Tokoh Baru pada serial Naruto Terbaru (Boruto) – Chapter 700-701

1

Oke, sebuah kabar kembira tentunya untuk para penggemar Naruto. Bahwa naruto shipudden, belum berakhir. atau lebih halusnya kita sebut sebagai kelanjutan kisah naruto dan kawan-kawan. dengan sebelumnya pada movie naruto = the last, menampakkan kisah naruto 2 tahun setelah perang dunia berakhir, dengan kakashi sebagai hokage dan tentu saja kisah cinta Naruto dan Hinata. Dan pada versi manga, tepatnya chapter 701, setting dimulai pada saat naruto sudah menjadi Hokage ke 7, sudah berkeluarga dan mempunyai anak 2 dari istrinya Hinata tentunya. dan chapter yang sudah kita tunggu-tunggu akhirnya keluar, apa saja sih karakter karakter pada Manga Naruto chpater 701 ini, dan bakalan kisah apa yang bakalan di tampilkan di manga lanjutan Naruto Shipudden ini.?

oke, disini akan saya tampilkan dan jelaskan apa saja yang muncul pada chapter 701 naruto yang terbaru.

1. Boruto Uzumaki

Boruto anak pertama dari Naruto dan Hinata...

Boruto anak pertama dari Naruto dan Hinata…

Baca lebih lanjut

Iklan

Unboxing Yi Camera Action Indonesia

maaf kalau postingan ini terlalu lama, dikarenakan baru sempet bisa nulis dan bikin video soal unboxing, dikarenakan komputer saya yang lagi masa-masa pemulihan. hehehe

Yi Camera Action dengan Monopod pihak ketiga

Yi Camera Action dengan Monopod pihak ketiga

Tampilan Xiaomi Mi 4i: Hands On; Review; Spesifikasi; Harga

Wow, baru saja kemarin berniat untuk membeli handphone baru dari Xiaomi yaitu redmi 2, dan berubah fikiran ketika ada berita asus zenfone 2 akan hadir di Indonesia pada 15 mei 2015 dengan harga kurang dari 3 juta untuk seri paling rendah, dan hari ini mendapatkan kabar kalau Xiaomi meluncurkan Xiaomi Mi 4i, dengan spesifikasi yang sama hebatnya dengan asus zenfone namun dengan harga yang lebih murah, dan fitur-fitur yang menarik. Mari kita simak,…

Hands On Pictures


Baca lebih lanjut

Permasalahan menuju Piala Dunia Brasil

source: http://www.tribunnews.com/

Luiz Felipe Scolari, pelatih Timnas Brazil, membuat sebuah pernyataan sebelum pertandingan semifinal Liga Champions antara jagoan saya Chelsea melawan Atletico Madrid. Menurut Scolari, Chelsea harus kalah dalam semifinal tersebut. Alasannya sederhana, tidak mau empat pemain Brazil yang ada di skuat Chelsea (David Luiz, Oscar, Ramires, dan Willian) mengalami cedera sebelum pagelaran Piala Dunia di Brasil, 12 juni 2014. Sontak saja saya merasa kesal dengan hal tersebut, apalagi pada saat pertandingan leg kedua Atletico Madrid berhasil menang 1-3 di Stamford Bridge, kandang Chelsea, dan membuat Chelsea gagal lolos ke Final Lisbon, Portugal.

Kekesalan terjadi juga di negeri Brazil sana, masyarakat banyak berdemo menentang pagelaran even sepak bola empat tahunan itu. Tentu, kekesalan itu bukan karena Chelsea yang akhirnya tidak lolos ke Final Liga Champions yang seperti saya rasakan, akan tetapi karena alasan lain. Salah satu yang paling besar adalah masalah banyaknya biaya untuk membangun stadion baru dan biaya untuk merenovasi stadion untuk perhelatan piala dunia 2014 itu. Bayangkan saja, pada stadion Garrincha yang semula hanya menelan biaya 250 juta dollar kini naik menjadi 900 juta dollar, melambungnya biaya pembuatan tersebut mendapat sorotan tajam dari rakyat Brasil.

Pemerintahan Brasil sepertinya terlalu sibuk dengan urusan dalam stadion sehingga lupa dengan permasalahan yang ada di luar stadion. Permasalahan kemiskinan, fasilitas-fasilitas publik, pendidikan, lapangan kerja, kesehatan, kasus kekerasan, pelanggaran HAM, dan masih banyak permasalahan lainnya yang menjadi pemantik kemarahan rakyat Brasil. Baca lebih lanjut

Resensi Film Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck: Film Drama yang Melucu dan Membosankan

Poster Film

Pertama kali diajak untuk menonton film ini oleh teman saya untuk mengisi akhir pekan di bulan terakhir tahun 2013 ini di salah sartu bioskop di Jogja. Sebenarnya saya tidak terlalu suka untuk membuang-buang waktu saya di bioskop dengan menonton film Indonesia, apalagi di sana ada tontonan yang lebih bagus The Hobbit dan juga The Hunger Game 2. Karena diajak oleh teman saya, mau tidak mau harus ikut apa yang mereka tonton.

Sebenarnya ini film menarik, saat melihat bahwa film ini diadaptasi dari Novel dengan judul yang sama karangan dari Hamka. Sudah tidak dipertanyakan lagi kualitasnya, walaupun saya sendiri belum membaca novel aslinya. Mungkin sudah menjadi tren dimana film2 di Indonesia semuanya diangkat dari novel2 yang laris dipasaran, sehingga tidak heran apabila filmnya hanya mengejar profit dengan menumpang nama dari buku yang sudah duluan terkenal. Bagus memang, dan itu juga diharapkan oleh pecinta buku, yang ingin melihat cerita itu bisa ditampilkan dilayar lebar. Tapi sayangnya kita sering menyesal dengan kualitas film yang disajikan tidak sesuai dengan ekspektasi yang diharapkan pembaca. Film yang disajikan tidak sesuai dengan buku aslinya, banyak elemen-elemen penting yang dihilangkan, entah karena apa. Tentu sudah menjadi perhitungan oleh produser film tersebut. Baca lebih lanjut

Peningkatan Ketahanan Pangan Dengan Swasembada Beras

Beras merupakan tanaman yang cocok di cuaca sub-tropis Indonesia.

PENDAHULUAN

Ketahanan pangan merupakan penentu dalam stabilitas nasional suatu negara. Pada saat ini ketahanan pangan di Indonesia mengalami penurunan, banyak sekali kebutuhan pangan yang haru mengimpor dari luar negeri. Hal tersebut merupakan sebuah keprihatinan tersendiri, mengingat Indonesia merupakan negara yang luas, berpulau-pulau, mempunyai garis pantai yang sangat panjang, dan juga tanah yang sangat subur. Oleh karena itu ketahanan pangan ini, harus ditingkatkan untuk mensejahterakan masyarakat.

Ketahanan pangan sendiri menurut literatur memiliki 5 unsur yang harus dipenuhi :

1. Berorientasi pada rumah tangga dan individu,

2. Dimensi watu setiap saat pangan tersedia dan dapat diakses,

3. Menekankan pada akses pangan rumah tangga dan individu, baik fisik, ekonomi dan sosial,

4. Berorientasi pada pemenuhan gizi,

5. Ditujukan untuk hidup sehat dan produktif.

Salah satu target yang akan dicapai kementrian pertanian dalam rangka mewujudkan ketahanan pangan adalah dengan melakukan swasembada beras.

Indonesia merupakan negara dengan jumlah penduduk dengan tingkat pertumbuhan yang tinggi. Penduduk Indonesia pada tahun 2011 diperkirakan mencapai 241 juta jiwa1. Pada tahun 2011, data BPS menunjukkan bahwa tingkat konsumsi beras mencapai 139kg/kapita lebih tinggi dibanding dengan Malaysia dan Thailand yang hanya berkisar 65kg – 70kg perkapita pertahun. Beras sebagai makanan pokok utama masyarakat Indonesia sejak tahun 1950 semakin tidak tergantikan meski roda diversifikasi konsumsi sudah lama digulirkan, hal ini terlihat bahwa pada tahun 1950 Konsumsi beras nasional sebagai sumber karbohidrat baru sekitar 53% Bandingkan dengan tahun 2011 yang telah mencapai sekitar 95%.

Dalam rencana strategis Kementerian Pertanian menempatkan beras, sebagai satu dari lima komoditas pangan utama. Kementerian Pertanian mentargetkan pencapaian swasembada dan swasembada berkelanjutan atas tanaman pangan pada tahun 2010-2014 yakni padi, jagung, kedelai, kacang tanah, kacang hijau, ubi kayu, ubi jalar Karena padi sudah pada posisi swasembada mulai 2007, maka target pencapaian selama 2010-2014 adalah swasembada berkelanjutan dengan sasaran produksi padi sebesar 75,7 juta ton GKG (Gabah Kering Giling).

  Baca lebih lanjut

Permasalahan Demografi Kependudukan Di Indonesia

Kelebihan penduduk, khususnya di Indonesia harus menjadi permasalahan serius yang harus di tangani sedini mungkin.

PENDAHULUAN

Menurut data yang didapat dari Bank Dunia (The World Bank), mengenai jumlah penduduk di Indonesia terus meningkat dari tahun ke tahun. Tercatat pada tahun 1960 jumlah penduduk di Indonesia mencapai angka 88,6927 juta, dan tercatat juga pada tahun 2012 jumlah penduduk di Indonesia mencapai 246,8642 juta penduduk. Terdapat sebanyak 36 % kenaikan yang terjadi, dan sebagian besar peningkatan jumlah penduduk terdapat di tanah jawa.

Berbagai macam program yang telah dijalankan oleh pemerintahan Indonesia, diantaranya adalah program KB (Keluarga Berencana). Tapi, untuk mengatasi permasalahan pendudukan di Indonesia bukan hanya dengan menggunakan program KB, yang hanya bisa menekan jumlah penduduk dan pertumbuhan.

Melonjaknya tingkat kependudukan di Indonesia bukan disebabkan hanya pada jumlah penduduk dan pertumbuhannya saja. Tapi banyak juga dari berbagai faktor, diantaranya adalah faktor persebaran dan kepadatan, tingkat kesehatan, tingkat pendidikan, dan tingkat pendapatan.

Banyak para ahli berpendapat bahwa, akibat dari tidak meratanya penyebaran penduduk, kesehatan, pendidikan, dan pendapatan yang akan menyebabkan melonjaknya jumlah penduduk. Faktor budaya juga termasuk dalam penyebab melonjaknya tingkat penduduk di Indonesia. Masih banyaknya masyarakat yang berfikiran bahwa “banyak anak, banyak rezeki”. Pada kenyataanya, semakin banyak keluarga maka akan meningkatkan kebutuhan akan hidup yang layak. Sehingga, tingkat kemiskinan di Indonesia akan terus melonjak dari tahun ke tahun.

Untuk mengatasi segala penyebabnya, pemerintah sudah melakukan program-program yang telah dibuat. Namun pengimplementasian yang kurang baik, menyebabkan program-program tersebut tidak berjalan sesuai dengan harapan. Baca lebih lanjut