “Organisasi yang kuat adalah organisasi yang selalu merapatkan barisan dan meluruskan shaf”

Grasi-pun di Obral, Grasi On Sale

sumber: http://kreavi.com/14841/SBY-Obral-Grasi

Indonesia heboh, ketika ada selebaran ‘Indonesian Maids Now On Sale’ yang tersebar di Malaysia, negeri jiran tempat para TKI mencari kerja. Media sempat heboh memberitakannya, bahkan salah satu stasiun TV swasta Indonesia mengundang menteri dari malaysia untuk memberikan komentar mengenai hal tersebut.

sumber: http://data.tribunnews.com/foto/bank/images/Iklan-TKW-Diskon.jpg

Di Indonesiapun sendiri sepertinya tidak mau kalah dalam hal ‘obral-mengobral’, Lanjutkan membaca “Grasi-pun di Obral, Grasi On Sale”

Sebagaimana Keadaan Kalian Maka Seperti Itulah Pemimpin Kalian !

siapa yang menggerakkan pemimpin, kita. Kalau kita baik, maka pemimpinpun akan baik. InsyaAllah

Judul diatas merupakan riwayat Nabi Muhammad SAW di dalam kitab Minhaj al-Sunnah, karangan Ibnu Taimiyyah. Riwayat diatas menunjukan bahwa segala sesuatu yang terjadi pada pemimpin kita, entah itu pemimpin kita baik, buruk, jujur, tidak jujur, amanah, khianat, dan lain sebagainya. Itu dikarenakan oleh diri kita sendiri yang memang keadaannya sama dengan pemimpin kita (yang tadi saya sebutkan).

Kita sering bertanya-tanya, kenapa pemimpin kita tidak amanah (khianat) kepada janji-janji yang mereka katakan. kenapa pemimpin kita mengkorupsi uang rakyatnya sendiri. dan pertanyaan sejenis lainnya, tapi pernahkah kita menanyakan sendiri kepada diri kita, amanahkah kita kepada janji-janji yang kita ucapkan, korupsikah kita kepada uang yang telah diberikan oleh (misalnya orangtua). Saya pikir, jawabannya kurang lebih sama dengan yang terjadi pada saat ini, tentu tidak semuanya dipukul rata–salah. Masih banyak pemimpin-pemimpin yang jujur, amanah dan sebagainya, dan itu menunjukan bahwa kitapun masih banyak yang berperilaku jujur, amanah dan sebagainya. Lanjutkan membaca “Sebagaimana Keadaan Kalian Maka Seperti Itulah Pemimpin Kalian !”

Kenapa Harus Dimekarkan dan Kenapa Tidak Perlu Dimekarkan Kabupaten Bumiayu ?

Sekarang sedang gencar-gencarnya gerakan pemekaran di wilayah brebes selatan untuk menjadikan Bumiayu sebagai Kabupaten. Banyak pihak yang pro dan kontra terhadap gerakan ini dengan berbagai argumentasi :

 

Kenapa harus dimekarkan ?
1. Jauhnya jarak rentang kendali antara pemerintah Dan masyarakat.
2. SDM dan SDA yang lebih baik.
3. Terciptanya pemerataan pembangunan.
4. Berkembangnya demokrasi lokal, karena pembgian kekuasaan yg lebih kecil. Lanjutkan membaca “Kenapa Harus Dimekarkan dan Kenapa Tidak Perlu Dimekarkan Kabupaten Bumiayu ?”

Komunitas Mahasiswa Brebes Selatan di Yogyakarta Mendukung Pemekaran Kabupaten Bumiayu

Pemekaran wilayah mulai berkembang pesat sejak UU No 22 Tahun 1999 mengenai Pemerintahan Daerah dan UU No 25 tahun 1999 tentang Perimbangan Keuangan Pusat dan Daerah ditetapkan. Itupun membuat peluang daerah seperti Bumiayu, untuk menjadi Daerah Otonomi Baru (DOB). Sebelumnya jumlah daerah otonom adalah sebanyak 249 Kabupaten, 65 Kota, dan 27 Provinsi. DI akhir Desember 2007, jumlahnya menjadi 370 kabupaten, 95 kota dan 33 provinsi. Perkembangan pesat tersebut tak terlepas dari desentralisasi pelimpahan kewenangan dari pemerintah pusat ke pemerintah daerah. Selain itu pada awal tahun 2013, pemerintah pusat juga akan merivisi 19 RUU mengenai pemekaran daerah otonom baru.

Lanjutkan membaca “Komunitas Mahasiswa Brebes Selatan di Yogyakarta Mendukung Pemekaran Kabupaten Bumiayu”

Bahasa Persatuan, Kini Tak Semanis Dulu !

Kecil Di Rumah Sendiri | RG: Batra

Kami poetera dan poeteri Indonesia, mendjoendjoeng bahasa persatoean, bahasa Indonesia. Itulah sumpah ketiga, yang didengungkan para pemuda Indonesia, tanggal 28 Oktober tahun 1928, yang sekarang selalu diperingati sebagai hari Sumpah Pemuda Indonesia. Itulah janji para Pemuda Indonesia, untuk memperkuat semangat persatuan dalam sanubari. Sungguh indah memang kala dikenang.

Sejak tahun 1972, ejaan Bahasa Indonesia disempurnakan menggantikan ejaan sebelumnya (Ejaan Republik atau Ejaan Soewandi), dan juga revisi tahun 1987, dan tahun 2009. Dan sepertinya sosialisasi pemerintah sangat minim, sedikit masyarakat tahu kalau bahasa persatuannya kini telah banyak di ubah. Akhirnya nasib bahasa persatuan kini sangat memprihatinkan, dari penelitian Krisanjaya, M. Hum, ahli lingustik dari Universitas Negeri Jakarta, orang Indonesia yang mampu berbahasa Indonesia secara benar hanya 16,77 persen. Sangat sedikit sekali, tak heran apabila kita (bangsa Indonesia) terpecah belah, banyak perselisihan–orang bahasa persatuannya saja yang mengerti sedikit!

Lanjutkan membaca “Bahasa Persatuan, Kini Tak Semanis Dulu !”