Arsip Blog

Komposisi Ituuuu

1376088_663585173659540_1173659458_n

Pertanyaan yang pertama keluar pasti, apa itu komposisi ?
Singkatnya, komposisi itu memilih objek mana saja yang akan dimasukan dan dikeluarkan dari frame.

Belum jelas ?
Ok, kita asumsikan komposisi dalam fotografi sebagai racikan dalam memasak/membuat makanan ataupun minuman.

Siapa yang tidak suka meminum jus. Racikan yang enak pasti memasukan buah yang sudah bersih, air, gula, es batu, atau tambahan lainnya seperti madu. Pasti rasanya enak, menyegarkan, dan sehat. Apa jadinya kalau didalam jus itu dimasukan garam ? Ah, sudah jelas rasanya jadi tidak karuan, walaupun yang paling banyak porsinya adalah buah.

  • Begitu juga dengan fotografi, kita harus jeli dan cermat dalam memasukan objek dengan berbagai macam tambahan yang lain, seperti background, framing, angle, timing, dsb. Untuk dimasukan ke dalam frame foto. Sehingga menghasilkan foto yang enak dipandang oleh mata. Apabila kita asal, ataupun salah dalam memasukkan sesuatu kedalam frame. Maka akan menghasilkan foto yang biasa saja, atau bahkan jelek.
    Pada intinya, yang menjadikan foto itu bagus atau tidak, adalah komposisi yang kita masukan. Tak peduli alatnya apa atau objeknya apa, kalau sang fotografer cermat, maka akan menghasilkan foto yang indah. Jelas ? Kalau belum jelas, makanan atau minuman itu akan terasa enak, bukan karena panci, kompor, alat masak, atau lainnya. Tetapi memang karena kokinya yang hebat. Bukan juga karena, bahan masakan dan minuman yang mahal, buktinya tempe saja enak. Hehehe

 

Malam Tahun Baru 2013/2014 Di Yogyakarta

Menunggu detik-detik tahun baru...

Menunggu detik-detik tahun baru…

Malam Tahun baru kali ini saya tidak menghabiskan hanya di kos dengan menonton TV, lalu tidur lebih awal. Dan bangun pagi di Tahun yang baru. Malam ini, saya hunting foto kembang api, itu juga siapa tau bisa untuk menjadi foto berita di LPM saya. Sebenarnya saya ingin hunting di kawasan Malioboro dan sampai pagi disana dan memotret pagi dijogja, saat awal tahun, pasti banyak sampah berserakan sehabis Malam Tahun Baru, dan itu bisa dijadikan sebuah foto essay. Tapi, dengan alasan lagi, badan saya sepertinya tidak mampu dan juga hujan pada waktu sore sampai jam 8an malam, membuatku berfikir dua kali untuk turun kejalan, dan menghadapi kemacetan luar biasa yang pastinya bikin stress.

_DSC0497

meriahnya orang-orang gila ini

Akhirnya saya putuskan, setelah mendapat e-mail bahwa di Taman Pelang/Lampion di Monjali akan diadakan pelepasan Lampion. Wuih, apakah bakalan seperti di perayaan Waisak di Borobudur ? Saya mengharapkan bisa mendapatkan foto yang lain dari pada yang lain. Bersama teman satu kosan saya, dan juga teman dari Semarang bersama pacarnya, kami berangkat ke Taman Lampion. Sebelumnya makan di restoran Thailand, bergaya sedikit Hedonis–walaupun setelahnya saya menyesali dengan harga yang mahal !, jam setengah 10 kami sudah berada di Taman Lampion. Dan pastinya dengan keramaian 10 kali dibandingkan dengan hari-hari biasa.

_DSC0515 Read the rest of this entry

Sensor Kamera Digital

Didalam kamera DSLR ada sesuatu yang sangat penting yang selalu di lingdungi oleh kita, yaitu sebuah sensor. Sensor ini juga menentukan kualitas (cahaya dan warna) dari gambar yang kita dapatkan. Tentu kita bertanya-tanya tentang apa itu sensor, dan bagaimana sensor pada kamera bekerja ?

Sebuah kamera digital menggunakan jutaan susunan rongga lampu kecil atau “photosites” untuk merekam sebuah gambar. Ketika kita menekan tombol rana kamera dan eksposur dimulai , masing-masing susunan rongga (photosites) tersebut menerima cahaya yang ditemukan untuk dikumpulkan lalu menyimpan foton. Setelah paparan (cahaya) selesai, kamera menutup masing-masing photosites ini, dan kemudian mencoba untuk menilai berapa banyak foton yang jatuh. Jumlahnya relatif dari foton dalam setiap rongga, kemudian diurutkan ke dalam berbagai tingkat intensitas, yang presisinya ditentukan oleh bit depth ( 0-255 untuk 8-bit (1byte) gambar).

Catatan: 8 bit per pixel mampu menampung 256 warna, dan ini biasanya digunakan pada kamera VGA. Kalau kita punya kamera di handphone yang kualitasnya VGA, maka sensornya hanya mampu menampung 256 warna. Sedangkan 1 bit sendiri menampung 2 warna, biasanya disebut monochrome atau bisa dilang hanya hitam dan putih. Mungkin apabila ada kesempatan kita bakalan membahas lebih banyak tentang bit depth.

Warna dengan 8 bit per pixel

Warna dengan 8 bit per pixel

cavity array

Cavity Array (Susunan Rongga)

lights cavities

Lights Cavities (Rongga Cahaya)

Read the rest of this entry

Malam Satu Suro di Cepuri Parangkusumo

_DSC8172

Cepuri Parangkusumo

Saat pertama memasuki pantai parangkusumo pada senin (04/10), kami disambut oleh perhelatan pertunjukan wayang orang yang didalangi oleh Ki Manteb Soedharsono di Pendopo Parangkusumo. Acara tersebut merupakan langkah dari Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Bantul untuk meningkatkan jumlah pengunjung di tahun ini. Pengunjung yang datang dari berbagai daerah tersebut, membuat suasana di pantai parangkusumo sangar ramai, apalagi terdapat pasar malam disana.

Di sebelah timur dari pendopo parangkusumo, terdapat cepuri parangkusumo yang dulunya dijadikan petilasan panembahan senopati. Terletak 30 km dari kota yogyakarta, para juru kunci menyakini Pantai Parangkusumo sebagai pintu masuk ke istana laut selatan. Didalamnya banyak peziarah menaburkan kembang setaman dan serangkaian sesajen di Batu Cinta, yang dulunya dijadikan Panembahan senopati bertemu dengan ratu kidul dan membuat perjanjian. Alasan kenapa dinamakan batu cinta, karena pada saat itu ratu kidul jatuh cinta kepada senopati, dan akhirnya mengabulkan permintaan senopati untuk bisa memerintah mataram, sebagai balasannya Senopati dan seluruh keturunannya mau menjadi suami Ratu Kidul, Senopati akhirnya setuju dengan syarat perkawinan itu tidak menghasilkan anak. Read the rest of this entry

Fotografi Jurnalistik: Antara Hoby dan Profesi

_DSC0051

Hobi merupakan suatu kegiatan untuk mengisi waktu luang yang biasa dilakukan oleh para pemuda di Indonesia. Tapi, di Indonesia hobi menjadi sebuah kegiatan musiman. Banyak hobi yang digeluti tak dijadikan keseriusan, dalam waktu beberapa bulan, hobi itu menjadi hiasan di lemari kaca para pemuda di Indonesia. Tidak terkecuali hobi fotografi.

Pada saat ini, siapa yang tidak mempunyai kamera DSLR ? semua yang mempunyai kantong tebal, pasti punya gadget yang satu ini. Tapi seperti hobi-hobi lainnya, para fotografer musiman ini tak selamanya menjadi hobi. Masih ingat saat dulu masuk pertama kuliah semester 3 (tahun 2011), pemuda di Yogyakarta khususnya mempunyai sepeda yang kita sebut sepeda fixie, siapa anak gaul yang tidak punya sepeda fixie ? hampir semua punya, seiring berjalan waktu hanya bertahan 1 semester lebih, sepeda fixie lenyap ditelan perkembangan pergaulan yang sangat cepat. sepeda fixie pun banyak dilelang, dijual belikan bekas.!

Membawa kamera besar, dengan lensa panjang, ketempat-tempat strategis menjadi pemandangan baru setelah sepeda fixie menjamur. Sepertinya saat ini, kamera dslr yang menjadi jenis jamur untuk para pecinta hobi di Indonesia. Read the rest of this entry

[Foto] Jika Api diganti dengan Air

Zippo Air

Zippo Air

Lilin Air

Lilin Air

Read the rest of this entry