Arsip Blog

Malam Satu Suro di Cepuri Parangkusumo

_DSC8172

Cepuri Parangkusumo

Saat pertama memasuki pantai parangkusumo pada senin (04/10), kami disambut oleh perhelatan pertunjukan wayang orang yang didalangi oleh Ki Manteb Soedharsono di Pendopo Parangkusumo. Acara tersebut merupakan langkah dari Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Bantul untuk meningkatkan jumlah pengunjung di tahun ini. Pengunjung yang datang dari berbagai daerah tersebut, membuat suasana di pantai parangkusumo sangar ramai, apalagi terdapat pasar malam disana.

Di sebelah timur dari pendopo parangkusumo, terdapat cepuri parangkusumo yang dulunya dijadikan petilasan panembahan senopati. Terletak 30 km dari kota yogyakarta, para juru kunci menyakini Pantai Parangkusumo sebagai pintu masuk ke istana laut selatan. Didalamnya banyak peziarah menaburkan kembang setaman dan serangkaian sesajen di Batu Cinta, yang dulunya dijadikan Panembahan senopati bertemu dengan ratu kidul dan membuat perjanjian. Alasan kenapa dinamakan batu cinta, karena pada saat itu ratu kidul jatuh cinta kepada senopati, dan akhirnya mengabulkan permintaan senopati untuk bisa memerintah mataram, sebagai balasannya Senopati dan seluruh keturunannya mau menjadi suami Ratu Kidul, Senopati akhirnya setuju dengan syarat perkawinan itu tidak menghasilkan anak. Read the rest of this entry

Semangat Belajar Islam di Lereng Merbabu

Sekolah Sore

Sekolah Sore

Sore itu, pukul 04.00, udara lereng merbabu terasa dingin menembus tebalnya jaket. Saya bersama teman-teman Jurusan Teknik Elektro Universitas Islam Indonesia Yogyakarta yang berjumlah 29 orang itu berhenti di desa Kedakan, Kenalan yang ditempuh melewati Magelang, dan melalui Kopeng tersebut, yang ditempuh dari arah Yogyakarta. Tempat ini merupakan salah satu rute pendakian untuk mencapai puncak Merbabu yang mempunyai 2 pos pemberhentian. Didalam pos ke-2 banyak dijadikan tempat berkemah, karena adanya sumber air yang melimpah disana. Gunung merbabu merupakan salah satu dari banyaknya gunung di Indonesia yang mempunyai ketinggian diatas 3000 meter diatas permukaan air laut (dpl), yaitu sekitar 3145 m dpl. Read the rest of this entry

Gerhana Matahari cincin Di Indonesia tanggal 9-10 Mei 2013 [Tips dan Trik Foto Gerhana Matahari]

gerhana matahari Cincin

Pada tanggal 9-10 Mei 2013 akan terjadi Gerhana Matahari Cincin (GMC) yang dapat diamati dari Samudra Pasifik, Australia, Singapura, Indonesia (kecuali Sumatera bagian Utara) dan Filipina bagian Selatan.Di Australia dan Pasifik akan mengalami Gerhana Matahari Cincin. Sementara di Indonesia (kecuali Sumatera bagian Utara) akan berupa Gerhana Matahari Sebagian (GMS) pada tanggal 10 Mei 2013 pagi hari.

Klik disini untuk unduh informasi selengkapnya. [1]

Read the rest of this entry

Foto-Foto Museum UII – Yogyakarta

Benda-benda yang terdapat di Museum UII

Read the rest of this entry

Malam Pertamaku Tinggal Di Jojga

Malam pertama disini bukan, malam pertamanya orang-orang yang baru menikah. Tapi malam pertama  tinggal di jogja. Pertama kalinya saya merantau untuk kuliah, saya masih ingat itu tanggal 29 juli 2010. Dengan tinggal dikos KM 15 Jalan Kaliurang, Sleman. Sangat jauh dari kota jogja, saya menghubungi teman saya untuk menjemput saya dikosan, karena pada saat itu saya sendirian dan tak membawa motor, nekad memang. Atau lebih tepatnya ingin cepat-cepat ke kota jogja, bosan dengan suasana kota Bumiayu tempatku tinggal.

Saat itu, kami (saya dan sobron) pergi ke kontrakan teman saya–atik–yang dekat dengan Malioboro. Tepatnya di Jln Tukangan, Lempuyangan. Bersantai sejenak, menikmati suasana baru, udara baru, dan juga wajah-wajah baru yang lebih asing, walaupun sama-sama orang Indonesia.

Inilah kota pelajar, kota budaya, kota yang imut namun ngangenin, begitu kata orang-orang yang tinggal di Daerah Istimewa Yogyakarta. Walaupun sebenarnya, saya bingung dengan penulisan dan pelafalan kota jogja, haruskah dengan kata J atau Y, dan bagi saya sama saja, kalau para pribumi (asli jogja-red) lebih suka menggunakan huruf J daripada Y. Tidak ada yang bisa memastikan dan menetapkan, biarlah seperti ini, malah menambah unik kota jogja atau yogya ini. Saya pribadi lebih suka menggunakan huruf J, tapi tak apalah, jangan terlalu dipikirkan.

Waktu sudah menunjuk ke angka 9, kata atik jogja lebih enak dikunjungi pada saat malam. Perjalanan dimulai, kita bergegas pergi ke Malioboro, tepatnya diujung malioboro gedung BNI tua, atau juga sering disebut Nol Kilometer jogja, katanya asal kata Nol Kilometer merupakan titik tengah dari kota jogja. Walaupun banyak yang kurang setuju, dan menjadi perdebatan mana yang benar (letak Nol Kilometer). Lagi-lagi disidangkan kebingungan, hahaha

Menikmati pemandangan para pengendara sepeda, motor dan mobil di Nol KM, suasana ramai. Banyak yang berfoto-foto, menikmati minuman ronde, kopi, jagung. Walaupun sangat disayangkan dipojok-pojok, tercium bau amis, bekas kencing manusia yang–entah kenapa– ingin menjadi anjing, kencing sembarangan.

Setelah puas menikmati Nol Kilometer jogja, kamipun bergegas pergi ke Alun-alun Lor (Utara), disini sepi tak seperti di Alun-alun kidul (Selatan) yang sangat ramai. Menikmati kesunyian, sambil bermain video cam di Macbook, sambil membuat video dubbing, membuat suasana menjadi menyenangkan.

Jogja, kota yang indah dan cantik, walaupun masih banyak yang harus dibenahi. Tapi tetap, Saya Cinta Jogja, kota yang menyenangkan. Disinilah kumulai kenangan bangku kuliah. Waktu berjalan cepat memang, semoga saya tidak membuang sia-sia waktu yang singkat ini…

dibawah foto-foto yang saya ambil di saat malam pertama dijogja: