Komet Minor by Tere Liye – Review Buku

Setelah 3 tahun lebih tidak pernah baca buku, hanya, ngumplek nyari duit. kerja bagai kuda, gak ada libur, yang ada hanya lembur. akhirnya, ditahun ke 3, setelah terakhir baca-baca buku ditahun 2015an, akhirnya, istri saya, membelikan buku dari Tere Liye. diborong semua, maklum, sudah punya duit. coba pas jaman kuliah. hmmm, jangan mimpi. ngirit bos.

yang diborong pun, tidak tanggung-tanggung. hambil 12an buku dari Tere Liye, langsung menghiasi rak buku saya, yang dulu tak pake buat rak pakaian. salah satunya, trilogi novel BUMI.

dari dulu saya pengin beli, tapi gak punya duit, maklumlah ya,.

semua saya baca. untuk trilogi BUMI. dari buku BUMI, BULAN, MATAHARI, BINTANG, KOMET, dan ZEROS dan BATOZAR, saya habiskan dalam kurang lebih 2 mingguan. rata-rata, 1 buku 1 hari. di sela-sela kesibukan.

dan, ya, itu belum selesai, katanya masih ada satu buku lagi, yang bikin penasaran, KOMET MINOR.! dan setelah baca buku KOMET MINOR, ternyata, masih banyak buku lainnya. buset, makin jatuh cinta deh. bocoran, nanti ada Novel NEBULA, kisah tentang orang tua RAIB. PROXIMA CENTAURI, tentang kehidupan di dunia paralel beda KONSTELASI.

oh ya, saya baca buku KOMET MINOR, dari Play Buku, ya. Versi Unedited. Naskah original sebelum masuk dapur editing. dan nantinya di revisi oleh redaksi penerbit. yang nantinya, versi cetaknya akan terbit di bulan Maret 2019.

Jadi, versi yang saya baca ini, belum ada Cover Bukunya, tidak ada, hiasan2 di setiap pindah chapter. gak ada cover belakang. gak ada kata pengantar, daftar isi, dasar teori, batasan teori, rumusan masalah, atau apapun itu. dan bagi saya yang penasaran, itu semua gak penting. hahaha yang paling penting, rasa haus akan kisah lanjutan dari RAIB, ALI, dan SELY. terbayarkan.! titik.

Tapi kena tipu ding.! yang ada, setelah selesai, dalam 5 jam semenjak, tau-tau, ada di play buku. padahal, diterbitkan pada 25 desember 2018. dengan total 384 halaman (penting gak sih). semoga di edisi resminya, bakalan lebih tebel lagi, dan ada tambahan cerita. Kita bakalan lebih penasaran lagi, bagaiman kisah selanjutnya, tentang orang tua RAIB. tentang Kucingnya RAIB yang menurut ALI, dia mendeteksi bahwa kucingnya mempunyai radar kekuatan yang sama, saat ALI mendeteksi keberadaan CEROS di Bor-O-Bdur. Atau juga tentang kisah di Konstelasi PROXIMA CENTAURI, yang sepertinya bakalan di bikin serial novel tersendiri, dengan tokoh utama ST4R dan Q1NG, yang nanti di Novel KOMET MINOR, bertemu dengan RAIB, SELY, ALI, dan BATOZAR (ups), saat mereka baru datang di salah satu kota di KOMET MINOR.

Saat pertama membaca ini, kita langsung nyambung dikisah terakhir di Novel KOMET. gak ada basa basi kaya di novel-novel sebelumnya. yang kadang-kadang kelamaan, saya rada kurang suka. tapi ini, langsung, ngambung dari novel KOMET, saat sang Tanpa Mahkota, mengambil buah di atas pohon.

Dan kejutan-kejutan kenapa RAIB, ALI dan SELY bisa ikut masuk ke KOMET MINOR, silahkan kalian baca sendiri, yang jelas, kalian gak bakalan menyesal, walaupun membeli versi yang unedited. kalian juga bakalan disuguhkan kisah perjalanan, perualangan seru dari mereka. walaupun, kadang, ceritanya gak sesuai, atau kurang puas, mendeskripsikan semuanya, karena kisahnya yang begitu luas. apa yang mau diceritakanpun, butuh imajinasi yang nakal. yang kadang-kadang, apa yang kita imajinasikan, gak sama dikisah selanjutnya, atau percakapan selanjutnya atau bahkan menggantung begitu saja, terserah deh imajinasi kita maunya gimana, disuruh menjawab sendiri.

ya, itu mungkin kekurangan ketika menceritakan kisah yang besar/luas, tapi bukunya, tipis. kurang dari 400halaman. bandingkan dengan novel-novel yang tebalnya sampai 2x dari novelnya bang Tere Liye ini, 800halaman atau sampai ribuan halaman, seperti novel dari J.K Rowling. Maka penjelasan kisahnya pun jadi detail, segala macam imajinasi kita, pelan-pelan bisa terpecahkan secara sepenuhnya saat membaca novel itu sampai selesai. tapi di Novel ini, masih banyak tanda tanya yang belum bisa terjawab. kalau gak dijawab di novel, trus kenapa di ungkapin di novel (mungkin kita disuruh mengimajinasikan sendiri), dan banyak yang nggantung. kadang banyak yang kurang nyambung. karna, bang Tere Liye , di novel seri ini, terlalu luas, bahkan sangat-sangat terlalu luas.

Tapi, dari kekurangan-kekurangan itu, Seri Novel ini, masih patut jadi kebanggaan kita. Seri Novel keren dari Indonesia. patut kita baca berulang-ulang. patut kita koleksi, BELI!, dan dukung literasi di Indonesia.

Mau Mulai dari mana???

Tulisan kemarin (bulan Januari), lama juga, merupakan tulisan yang semoga dijadikan awal, yang nantinya saya akan aktif lagi menulis. tapi sayangnya, kesibukan-kesibukan menghalangi tangan ini untuk sekedar memencet tombol keyboard, sampai-sampai lupa dengan password blog ini, padahal saya menggunakan password yang sama untuk semua akun, maklum, pelupa.

dan kabar gembiranya, saya sudah menikah, hehehe. sudah bukan jomblo lagi, dan dijamin jadi tambah sibuk, sibuk memuaskan istri.hahahaha mumpung halal loh, yang belum halal jangan coba-coba memuskan anak orang, apalagi memuaskan hawa nafsu bejat, gak ada habisnya deh. mending berusaha maksimal, memantaskan diri, agar diberi jalan oleh Allah SWT, yang terbaik loh yah. bukan berarti, mesti langsung menikah. pantas tidaknya kita menikah, itu bukan dari penilaian diri sendiri, tapi oleh Allah, dengan wujud direstui oleh orang tua, dipermudah jalannya. maka perbanyak amalan, biar dikasih jalan tol. hehehe semoga pada nyusul ya…

oh ya, sekarang saya gak bakalan lagi nulis2 soal anime. naruto, one piece dan lain2. tapi saya tetep sebagai penggemar dunia cerita bergambar, hehehe soalnya bukan cuman manga doang. sekarang komik Naruto sudah the end, T.T. saya cuman mantengin manga One Piece dan Bleach. lalu aktif juga mantengin Webtoonnya LINE, banyak komik dari korea dan Indonesia yang sialnya keren-keren ceritanya. hhhh soal film juga gak terlalu, saya jarang update film2 kecuali yang booming, cuman gak terlalu sering, cuman yang ane tunggu2 serial tv seperti Gotham, Holmes, dan Game Of Thrones, lainnya kalau ada waktu aja. tapi kalau yang tiga tadi, wajib dalam kondisi apapun, ane tonton berkali-kali sampe mudeng. kalau nganggur ane ulas tuntas disini dah. hehehe

dan soal teknologi, pergadgetan, perkomputeran, dan informasi teknologi terkini, sayang bin sayang sekali, dulu yang terkendala biaya buat review ini itu karna kekurangan budget, sekarang budget ada tapi mubadzir, karna mending dipake buat bisnis. mau ngereview cuman nulis dari banyak referensi, waktu gak ada, dan perkembangan teknologi yang begitu lesatnya, gak bisa saya ikutin dengan baik.

dan, lain sebagainya, tidak bisa saya ulas di blog ini. maka dari itu, saya coba menimbang timbang, pembahasan apa nantinya akan sering saya tulis disini. mungkin nantinya, saya bisa mencoba meluangkan waktu untuk menulis tentang, artikel atau berita yang menarik dan menggelitik tanganku, untuk saya ulas disini; selain itu ada soal bisnis yang nanti saya curahkan, bener-bener dari pengalaman pribadi, langsung dari nol, sampai bisa sampai sekarang, walaupun tidak bisa menjadi tolak ukur kesuksesan, karna bisnis saya masih dalam skala kecil dan masih kelas kota kecil; juga tentang buku ataupun ilmu, pendidikan, mungkin saya akan lebih sering berbincang mengenai buku (perpustakaan), ilmu agama, ilmu sastra, ilmu elektro (kelistrikan) dan pastinya ilmu manajemen, mungkin akan sedikit2 menulis soal teknologi yang sedikit saya cicipi, atapun banyaklah nanti hal2 yang saya tulis, yg mungkin bisa membantu teman-teman, dan ya mungkin saya masih sedikit tertarik dengan dunia fotografi, walaupun gak punya kamera. hahaha

sekian, istri udah tidur duluan. mau nyusul. hehehe ^-^

Perkembangan puisi di Indonesia – Awal Orde Baru

Rahasia Membutuhkan Kata

Kudeta dan Pembasmian Kudeta

Dalam esai berjudul “Angkatan 66: Bangkitnya Satu Generasi” pakar kritik sastra Indonesia, HB Jassin menuliskan:

“Kini dalam tahun 1966, di Indonesia telah terjadi sebuah peristiwa penting. Peristiwa yang melahirkan angkatan yang menyebut dirinya “Angkatan 66”. Ialah pendobrakan terhadap kebobrokan yang disebabkan oleh penyelewengan negara besar-besaran, penyelewengan yang membawa negara ke jurang kehancuran total. Sebagaimana Chairil Anwar berontak terhadap penjajahan Jepang dalam tahun 1943 dengan “aku ini binatang jalang dari kumpulannya terbuang” kita pun sekarang menyaksikan satu ledakan pemberontakan dari penyair, pengarang, dan cendekiawan, yang telah sekian lama terjajah jiwanya oleh slogan-slogan yang tidak wajar dan tidak sesuai dengan kepribadian bangsa. Tokoh-tokohnya ada pula, tokoh-tokoh yang menjadi matang dalam pergolakan.”

Peristiwa yang disebut Jassin tersebut tentu saja adalah peristiwa pemberontakan PKI pada 30 September 1965. Pada malam itu, enam jendral TNI dibunuh oleh tentara pengawal Presiden, Cakrabirawa, di bawah kepemimpinan Letkol Untung. Pasukan itu juga menduduki stasiun radio dan pusat penerangan. Pada pagi hingga siang 1 Oktober, media massa menyiarkan penjelasan perkembangan terakhir. Lalu di hari yang sama, pembentukan “Dewan Revolusi Indonesia” diumumkan. Koran harian PKI, Harian Rakyat menggambarkan pergerakan itu sebagai aksi yang revolusioner dan patriotik, sambil mengisyaratkan bahwa apa yang terjadi adalah semata-mata persoalan internal dalam tubuh militer.

Dua jendral senior, Mayor Jendral Suharto dan Jendral Nasution, selamat dari pembantaian. Pagi 1 Oktober, mereka mengerahkan batalion militer Jakarta untuk mengambil alih stasiun radio dan kendali kota. Selama seminggu, terjadi beberapa kali bentrokan senjata di Jawa Tengah yang melibatkan organisasi pemuda komunis, Pemuda Rakyat. Pertikaian ini kemudian dihentikan oleh Tentara Para Komando yang juga dikirim oleh Suharto. Diakui atau tidak Partai Komunis Indonesia benar-benar terlibat dalam kudeta tersebut dengan dukungan yang terlihat pada rencana rahasia di koran mereka dan dengan terlihatnya keinginan besar para pemudanya untuk menyerang musuh lamanya, Tentara Indonesia. Sebagai reaksi atas pengkhianatan yang terang-terangan ini, pecahlah perang sipil dalam skala luas meliputi Sumatra, Jawa, dan Bali, ketika para pemuda Muslim mulai menyerang mereka yang dianggap sebagai anggota partai komunis, bahkan sering kali termasuk mereka yang hanya sebagai simpatisan. Perkiraan jumlah yang terbunuh sekitar 78.000 sampai satu juta orang. Lanjutkan membaca “Perkembangan puisi di Indonesia – Awal Orde Baru”

Tahap-tahap untuk menulis Novel atau Cerpen [FIKSI]

Mist over countryside in Southwest England.

Karena seringnya membaca buku, dan bisa dibilang sebagai hobi yang semakin mengasyikan–menggeser hobi fotografi. Muncul keinginan dalam hati untuk membuat sebuah novel fiksi. Dan, ya semoga keinginan ini bisa terwujud. hehehe walaupun belum proses ‘penggarapan’, hanya baru membaca novel lebih intens dari biasanya.

Sekalian berbagi ilmu dengan teman-teman, saya akan menulis tahap-tahap menulis novel atau cerpen disini. 😀

Beberapa tips yang bisa dipraktekan saat menulis novel atau cerpen.:

  1. Tema
    Sebelum menulis, kita tentukan dulu tema yang akan kita ambil. Degan sudah ditentukkannya suatu tema cerita, bisa membantu kita untuk menghubungkan antara setting dan plot satu dengan yang lainnya setiap kali kita bercerita/berkisah. Maka akan menghubungkan kisah awal dan akhir cerita, dengan tetap mengikuti garis batas tema yang sudah kita miliki. Tentukan juga inti cerita kita. Walaupun kita ingin memperluas tema, kita harus tetap berfokus pada inti yang sudah kita buat.
  2. Tempo
    Dalam penulisan sebuah novel atau cerpen, kita harus mampu menjalin kisah menjadi sebuah cerita yang aktif serta mampu mengundang rasa penasaran pembaca untuk membacanya. Cerita dalam sebuah cerpen yang efektif biasanya memiliki tempo yang pendek, sedangkan novel cukup panjang. Tujuan penggambaran tempo adalah utnuk menjalin suatu kejadian dalam kehidupan karakter utama, yaitu berupa gambaran akan kejadian sehari-hari.
  3. Setting
    Keterbatasan penyampaian kata-kata dalam novel atau cerpen–mengharuskan kita untuk secara efektid menggunakan bahasa serta memilih setting cerita yang pas, yang bisa menggambarkan tempat kejadian secara tepat sehingga mampu mendukung jalannya cerita. Buatlah setting tempat semenarik mungkin agar pembaca seolah merasakan suasana yang sesungguhnya ingin kita ungkapkan.
  4. Penokohan
    Untuk menjaga efektifitas cerita, sebuah cerpen sedikitnya harus memiliki tiga tokoh utama. Terlalu banyak tokoh malah bisa mengaburkan jalannya cerita. Jangan sampai kita terjebak dalam penokohan. Jika bisa fokuskan cerita mengenai tokoh utama untuk mendukung alur cerita.
  5. Dialog
    Kemampuan penulis membuat dialog dalam novel atau cerpen akan sangat membantu membangun karakter tokoh. Dialog-dialog tersebut sebaiknya mampu memunculkan tema cerita, bukannya malah melenceng dari tema cerita yang sudah kita tetapkan diawal.
  6. Alur
    Cerita fiksi dikatakan menarik jika penulisnya mampu menyajikan alur cerita yang mengalir lancar serta mudah dan enak diikuti. Baca artikel eka kurniawan bagaimana membuat alur yang menarik pembaca, yang diibaratkan seperti berhubungan sex. Oleh karena itu, pastikan alur cerita bisa membuat pembaca merasa penasaran. Teknik membuat alur cerita yang baik dimulai dari kalimat paragraf pembuka yang menarik (ada kejutan) sehinga bisa menggiring rasa penasaran pembaca untuk mengetahui apa yang akan terjadi selanjutnya.
  7. Baca Ulang
    Ini adalah rutinitas yang harus dilakukan seorang penulis. Walaupun nanti bakalan dibaca ulang oleh editor, tapi setidaknya kita berkawajiban untuk membaca ulang tulisan yang kita buat. Karena biasanya pada saat kita membaca ulang tulisan kita, kita bisa memperbaiki kesalahan yang biasanya tidak disadari pada saat pertama menulis.

Lanjutkan membaca “Tahap-tahap untuk menulis Novel atau Cerpen [FIKSI]”

Belajar Penulisan Feature

source: http://writerscentre.ie/
source: http://writerscentre.ie/

Sebenarnya saya mendapat kelas kuliah feature sudah lama, tanggal 7 maret 2014, sudah 20 hari. Tapi baru sempet mau nulis disini. Kelas yang berlangsung 3 hari itu diselenggarakan oleh LPM HIMMAH UII, dan sebagai pemateri yaitu seorang penulis lepas, alumni di HIMMAH juga, yaitu Fahri Salam.

Langsung saja, apa sih itu feature? bisa dibilang tulisan feature merupakan tulisan yang tidak terikat dengan aturan seperti 5W+1H, tentu saja mengabaikan metode piramida terbalik. Feature juga bisa dibilang suatu bentuk tulisan yang menarik karena didalamnya terdapat Human Interest, dan juga penulisan yang bebas membuat tulisan menjadi kreatif dan tidak terikat oleh kaidah bahasa jurnalistik. Kalau diibaratkan seperti rumah, tulisan straight news (5W+1H/piramida terbalik) bisa diibaratkan seperti rumah kelinci, sedangkan tulisan feature seperti rumah pada umumnya. Dengan pintu masuk kedalam rumah tulisan feature itu sendiri, berupa Deskripsi.

Deskripsi sendiri berarti menggambarkan dengan menggunakan panca indra. Dalam penulisan deskripsi harus relevan dengan tujuan/pokok/fokus dari tulisan feature yang kita buat. Tujuan dari penulisan deskripsi itu sendiri adalah bertujuan untuk mewakili keingintahuan pembaca, sehingga deskripsi harus spesifik (partikulat). Lanjutkan membaca “Belajar Penulisan Feature”

Resensi Film Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck: Film Drama yang Melucu dan Membosankan

Poster Film

Pertama kali diajak untuk menonton film ini oleh teman saya untuk mengisi akhir pekan di bulan terakhir tahun 2013 ini di salah sartu bioskop di Jogja. Sebenarnya saya tidak terlalu suka untuk membuang-buang waktu saya di bioskop dengan menonton film Indonesia, apalagi di sana ada tontonan yang lebih bagus The Hobbit dan juga The Hunger Game 2. Karena diajak oleh teman saya, mau tidak mau harus ikut apa yang mereka tonton.

Sebenarnya ini film menarik, saat melihat bahwa film ini diadaptasi dari Novel dengan judul yang sama karangan dari Hamka. Sudah tidak dipertanyakan lagi kualitasnya, walaupun saya sendiri belum membaca novel aslinya. Mungkin sudah menjadi tren dimana film2 di Indonesia semuanya diangkat dari novel2 yang laris dipasaran, sehingga tidak heran apabila filmnya hanya mengejar profit dengan menumpang nama dari buku yang sudah duluan terkenal. Bagus memang, dan itu juga diharapkan oleh pecinta buku, yang ingin melihat cerita itu bisa ditampilkan dilayar lebar. Tapi sayangnya kita sering menyesal dengan kualitas film yang disajikan tidak sesuai dengan ekspektasi yang diharapkan pembaca. Film yang disajikan tidak sesuai dengan buku aslinya, banyak elemen-elemen penting yang dihilangkan, entah karena apa. Tentu sudah menjadi perhitungan oleh produser film tersebut. Lanjutkan membaca “Resensi Film Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck: Film Drama yang Melucu dan Membosankan”

Marketing Mix [Product, Price, Promotion, and Place]

Kemarin dapet tugas dari mata kuliah Kewirausahaan untuk membuat usaha untuk dijadikan sebagai Tugas Akhir mata kuliah tersebut. wuih, saat itu tak bisa tipu2 mengenai bisnis boongan (karena dulu temanku pernah bikin usaha bohongan untuk matkul yang sama). Sekarang dosennya beda, dan saya respect dengan dosen yang satu ini, gak mau saya maen tipu-tipu. hehehe Langsung saja capcus, pinjam buku manajemen di perpus, ciaaat, dapet deh 2 buku. Yang pertama buku tentang study kelayakan bisnis dan cara menjual. wuih, ternyata pusing bukan main, semuanya tulisan-tulisan mutar-muter yang intinya sama, sering saya membacanya di skip2 gak jelas. beda jauh kalau lagi baca novel keren… :p

Tapi dari kedua buku yang saya pinjam itu, cuman materi marketing mix, yang kayaknya jangan ditinggalkan, makanya saya ringkas dan di posting disini. Biar kalau membutuhkan tinggal, klik blog sendiri. hehehe

Lanjutkan membaca “Marketing Mix [Product, Price, Promotion, and Place]”

Berita adalah Jendela Dunia ?

http://blog.homesecuritystore.com/
http://blog.homesecuritystore.com/

Dalam satu bukunya yang sangat berpengaruh, Making News, Tuchman mengawalinya dengan ilustrasi yang menarik. Katanya, “berita adalah jendela dunia. Melalui berita, kita mengetahui apa yang terjadi Aceh, di Papua, dan di Jakarta. Melalui berita, kita mengetahui apa saja yang dilakukan oleh elit politik di Jakarta, kehidupannya, kegiatannya. Tetapi apa yang kita lihat, apa yang kita ketahui, dan apa yang kita rasakan mengenai dunia itu tergantung pada jendela yang kita pakai. Pandangan lewat jendela itu, tergantung pada apakah jendela yang kita pakai besar atau kecil. Jendela yang besar dapat melihat lebih luas, sementara jendela kecil membatasi pemandangan kita. apakah jendela itu berjeruji ataukah tidak. Apakah jendela itu bisa dibuka lebar ataukah hanya bisa dibuka setengahnya. Apakah lewat jendela itu kita bisa melihat secara bebas ke luar ataukah kita hanya bisa mengintip di balik jerujinya. Yang paling penting, apakah jendela itu terletak dalam rumah yang punya posisi tinggi ataukah dalam rumah yang terhalang oleh rumah lain. Dalam berita, jendela itu yang kita sebut sebagai frame (bingkai). Lanjutkan membaca “Berita adalah Jendela Dunia ?”

BPJS dan Orientasi Jaminan Sosial di Indonesia

Dalam setiap perubahan selalu muncul pertanyaan mendasar, apakah perubahan itu akan menciptakan kemajuan, atau setidaknya dapat memperbaiki kehidupan masyarakat? Pertanyaan ini bukan hal yang mudah dijawab, sebab perubahan lebih bersifat relatif pada pencapaian tujuannya. memang, sebuah perubahan selalu diharapkan akan menciptakan tatanan yang lebih baik. Sama halnya dengan hadirnya BPJS–sebagai ‘anak kandung’ UU SJSN, juga berorientasi untuk mewujudkan sosok jaminan sosial yang ideal, yakni mengakomodasi masyarakat secara adil dan universal. Namun, dapatkah hal itu diwujudkan? Semua pasti akan ditentukan oleh negara sendiri sebagai pelaksana jaminan sosial dengan kemampuan yang dimilikinya.

ORIENTASI JAMINAN SOSIAL BARU VIS A VIS EKSPEKTASI SOSIAL

Telah diketahui bahwa BPJS merupakan lembaga hasil peleburan empat BUMN penyelenggara jaminan sosial sebelumnya, yaitu PT Jamsostek, Askes, Taspen, dan Asabri. Transformasi ini tidak sesederhana yang kita bayangkan, sebab keempat BUMN ini memiliki aset masing-masing, dengan sumber premi yang dibayar oleh peserta. Bertransformasi berarti juga harus mengatur kembali aset-aset perusahaan dan hak kepersetaan yang sudah ada. Oleh karena itu, kebijakan merelakan peleburan BUMN tersebut diwarnai sikap pro dan kontra antara masyarakat (peserta) dengan pemerintah, maupun antara pemerintah dengan legislatif, sebab masing-masing pihak memperjuangkan kepentingannya dalam jaminan sosial (Diskusi MAP Corner – Klub MKP, 18 Oktober 2011). Pro-Kontra tersebut cukup ‘alot’, bahkan memakan waktu yang lama untuk merumuskan bentuk BPJS yang akan hadir mengelola jaminan sosial tersebut. Lanjutkan membaca “BPJS dan Orientasi Jaminan Sosial di Indonesia”