Energi Matahari – Sebagai Energi Alternatif Terbaik

Energi Matahari

Saat ini Energi fosil yang digunakan untuk segala kegiatan manusia dibumi ini mulai menipis, banyak pengembangan untuk menemukan energi alternatif yang murah, ramah lingkungan dan tidak pernah habis, diantaranya adalah energi matahari. Menarik, mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi atau turut mempengaruhi pembentukan atau terjadinya suatu sumberdaya energi. Dalam buku Energi (Sumberdaya, Inovasi, Tenaga Listrik dan Potensi Ekonomi) yang ditulis oleh Abdul Kadir, didalamnya memberi keterangan bahwa dari 13 jenis sumberdaya Energi yang tersedia di Bumi, sebanyak 10 sumberdaya energi yang membutuhkan Matahari sebagai bantuan dalam proses pembentukan diantaranya Energi Massa Bio, Angin, Air, Batu Bara, Minyak & Gas Bumi, Radiasi Surya, Pasang Surut, Panas laut, Ombak laur, dan Arus pancar. Hanya 3 yang matahari tidak mempengaruhi diantaranya Panas Bumi, Nuklir, dan Sel Bahan bakar.[1]

Jumlah Energi Matahari yang bisa didapatkan selama 1 tahun mencapai 2,3x Joules. Dengan asumsi bahwa energi yang dipancarkan oleh Matahari sebanyak, 34% dipantulkan kembali ke ruang angkasa, 19% diserap oleh atmosfer, dan selebihnya yaitu lebih kurang 47% diserap oleh Bumi. Kalau kita bandingkan dengan seluruh energi yang tersimpan dalam sumber-sumber daya energi fosil didunia yang terbentuk selama 5x sampai 6x tahun, hanya berjumlah 2x Joules. Dan apabila kita melihat data statistik dari NCPRE (Nation Centre For Photovoltaic Research And Education) mengenai konsumsi energi diseluruh dunia, bisa dilihat bahwa pada tahun 2007 penggunaan energi didunia sebanyak 495x Btu, kalau 1 Btu ada 1054,35 Joule maka penggunaan energi didunia mencapai 5,2x Joules dalam setahun, dan diprediksi setiap tahunnya akan naik penggunaan energi didunia dalam setahun.[1][2][3] Lanjutkan membaca “Energi Matahari – Sebagai Energi Alternatif Terbaik”

Agar Tidak Menjadi Debu

Sesungguhnya kemuliaan diri tidak terletak pada kesombongan dan tidaklah sama dengan kehinaan. Kemuliaan adalah cahaya dan terletak di kutub yang lain, sedangkan kehinaan adalah kegelapan dan terletak di kutub yang lainnya lagi.

Menghindari kesombongan bukan berarti rendah diri. Karena rendah diri kepada sesama manusia adalah kehinaan. Menghindari kesombongan adalah rendah hati, beribadah hanya karena-Nya dan mau menerima kebenaran dari mana pun datangnya.

Tidak ada orang yang menghindari kesombongan kemudian menjadi hina. Sekalipun orang itu tidak dikenal di masanya, tetapi karena akhlaknya yang mulia dan beramal dengan ikhlas, Allah mematri namanya di hati dan pikiran generasi selanjutnya. Tidak terasa ratusan tahun kemudian namanya banyak disebut orang, nasihat-nasihatnya didengar dan diamalkan, akhlaknya menjadi contoh teladan. Inilah makna firman Allah, “Dan kesudahan yang baik bagi orang-orang bertakwa.” (QS al-Qashash [28]: 83). Lanjutkan membaca “Agar Tidak Menjadi Debu”

Naiknya Alokasi APBN 2013 untuk daerah !

Belanja Negara

Desentralisasi pemerintahan kepada daerah-daerah di Indonesia salah satu tujuannya adalah untuk mempercepat dan meningkatkan pertumbuhan disetiap daerah agar lebih efektif dan efisien. Itupun ditunjukan pemerintahan Indonesia pada APBN 2013, alokasi APBN pada tahun 2013 itu naik 10,4 persen dari APBN yang dialokasikan kepada daerah tahun 2012.

Setelah saya membaca majalah tempo akhir desember, disana memberikan gambaran yang jelas tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Tahun 2013, dimana belanja negara mencapai Rp 1.63,0 T. Angka tersebut naik sebesar 8,7 persen dari APBN tahun ini. Hal itu disebutkan untuk :

1. Merangsang pertumbuhan ekonomi melalui percepatan pembangunan infrastruktur Lanjutkan membaca “Naiknya Alokasi APBN 2013 untuk daerah !”

Mahasiswa di Persimpangan Jalan ! Pilihlah, Hai Mahasiswa !

persimpangan

Mahasiswa ? kawan, teman dan kita semua generasi muda,
 anak-anak muda yang acap kali demonstrasi di jalan-jalan, membakar ban hingga asapnya membumbung hitam, yang selalu memacetkan jalan-jalan besar hingga pedagang sayur-mayur harus kesiangan dan hilang pembeli, serta sejumlah “embel-embel” lain, menjadi citra negatif mahasiswa saat ini. Tak dapat dipungkiri, realitas telah mengantar kita untuk memahami bahwa, telah terjadi pergeseran sosiologis dinamika kemahasiswaan saat ini dari akar sejarahnya.
Sejarah mencatat betapa heroiknya peran-peran mahasiswa pada beberapa dekade sebelum saat ini. Berbagai rezim di berbagai belahan bumi menjadi “korban” idealisme yang digusung oleh mereka, atas nama kepentingan dan kemashlahatan rakyat banyak. Di Indonesia, kisah pergantian kekuasaan negara diwarnai oleh gelombang besar gerakan mahasiswa hingga pelosok-pelosok desa, membahana dan memecah keambiguan demokrasi yang sudah dikekang oleh rezim yang berkuasa selama beberapa waktu. Gerakan mahasiswa menjadi cikal gelombang gerakan sosial untuk melawan tirani yang menindas rakyat. Lanjutkan membaca “Mahasiswa di Persimpangan Jalan ! Pilihlah, Hai Mahasiswa !”

Organisasi yang kuat adalah organisasi yang selalu merapatkan barisan dan meluruskan shaf

merapatkan barisan, tak ada celah sedikitpun.

Pernahkah kita melakukan shalat berjamaah, lalu sang imam mengatakan (setelah Iqomah) Sawwu shufuu fakum fa inna taswiyatash shufuufi min tamamishsholat ? yang kalau diartikan “Luruskan shaf-shaf kalian, karena sesungguhnya meluruskan shaf termasuk kesempurnaan sholat”, karena tak jarang imam yang menggunakan bahasa Indonesia untuk menyuruh jamaahnya untuk merapatkan barisan shalat.

سَوُّوْا صُفُوْفَكُمْ فَإِنَّ تَسْوِيَةَ الصَّفِّ مِنْ تَمَامِ الصَّلاَةِ

“Luruskan shaf-shaf kalian, karena sesungguhnya meluruskan shaf termasuk kesempurnaan sholat”. (HR. Muslim no. 433)

Hadist diatas, menjelaskan betapa pentingnya meluruskan shaf. Lanjutkan membaca “Organisasi yang kuat adalah organisasi yang selalu merapatkan barisan dan meluruskan shaf”

Steve Jobs: Bagaimana Untuk Hidup Sebelum Kamu Mati

Siapa yang tidak kenal dengan Steve Jobs ? CEO Apple yang membawa Apple Corp dari bawah, sampai sekarang menjadi salah satu perusahaan komputer terbesar, terbaik, dan terkeren. Steve Jobs meninggal dunia di rumahnya pada tanggal 5 Oktober 2011 akibat komplikasi kanker pankreas bentuk langka. Sungguh disayangkan memang, tapi mari kita lihat video Steve Jobs memberikan inspirasi di Stanford University tahun 2005, berikut videonya:

Lanjutkan membaca “Steve Jobs: Bagaimana Untuk Hidup Sebelum Kamu Mati”

Sebagaimana Keadaan Kalian Maka Seperti Itulah Pemimpin Kalian !

siapa yang menggerakkan pemimpin, kita. Kalau kita baik, maka pemimpinpun akan baik. InsyaAllah

Judul diatas merupakan riwayat Nabi Muhammad SAW di dalam kitab Minhaj al-Sunnah, karangan Ibnu Taimiyyah. Riwayat diatas menunjukan bahwa segala sesuatu yang terjadi pada pemimpin kita, entah itu pemimpin kita baik, buruk, jujur, tidak jujur, amanah, khianat, dan lain sebagainya. Itu dikarenakan oleh diri kita sendiri yang memang keadaannya sama dengan pemimpin kita (yang tadi saya sebutkan).

Kita sering bertanya-tanya, kenapa pemimpin kita tidak amanah (khianat) kepada janji-janji yang mereka katakan. kenapa pemimpin kita mengkorupsi uang rakyatnya sendiri. dan pertanyaan sejenis lainnya, tapi pernahkah kita menanyakan sendiri kepada diri kita, amanahkah kita kepada janji-janji yang kita ucapkan, korupsikah kita kepada uang yang telah diberikan oleh (misalnya orangtua). Saya pikir, jawabannya kurang lebih sama dengan yang terjadi pada saat ini, tentu tidak semuanya dipukul rata–salah. Masih banyak pemimpin-pemimpin yang jujur, amanah dan sebagainya, dan itu menunjukan bahwa kitapun masih banyak yang berperilaku jujur, amanah dan sebagainya. Lanjutkan membaca “Sebagaimana Keadaan Kalian Maka Seperti Itulah Pemimpin Kalian !”

Kenapa Harus Dimekarkan dan Kenapa Tidak Perlu Dimekarkan Kabupaten Bumiayu ?

Sekarang sedang gencar-gencarnya gerakan pemekaran di wilayah brebes selatan untuk menjadikan Bumiayu sebagai Kabupaten. Banyak pihak yang pro dan kontra terhadap gerakan ini dengan berbagai argumentasi :

 

Kenapa harus dimekarkan ?
1. Jauhnya jarak rentang kendali antara pemerintah Dan masyarakat.
2. SDM dan SDA yang lebih baik.
3. Terciptanya pemerataan pembangunan.
4. Berkembangnya demokrasi lokal, karena pembgian kekuasaan yg lebih kecil. Lanjutkan membaca “Kenapa Harus Dimekarkan dan Kenapa Tidak Perlu Dimekarkan Kabupaten Bumiayu ?”

Komunitas Mahasiswa Brebes Selatan di Yogyakarta Mendukung Pemekaran Kabupaten Bumiayu

Pemekaran wilayah mulai berkembang pesat sejak UU No 22 Tahun 1999 mengenai Pemerintahan Daerah dan UU No 25 tahun 1999 tentang Perimbangan Keuangan Pusat dan Daerah ditetapkan. Itupun membuat peluang daerah seperti Bumiayu, untuk menjadi Daerah Otonomi Baru (DOB). Sebelumnya jumlah daerah otonom adalah sebanyak 249 Kabupaten, 65 Kota, dan 27 Provinsi. DI akhir Desember 2007, jumlahnya menjadi 370 kabupaten, 95 kota dan 33 provinsi. Perkembangan pesat tersebut tak terlepas dari desentralisasi pelimpahan kewenangan dari pemerintah pusat ke pemerintah daerah. Selain itu pada awal tahun 2013, pemerintah pusat juga akan merivisi 19 RUU mengenai pemekaran daerah otonom baru.

Lanjutkan membaca “Komunitas Mahasiswa Brebes Selatan di Yogyakarta Mendukung Pemekaran Kabupaten Bumiayu”