Category Archives: Writing

Disini saya hanya lagi belajar menulis, mengarang, berkarya sastra, dan membuat sesuatu yang abadi melalui tulisan. Disini juga ada beberapa hal yang menurut saya menarik, dan saya tulis di blog ini, tapi bukan termasuk tulisanku sendiri.

Mau Mulai dari mana???

Tulisan kemarin (bulan Januari), lama juga, merupakan tulisan yang semoga dijadikan awal, yang nantinya saya akan aktif lagi menulis. tapi sayangnya, kesibukan-kesibukan menghalangi tangan ini untuk sekedar memencet tombol keyboard, sampai-sampai lupa dengan password blog ini, padahal saya menggunakan password yang sama untuk semua akun, maklum, pelupa.

dan kabar gembiranya, saya sudah menikah, hehehe. sudah bukan jomblo lagi, dan dijamin jadi tambah sibuk, sibuk memuaskan istri.hahahaha mumpung halal loh, yang belum halal jangan coba-coba memuskan anak orang, apalagi memuaskan hawa nafsu bejat, gak ada habisnya deh. mending berusaha maksimal, memantaskan diri, agar diberi jalan oleh Allah SWT, yang terbaik loh yah. bukan berarti, mesti langsung menikah. pantas tidaknya kita menikah, itu bukan dari penilaian diri sendiri, tapi oleh Allah, dengan wujud direstui oleh orang tua, dipermudah jalannya. maka perbanyak amalan, biar dikasih jalan tol. hehehe semoga pada nyusul ya…

oh ya, sekarang saya gak bakalan lagi nulis2 soal anime. naruto, one piece dan lain2. tapi saya tetep sebagai penggemar dunia cerita bergambar, hehehe soalnya bukan cuman manga doang. sekarang komik Naruto sudah the end, T.T. saya cuman mantengin manga One Piece dan Bleach. lalu aktif juga mantengin Webtoonnya LINE, banyak komik dari korea dan Indonesia yang sialnya keren-keren ceritanya. hhhh soal film juga gak terlalu, saya jarang update film2 kecuali yang booming, cuman gak terlalu sering, cuman yang ane tunggu2 serial tv seperti Gotham, Holmes, dan Game Of Thrones, lainnya kalau ada waktu aja. tapi kalau yang tiga tadi, wajib dalam kondisi apapun, ane tonton berkali-kali sampe mudeng. kalau nganggur ane ulas tuntas disini dah. hehehe

dan soal teknologi, pergadgetan, perkomputeran, dan informasi teknologi terkini, sayang bin sayang sekali, dulu yang terkendala biaya buat review ini itu karna kekurangan budget, sekarang budget ada tapi mubadzir, karna mending dipake buat bisnis. mau ngereview cuman nulis dari banyak referensi, waktu gak ada, dan perkembangan teknologi yang begitu lesatnya, gak bisa saya ikutin dengan baik.

dan, lain sebagainya, tidak bisa saya ulas di blog ini. maka dari itu, saya coba menimbang timbang, pembahasan apa nantinya akan sering saya tulis disini. mungkin nantinya, saya bisa mencoba meluangkan waktu untuk menulis tentang, artikel atau berita yang menarik dan menggelitik tanganku, untuk saya ulas disini; selain itu ada soal bisnis yang nanti saya curahkan, bener-bener dari pengalaman pribadi, langsung dari nol, sampai bisa sampai sekarang, walaupun tidak bisa menjadi tolak ukur kesuksesan, karna bisnis saya masih dalam skala kecil dan masih kelas kota kecil; juga tentang buku ataupun ilmu, pendidikan, mungkin saya akan lebih sering berbincang mengenai buku (perpustakaan), ilmu agama, ilmu sastra, ilmu elektro (kelistrikan) dan pastinya ilmu manajemen, mungkin akan sedikit2 menulis soal teknologi yang sedikit saya cicipi, atapun banyaklah nanti hal2 yang saya tulis, yg mungkin bisa membantu teman-teman, dan ya mungkin saya masih sedikit tertarik dengan dunia fotografi, walaupun gak punya kamera. hahaha

sekian, istri udah tidur duluan. mau nyusul. hehehe ^-^

Permasalahan menuju Piala Dunia Brasil

source: http://www.tribunnews.com/

Luiz Felipe Scolari, pelatih Timnas Brazil, membuat sebuah pernyataan sebelum pertandingan semifinal Liga Champions antara jagoan saya Chelsea melawan Atletico Madrid. Menurut Scolari, Chelsea harus kalah dalam semifinal tersebut. Alasannya sederhana, tidak mau empat pemain Brazil yang ada di skuat Chelsea (David Luiz, Oscar, Ramires, dan Willian) mengalami cedera sebelum pagelaran Piala Dunia di Brasil, 12 juni 2014. Sontak saja saya merasa kesal dengan hal tersebut, apalagi pada saat pertandingan leg kedua Atletico Madrid berhasil menang 1-3 di Stamford Bridge, kandang Chelsea, dan membuat Chelsea gagal lolos ke Final Lisbon, Portugal.

Kekesalan terjadi juga di negeri Brazil sana, masyarakat banyak berdemo menentang pagelaran even sepak bola empat tahunan itu. Tentu, kekesalan itu bukan karena Chelsea yang akhirnya tidak lolos ke Final Liga Champions yang seperti saya rasakan, akan tetapi karena alasan lain. Salah satu yang paling besar adalah masalah banyaknya biaya untuk membangun stadion baru dan biaya untuk merenovasi stadion untuk perhelatan piala dunia 2014 itu. Bayangkan saja, pada stadion Garrincha yang semula hanya menelan biaya 250 juta dollar kini naik menjadi 900 juta dollar, melambungnya biaya pembuatan tersebut mendapat sorotan tajam dari rakyat Brasil.

Pemerintahan Brasil sepertinya terlalu sibuk dengan urusan dalam stadion sehingga lupa dengan permasalahan yang ada di luar stadion. Permasalahan kemiskinan, fasilitas-fasilitas publik, pendidikan, lapangan kerja, kesehatan, kasus kekerasan, pelanggaran HAM, dan masih banyak permasalahan lainnya yang menjadi pemantik kemarahan rakyat Brasil. Read the rest of this entry

Aku Percaya

Aku percaya.

Tatapan lengkung

indah matamu

adalah tanda engkau tulang rusukku,

yang terpisah.

 

Aku percaya.

Senyum merah

gincu dibibirmu

menandakan engkau berdandan untukku

Read the rest of this entry

Perkembangan puisi di Indonesia – Awal Orde Baru

Rahasia Membutuhkan Kata

Kudeta dan Pembasmian Kudeta

Dalam esai berjudul “Angkatan 66: Bangkitnya Satu Generasi” pakar kritik sastra Indonesia, HB Jassin menuliskan:

“Kini dalam tahun 1966, di Indonesia telah terjadi sebuah peristiwa penting. Peristiwa yang melahirkan angkatan yang menyebut dirinya “Angkatan 66”. Ialah pendobrakan terhadap kebobrokan yang disebabkan oleh penyelewengan negara besar-besaran, penyelewengan yang membawa negara ke jurang kehancuran total. Sebagaimana Chairil Anwar berontak terhadap penjajahan Jepang dalam tahun 1943 dengan “aku ini binatang jalang dari kumpulannya terbuang” kita pun sekarang menyaksikan satu ledakan pemberontakan dari penyair, pengarang, dan cendekiawan, yang telah sekian lama terjajah jiwanya oleh slogan-slogan yang tidak wajar dan tidak sesuai dengan kepribadian bangsa. Tokoh-tokohnya ada pula, tokoh-tokoh yang menjadi matang dalam pergolakan.”

Peristiwa yang disebut Jassin tersebut tentu saja adalah peristiwa pemberontakan PKI pada 30 September 1965. Pada malam itu, enam jendral TNI dibunuh oleh tentara pengawal Presiden, Cakrabirawa, di bawah kepemimpinan Letkol Untung. Pasukan itu juga menduduki stasiun radio dan pusat penerangan. Pada pagi hingga siang 1 Oktober, media massa menyiarkan penjelasan perkembangan terakhir. Lalu di hari yang sama, pembentukan “Dewan Revolusi Indonesia” diumumkan. Koran harian PKI, Harian Rakyat menggambarkan pergerakan itu sebagai aksi yang revolusioner dan patriotik, sambil mengisyaratkan bahwa apa yang terjadi adalah semata-mata persoalan internal dalam tubuh militer.

Dua jendral senior, Mayor Jendral Suharto dan Jendral Nasution, selamat dari pembantaian. Pagi 1 Oktober, mereka mengerahkan batalion militer Jakarta untuk mengambil alih stasiun radio dan kendali kota. Selama seminggu, terjadi beberapa kali bentrokan senjata di Jawa Tengah yang melibatkan organisasi pemuda komunis, Pemuda Rakyat. Pertikaian ini kemudian dihentikan oleh Tentara Para Komando yang juga dikirim oleh Suharto. Diakui atau tidak Partai Komunis Indonesia benar-benar terlibat dalam kudeta tersebut dengan dukungan yang terlihat pada rencana rahasia di koran mereka dan dengan terlihatnya keinginan besar para pemudanya untuk menyerang musuh lamanya, Tentara Indonesia. Sebagai reaksi atas pengkhianatan yang terang-terangan ini, pecahlah perang sipil dalam skala luas meliputi Sumatra, Jawa, dan Bali, ketika para pemuda Muslim mulai menyerang mereka yang dianggap sebagai anggota partai komunis, bahkan sering kali termasuk mereka yang hanya sebagai simpatisan. Perkiraan jumlah yang terbunuh sekitar 78.000 sampai satu juta orang. Read the rest of this entry

Tahap-tahap untuk menulis Novel atau Cerpen [FIKSI]

Mist over countryside in Southwest England.

Karena seringnya membaca buku, dan bisa dibilang sebagai hobi yang semakin mengasyikan–menggeser hobi fotografi. Muncul keinginan dalam hati untuk membuat sebuah novel fiksi. Dan, ya semoga keinginan ini bisa terwujud. hehehe walaupun belum proses ‘penggarapan’, hanya baru membaca novel lebih intens dari biasanya.

Sekalian berbagi ilmu dengan teman-teman, saya akan menulis tahap-tahap menulis novel atau cerpen disini. 😀

Beberapa tips yang bisa dipraktekan saat menulis novel atau cerpen.:

  1. Tema
    Sebelum menulis, kita tentukan dulu tema yang akan kita ambil. Degan sudah ditentukkannya suatu tema cerita, bisa membantu kita untuk menghubungkan antara setting dan plot satu dengan yang lainnya setiap kali kita bercerita/berkisah. Maka akan menghubungkan kisah awal dan akhir cerita, dengan tetap mengikuti garis batas tema yang sudah kita miliki. Tentukan juga inti cerita kita. Walaupun kita ingin memperluas tema, kita harus tetap berfokus pada inti yang sudah kita buat.
  2. Tempo
    Dalam penulisan sebuah novel atau cerpen, kita harus mampu menjalin kisah menjadi sebuah cerita yang aktif serta mampu mengundang rasa penasaran pembaca untuk membacanya. Cerita dalam sebuah cerpen yang efektif biasanya memiliki tempo yang pendek, sedangkan novel cukup panjang. Tujuan penggambaran tempo adalah utnuk menjalin suatu kejadian dalam kehidupan karakter utama, yaitu berupa gambaran akan kejadian sehari-hari.
  3. Setting
    Keterbatasan penyampaian kata-kata dalam novel atau cerpen–mengharuskan kita untuk secara efektid menggunakan bahasa serta memilih setting cerita yang pas, yang bisa menggambarkan tempat kejadian secara tepat sehingga mampu mendukung jalannya cerita. Buatlah setting tempat semenarik mungkin agar pembaca seolah merasakan suasana yang sesungguhnya ingin kita ungkapkan.
  4. Penokohan
    Untuk menjaga efektifitas cerita, sebuah cerpen sedikitnya harus memiliki tiga tokoh utama. Terlalu banyak tokoh malah bisa mengaburkan jalannya cerita. Jangan sampai kita terjebak dalam penokohan. Jika bisa fokuskan cerita mengenai tokoh utama untuk mendukung alur cerita.
  5. Dialog
    Kemampuan penulis membuat dialog dalam novel atau cerpen akan sangat membantu membangun karakter tokoh. Dialog-dialog tersebut sebaiknya mampu memunculkan tema cerita, bukannya malah melenceng dari tema cerita yang sudah kita tetapkan diawal.
  6. Alur
    Cerita fiksi dikatakan menarik jika penulisnya mampu menyajikan alur cerita yang mengalir lancar serta mudah dan enak diikuti. Baca artikel eka kurniawan bagaimana membuat alur yang menarik pembaca, yang diibaratkan seperti berhubungan sex. Oleh karena itu, pastikan alur cerita bisa membuat pembaca merasa penasaran. Teknik membuat alur cerita yang baik dimulai dari kalimat paragraf pembuka yang menarik (ada kejutan) sehinga bisa menggiring rasa penasaran pembaca untuk mengetahui apa yang akan terjadi selanjutnya.
  7. Baca Ulang
    Ini adalah rutinitas yang harus dilakukan seorang penulis. Walaupun nanti bakalan dibaca ulang oleh editor, tapi setidaknya kita berkawajiban untuk membaca ulang tulisan yang kita buat. Karena biasanya pada saat kita membaca ulang tulisan kita, kita bisa memperbaiki kesalahan yang biasanya tidak disadari pada saat pertama menulis.

Read the rest of this entry

Belajar Penulisan Feature

Sebenarnya saya mendapat kelas kuliah feature sudah lama, tanggal 7 maret 2014, sudah 20 hari. Tapi baru sempet mau nulis disini. Kelas yang berlangsung 3 hari itu diselenggarakan oleh LPM HIMMAH UII, dan sebagai pemateri yaitu seorang penulis lepas, alumni di HIMMAH juga, yaitu Fahri Salam.

Langsung saja, apa sih itu feature? bisa dibilang tulisan feature merupakan tulisan yang tidak terikat dengan aturan seperti 5W+1H, tentu saja mengabaikan metode piramida terbalik. Feature juga bisa dibilang suatu bentuk tulisan yang menarik karena didalamnya terdapat Human Interest, dan juga penulisan yang bebas membuat tulisan menjadi kreatif dan tidak terikat oleh kaidah bahasa jurnalistik. Kalau diibaratkan seperti rumah, tulisan straight news (5W+1H/piramida terbalik) bisa diibaratkan seperti rumah kelinci, sedangkan tulisan feature seperti rumah pada umumnya. Dengan pintu masuk kedalam rumah tulisan feature itu sendiri, berupa Deskripsi.

Deskripsi sendiri berarti menggambarkan dengan menggunakan panca indra. Dalam penulisan deskripsi harus relevan dengan tujuan/pokok/fokus dari tulisan feature yang kita buat. Tujuan dari penulisan deskripsi itu sendiri adalah bertujuan untuk mewakili keingintahuan pembaca, sehingga deskripsi harus spesifik (partikulat). Read the rest of this entry