Perkembangan puisi di Indonesia – Awal Orde Baru

Rahasia Membutuhkan Kata

Kudeta dan Pembasmian Kudeta

Dalam esai berjudul “Angkatan 66: Bangkitnya Satu Generasi” pakar kritik sastra Indonesia, HB Jassin menuliskan:

“Kini dalam tahun 1966, di Indonesia telah terjadi sebuah peristiwa penting. Peristiwa yang melahirkan angkatan yang menyebut dirinya “Angkatan 66”. Ialah pendobrakan terhadap kebobrokan yang disebabkan oleh penyelewengan negara besar-besaran, penyelewengan yang membawa negara ke jurang kehancuran total. Sebagaimana Chairil Anwar berontak terhadap penjajahan Jepang dalam tahun 1943 dengan “aku ini binatang jalang dari kumpulannya terbuang” kita pun sekarang menyaksikan satu ledakan pemberontakan dari penyair, pengarang, dan cendekiawan, yang telah sekian lama terjajah jiwanya oleh slogan-slogan yang tidak wajar dan tidak sesuai dengan kepribadian bangsa. Tokoh-tokohnya ada pula, tokoh-tokoh yang menjadi matang dalam pergolakan.”

Peristiwa yang disebut Jassin tersebut tentu saja adalah peristiwa pemberontakan PKI pada 30 September 1965. Pada malam itu, enam jendral TNI dibunuh oleh tentara pengawal Presiden, Cakrabirawa, di bawah kepemimpinan Letkol Untung. Pasukan itu juga menduduki stasiun radio dan pusat penerangan. Pada pagi hingga siang 1 Oktober, media massa menyiarkan penjelasan perkembangan terakhir. Lalu di hari yang sama, pembentukan “Dewan Revolusi Indonesia” diumumkan. Koran harian PKI, Harian Rakyat menggambarkan pergerakan itu sebagai aksi yang revolusioner dan patriotik, sambil mengisyaratkan bahwa apa yang terjadi adalah semata-mata persoalan internal dalam tubuh militer.

Dua jendral senior, Mayor Jendral Suharto dan Jendral Nasution, selamat dari pembantaian. Pagi 1 Oktober, mereka mengerahkan batalion militer Jakarta untuk mengambil alih stasiun radio dan kendali kota. Selama seminggu, terjadi beberapa kali bentrokan senjata di Jawa Tengah yang melibatkan organisasi pemuda komunis, Pemuda Rakyat. Pertikaian ini kemudian dihentikan oleh Tentara Para Komando yang juga dikirim oleh Suharto. Diakui atau tidak Partai Komunis Indonesia benar-benar terlibat dalam kudeta tersebut dengan dukungan yang terlihat pada rencana rahasia di koran mereka dan dengan terlihatnya keinginan besar para pemudanya untuk menyerang musuh lamanya, Tentara Indonesia. Sebagai reaksi atas pengkhianatan yang terang-terangan ini, pecahlah perang sipil dalam skala luas meliputi Sumatra, Jawa, dan Bali, ketika para pemuda Muslim mulai menyerang mereka yang dianggap sebagai anggota partai komunis, bahkan sering kali termasuk mereka yang hanya sebagai simpatisan. Perkiraan jumlah yang terbunuh sekitar 78.000 sampai satu juta orang. Lanjutkan membaca “Perkembangan puisi di Indonesia – Awal Orde Baru”

Tahap-tahap untuk menulis Novel atau Cerpen [FIKSI]

Mist over countryside in Southwest England.

Karena seringnya membaca buku, dan bisa dibilang sebagai hobi yang semakin mengasyikan–menggeser hobi fotografi. Muncul keinginan dalam hati untuk membuat sebuah novel fiksi. Dan, ya semoga keinginan ini bisa terwujud. hehehe walaupun belum proses ‘penggarapan’, hanya baru membaca novel lebih intens dari biasanya.

Sekalian berbagi ilmu dengan teman-teman, saya akan menulis tahap-tahap menulis novel atau cerpen disini. ūüėÄ

Beberapa tips yang bisa dipraktekan saat menulis novel atau cerpen.:

  1. Tema
    Sebelum menulis, kita tentukan dulu tema yang akan kita ambil. Degan sudah ditentukkannya suatu tema cerita, bisa membantu kita untuk menghubungkan antara setting dan plot satu dengan yang lainnya setiap kali kita bercerita/berkisah. Maka akan menghubungkan kisah awal dan akhir cerita, dengan tetap mengikuti garis batas tema yang sudah kita miliki. Tentukan juga inti cerita kita. Walaupun kita ingin memperluas tema, kita harus tetap berfokus pada inti yang sudah kita buat.
  2. Tempo
    Dalam penulisan sebuah novel atau cerpen, kita harus mampu menjalin kisah menjadi sebuah cerita yang aktif serta mampu mengundang rasa penasaran pembaca untuk membacanya. Cerita dalam sebuah cerpen yang efektif biasanya memiliki tempo yang pendek, sedangkan novel cukup panjang. Tujuan penggambaran tempo adalah utnuk menjalin suatu kejadian dalam kehidupan karakter utama, yaitu berupa gambaran akan kejadian sehari-hari.
  3. Setting
    Keterbatasan penyampaian kata-kata dalam novel atau cerpen–mengharuskan kita untuk secara efektid menggunakan bahasa serta memilih setting cerita yang pas, yang bisa menggambarkan tempat kejadian secara tepat sehingga mampu mendukung jalannya cerita. Buatlah setting tempat semenarik mungkin agar pembaca seolah merasakan suasana yang sesungguhnya ingin kita ungkapkan.
  4. Penokohan
    Untuk menjaga efektifitas cerita, sebuah cerpen sedikitnya harus memiliki tiga tokoh utama. Terlalu banyak tokoh malah bisa mengaburkan jalannya cerita. Jangan sampai kita terjebak dalam penokohan. Jika bisa fokuskan cerita mengenai tokoh utama untuk mendukung alur cerita.
  5. Dialog
    Kemampuan penulis membuat dialog dalam novel atau cerpen akan sangat membantu membangun karakter tokoh. Dialog-dialog tersebut sebaiknya mampu memunculkan tema cerita, bukannya malah melenceng dari tema cerita yang sudah kita tetapkan diawal.
  6. Alur
    Cerita fiksi dikatakan menarik jika penulisnya mampu menyajikan alur cerita yang mengalir lancar serta mudah dan enak diikuti. Baca artikel eka kurniawan bagaimana membuat alur yang menarik pembaca, yang diibaratkan seperti berhubungan sex. Oleh karena itu, pastikan alur cerita bisa membuat pembaca merasa penasaran. Teknik membuat alur cerita yang baik dimulai dari kalimat paragraf pembuka yang menarik (ada kejutan) sehinga bisa menggiring rasa penasaran pembaca untuk mengetahui apa yang akan terjadi selanjutnya.
  7. Baca Ulang
    Ini adalah rutinitas yang harus dilakukan seorang penulis. Walaupun nanti bakalan dibaca ulang oleh editor, tapi setidaknya kita berkawajiban untuk membaca ulang tulisan yang kita buat. Karena biasanya pada saat kita membaca ulang tulisan kita, kita bisa memperbaiki kesalahan yang biasanya tidak disadari pada saat pertama menulis.

Lanjutkan membaca “Tahap-tahap untuk menulis Novel atau Cerpen [FIKSI]”

Belajar Penulisan Feature

source: http://writerscentre.ie/
source: http://writerscentre.ie/

Sebenarnya saya mendapat kelas kuliah feature sudah lama, tanggal 7 maret 2014, sudah 20 hari. Tapi baru sempet mau nulis disini. Kelas yang berlangsung 3 hari itu diselenggarakan oleh LPM HIMMAH UII, dan sebagai pemateri yaitu seorang penulis lepas, alumni di HIMMAH juga, yaitu Fahri Salam.

Langsung saja, apa sih itu feature? bisa dibilang tulisan feature merupakan tulisan yang tidak terikat dengan aturan seperti 5W+1H, tentu saja mengabaikan metode piramida terbalik. Feature juga bisa dibilang suatu bentuk tulisan yang menarik karena didalamnya terdapat Human Interest, dan juga penulisan yang bebas membuat tulisan menjadi kreatif dan tidak terikat oleh kaidah bahasa jurnalistik. Kalau diibaratkan seperti rumah, tulisan straight news (5W+1H/piramida terbalik) bisa diibaratkan seperti rumah kelinci, sedangkan tulisan feature seperti rumah pada umumnya. Dengan pintu masuk kedalam rumah tulisan feature itu sendiri, berupa Deskripsi.

Deskripsi sendiri berarti menggambarkan dengan menggunakan panca indra. Dalam penulisan deskripsi harus relevan dengan tujuan/pokok/fokus dari tulisan feature yang kita buat. Tujuan dari penulisan deskripsi itu sendiri adalah bertujuan untuk mewakili keingintahuan pembaca, sehingga deskripsi harus spesifik (partikulat). Lanjutkan membaca “Belajar Penulisan Feature”

Berhati-hatilah saat kau merasa Rindu

puisi-rindu-buat-kekasih-yang-jauh

Pernahkan engkau merasakan merindukan sesuatu yang dulu engkau kutuki. Pernahkah kau merindu sesuatu yang dulu kau sesali, pernahkah engkau merasa ada yang kurang didalam hidupmu, dan kau merindukan sesuatu, sesuatu yang entah apa itu. Sesuatu yang masih abu-abu, tak kasat mata, namun hati merindukannya. Saya harap semua orang pernah merasakannya, agar tidak cuman saya yang mengalami hal tersebut.

Kubuka buku La Tahzan, karena logikaku tak mampu menghilangkan kerinduan hati ini. Dan sampai pada sebuah sub bab “Hati-hati dengan Rindu”, sungguh pas dengan apa yang ingin ku ketahui. Saya tak pernah menyelesaikan buku La Tahzan, karena setiap membacanya sedikit, saya menemukan jawaban yang membuat hatiku bersedih (lebay banget) hhh. Dan saat membukanya kembali, bim salabim, saaya menemukan apa yang harus kubaca.

Dalam buku itu tertulis (dalam bahasa Indonesia), Jangan pernah merindukan sesuatu secara berlebihan. Karena, yang demikian itu menyebabkan kegelisahan yang tak pernah padam. ¬†Seorang muslim akan bahagia ketika ia dapat mengatasi keluhan, kesedihan, dan kerinduan. Demikian pula ketika ia dapat mengatasi keterasingan, keterputusan, dan keterpisahan yang dikeluhkan para penyair. Betapapun yang demikian itu adalah tanda kehampaan hati. Lanjutkan membaca “Berhati-hatilah saat kau merasa Rindu”

Resensi Film Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck: Film Drama yang Melucu dan Membosankan

Poster Film

Pertama kali diajak untuk menonton film ini oleh teman saya untuk mengisi akhir pekan di bulan terakhir tahun 2013 ini di salah sartu bioskop di Jogja. Sebenarnya saya tidak terlalu suka untuk membuang-buang waktu saya di bioskop dengan menonton film Indonesia, apalagi di sana ada tontonan yang lebih bagus The Hobbit dan juga The Hunger Game 2. Karena diajak oleh teman saya, mau tidak mau harus ikut apa yang mereka tonton.

Sebenarnya ini film menarik, saat melihat bahwa film ini diadaptasi dari Novel dengan judul yang sama karangan dari Hamka. Sudah tidak dipertanyakan lagi kualitasnya, walaupun saya sendiri belum membaca novel aslinya. Mungkin sudah menjadi tren dimana film2 di Indonesia semuanya diangkat dari novel2 yang laris dipasaran, sehingga tidak heran apabila filmnya hanya mengejar profit dengan menumpang nama dari buku yang sudah duluan terkenal. Bagus memang, dan itu juga diharapkan oleh pecinta buku, yang ingin melihat cerita itu bisa ditampilkan dilayar lebar. Tapi sayangnya kita sering menyesal dengan kualitas film yang disajikan tidak sesuai dengan ekspektasi yang diharapkan pembaca. Film yang disajikan tidak sesuai dengan buku aslinya, banyak elemen-elemen penting yang dihilangkan, entah karena apa. Tentu sudah menjadi perhitungan oleh produser film tersebut. Lanjutkan membaca “Resensi Film Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck: Film Drama yang Melucu dan Membosankan”

Sensor Kamera Digital

Didalam kamera DSLR ada sesuatu yang sangat penting yang selalu di lingdungi oleh kita, yaitu sebuah sensor. Sensor ini juga menentukan kualitas (cahaya dan warna) dari gambar yang kita dapatkan. Tentu kita bertanya-tanya tentang apa itu sensor, dan bagaimana sensor pada kamera bekerja ?

Sebuah kamera digital menggunakan jutaan susunan rongga lampu kecil atau “photosites” untuk merekam sebuah gambar. Ketika kita menekan tombol rana kamera dan eksposur dimulai , masing-masing susunan rongga (photosites) tersebut menerima cahaya yang ditemukan untuk dikumpulkan lalu menyimpan foton. Setelah paparan (cahaya) selesai, kamera menutup masing-masing photosites ini, dan kemudian mencoba untuk menilai berapa banyak foton yang jatuh. Jumlahnya relatif dari foton dalam setiap rongga, kemudian diurutkan ke dalam berbagai tingkat intensitas, yang presisinya ditentukan oleh bit depth ( 0-255 untuk 8-bit (1byte) gambar).

Catatan: 8 bit per pixel mampu menampung 256 warna, dan ini biasanya digunakan pada kamera VGA. Kalau kita punya kamera di handphone yang kualitasnya VGA, maka sensornya hanya mampu menampung 256 warna. Sedangkan 1 bit sendiri menampung 2 warna, biasanya disebut monochrome atau bisa dilang hanya hitam dan putih. Mungkin apabila ada kesempatan kita bakalan membahas lebih banyak tentang bit depth.

Warna dengan 8 bit per pixel
Warna dengan 8 bit per pixel
cavity array
Cavity Array (Susunan Rongga)
lights cavities
Lights Cavities (Rongga Cahaya)

Lanjutkan membaca “Sensor Kamera Digital”

Marketing Mix [Product, Price, Promotion, and Place]

Kemarin dapet tugas dari mata kuliah Kewirausahaan untuk membuat usaha untuk dijadikan sebagai Tugas Akhir mata kuliah tersebut. wuih, saat itu tak bisa tipu2 mengenai bisnis boongan (karena dulu temanku pernah bikin usaha bohongan untuk matkul yang sama). Sekarang dosennya beda, dan saya respect dengan dosen yang satu ini, gak mau saya maen tipu-tipu. hehehe Langsung saja capcus, pinjam buku manajemen di perpus, ciaaat, dapet deh 2 buku. Yang pertama buku tentang study kelayakan bisnis dan cara menjual. wuih, ternyata pusing bukan main, semuanya tulisan-tulisan mutar-muter¬†yang intinya sama, sering saya membacanya di skip2 gak jelas. beda jauh kalau lagi baca novel keren… :p

Tapi dari kedua buku yang saya pinjam itu, cuman materi marketing mix, yang kayaknya jangan ditinggalkan, makanya saya ringkas dan di posting disini. Biar kalau membutuhkan tinggal, klik blog sendiri. hehehe

Lanjutkan membaca “Marketing Mix [Product, Price, Promotion, and Place]”

Peningkatan Ketahanan Pangan Dengan Swasembada Beras

Beras merupakan tanaman yang cocok di cuaca sub-tropis Indonesia.

PENDAHULUAN

Ketahanan pangan merupakan penentu dalam stabilitas nasional suatu negara. Pada saat ini ketahanan pangan di Indonesia mengalami penurunan, banyak sekali kebutuhan pangan yang haru mengimpor dari luar negeri. Hal tersebut merupakan sebuah keprihatinan tersendiri, mengingat Indonesia merupakan negara yang luas, berpulau-pulau, mempunyai garis pantai yang sangat panjang, dan juga tanah yang sangat subur. Oleh karena itu ketahanan pangan ini, harus ditingkatkan untuk mensejahterakan masyarakat.

Ketahanan pangan sendiri menurut literatur memiliki 5 unsur yang harus dipenuhi :

1. Berorientasi pada rumah tangga dan individu,

2. Dimensi watu setiap saat pangan tersedia dan dapat diakses,

3. Menekankan pada akses pangan rumah tangga dan individu, baik fisik, ekonomi dan sosial,

4. Berorientasi pada pemenuhan gizi,

5. Ditujukan untuk hidup sehat dan produktif.

Salah satu target yang akan dicapai kementrian pertanian dalam rangka mewujudkan ketahanan pangan adalah dengan melakukan swasembada beras.

Indonesia merupakan negara dengan jumlah penduduk dengan tingkat pertumbuhan yang tinggi. Penduduk Indonesia pada tahun 2011 diperkirakan mencapai 241 juta jiwa1. Pada tahun 2011, data BPS menunjukkan bahwa tingkat konsumsi beras mencapai 139kg/kapita lebih tinggi dibanding dengan Malaysia dan Thailand yang hanya berkisar 65kg – 70kg perkapita pertahun. Beras sebagai makanan pokok utama masyarakat Indonesia sejak tahun 1950 semakin tidak tergantikan meski roda diversifikasi konsumsi sudah lama digulirkan, hal ini terlihat bahwa pada tahun 1950 Konsumsi beras nasional sebagai sumber karbohidrat baru sekitar 53% Bandingkan dengan tahun 2011 yang telah mencapai sekitar 95%.

Dalam rencana strategis Kementerian Pertanian menempatkan beras, sebagai satu dari lima komoditas pangan utama. Kementerian Pertanian mentargetkan pencapaian swasembada dan swasembada berkelanjutan atas tanaman pangan pada tahun 2010-2014 yakni padi, jagung, kedelai, kacang tanah, kacang hijau, ubi kayu, ubi jalar Karena padi sudah pada posisi swasembada mulai 2007, maka target pencapaian selama 2010-2014 adalah swasembada berkelanjutan dengan sasaran produksi padi sebesar 75,7 juta ton GKG (Gabah Kering Giling).

¬† Lanjutkan membaca “Peningkatan Ketahanan Pangan Dengan Swasembada Beras”

Permasalahan Demografi Kependudukan Di Indonesia

Kelebihan penduduk, khususnya di Indonesia harus menjadi permasalahan serius yang harus di tangani sedini mungkin.

PENDAHULUAN

Menurut data yang didapat dari Bank Dunia (The World Bank), mengenai jumlah penduduk di Indonesia terus meningkat dari tahun ke tahun. Tercatat pada tahun 1960 jumlah penduduk di Indonesia mencapai angka 88,6927 juta, dan tercatat juga pada tahun 2012 jumlah penduduk di Indonesia mencapai 246,8642 juta penduduk. Terdapat sebanyak 36 % kenaikan yang terjadi, dan sebagian besar peningkatan jumlah penduduk terdapat di tanah jawa.

Berbagai macam program yang telah dijalankan oleh pemerintahan Indonesia, diantaranya adalah program KB (Keluarga Berencana). Tapi, untuk mengatasi permasalahan pendudukan di Indonesia bukan hanya dengan menggunakan program KB, yang hanya bisa menekan jumlah penduduk dan pertumbuhan.

Melonjaknya tingkat kependudukan di Indonesia bukan disebabkan hanya pada jumlah penduduk dan pertumbuhannya saja. Tapi banyak juga dari berbagai faktor, diantaranya adalah faktor persebaran dan kepadatan, tingkat kesehatan, tingkat pendidikan, dan tingkat pendapatan.

Banyak para ahli berpendapat bahwa, akibat dari tidak meratanya penyebaran penduduk, kesehatan, pendidikan, dan pendapatan yang akan menyebabkan melonjaknya jumlah penduduk. Faktor budaya juga termasuk dalam penyebab melonjaknya tingkat penduduk di Indonesia. Masih banyaknya masyarakat yang berfikiran bahwa ‚Äúbanyak anak, banyak rezeki‚ÄĚ. Pada kenyataanya, semakin banyak keluarga maka akan meningkatkan kebutuhan akan hidup yang layak. Sehingga, tingkat kemiskinan di Indonesia akan terus melonjak dari tahun ke tahun.

Untuk mengatasi segala penyebabnya, pemerintah sudah melakukan program-program yang telah dibuat. Namun pengimplementasian yang kurang baik, menyebabkan program-program tersebut tidak berjalan sesuai dengan harapan.