Permasalahan menuju Piala Dunia Brasil

source: http://www.tribunnews.com/

Luiz Felipe Scolari, pelatih Timnas Brazil, membuat sebuah pernyataan sebelum pertandingan semifinal Liga Champions antara jagoan saya Chelsea melawan Atletico Madrid. Menurut Scolari, Chelsea harus kalah dalam semifinal tersebut. Alasannya sederhana, tidak mau empat pemain Brazil yang ada di skuat Chelsea (David Luiz, Oscar, Ramires, dan Willian) mengalami cedera sebelum pagelaran Piala Dunia di Brasil, 12 juni 2014. Sontak saja saya merasa kesal dengan hal tersebut, apalagi pada saat pertandingan leg kedua Atletico Madrid berhasil menang 1-3 di Stamford Bridge, kandang Chelsea, dan membuat Chelsea gagal lolos ke Final Lisbon, Portugal.

Kekesalan terjadi juga di negeri Brazil sana, masyarakat banyak berdemo menentang pagelaran even sepak bola empat tahunan itu. Tentu, kekesalan itu bukan karena Chelsea yang akhirnya tidak lolos ke Final Liga Champions yang seperti saya rasakan, akan tetapi karena alasan lain. Salah satu yang paling besar adalah masalah banyaknya biaya untuk membangun stadion baru dan biaya untuk merenovasi stadion untuk perhelatan piala dunia 2014 itu. Bayangkan saja, pada stadion Garrincha yang semula hanya menelan biaya 250 juta dollar kini naik menjadi 900 juta dollar, melambungnya biaya pembuatan tersebut mendapat sorotan tajam dari rakyat Brasil.

Pemerintahan Brasil sepertinya terlalu sibuk dengan urusan dalam stadion sehingga lupa dengan permasalahan yang ada di luar stadion. Permasalahan kemiskinan, fasilitas-fasilitas publik, pendidikan, lapangan kerja, kesehatan, kasus kekerasan, pelanggaran HAM, dan masih banyak permasalahan lainnya yang menjadi pemantik kemarahan rakyat Brasil.

Menurut pesepakbola legendaris Brasil, Zico, menilai pemerintahan gagal memanfaatkan peluang Piala Dunia untuk menyejahterakan rakyatnya. Zico atau yang sering kali disebut “Pele Putih” itu menyayangkan tidak ada fasilitas-fasilitas publik yang manfaatnya bisa langsung dirasakan rakyat Brasil. Di tambah lagi dengan terlalu besarnya uang yang digelontorkan untuk menyiapkan stadion. Akibatnya, tidak ada dana untuk perbaikan fasilitas umum yang bisa dinikmati rakyat Brasil.

“Stadion-stadion dibangun sebagian besar dengan uang rakyat dan rakyat tidak suka dengan ini. Padahal, ketika penyelenggara memenangi hak menjadi tuan rumah Piala Dunia, mereka mengatakan bahwa uang rakyat hanya akan digunakan untuk proyek-proyek infrastruktur,” papar pemain yang telah berusia 63 tahun ini kepada Correre Dello Sport.

Timnas Brasil

Pemain muda Brasil, Neymar, dalam akun jejaring sosial instragram menulis, “Saya sedih atas semua yang terjadi di Brasil. Saya selalu yakin bahwa tidak perlu untuk sampai di titik ini, untuk menguasai jalan, menuntut transportasi yang lebih baik, kesehatan, pendidikan, dan keselamatan. Ini semua urusan pemerintah.” Neymar, David Luiz, dan para pemain Brasil lainnya tak luput dari sasaran kemarahan para demonstran.

Baru-baru ini bus yang mengangkut para pemain Timnas Brasil untuk berangkat dari bandara menuju base camp tim dihadang oleh para demonstran. Aksi demonstran ini merupakan lanjutan dari aksi-aksi sebelumnya, mereka menendang dan memukul bus yang berisi penggawa Selecao–julukan timnas Brasil, tak hanya itu sekelompok pendemo juga menempelkan stiker-stiker anti-Piala Dunia di badan bus skuad Brasil.

Menanggapi aksi demonstran yang tidak surut ini legenda Brasil, Pele, yang merupakan penasihat Komite Penyelenggara, mengkritik pemilihan waktu demonstrasi oleh para demonstran. Menurut Pele, protes yang dilakukan akhir-akhir ini dinilai semakin tidak membantu terselenggaranya Piala Dunia dengan rapi dan baik. “Rakyat semestinya berdemonstrasi ketika Brasil dipilih untuk mengorganisasikan Piala Dunia dan bukan sekarang karena Piala Dunia sudah sangat dekat,” ujar pemain berusia 73 tahun itu yang telah memenangi tiga Piala Dunia itu menambahkan.

Permasalahan semakin pelik ketika pelatih timnas Brasil, Scolari, tersandung kasus kriminal terkait penggelapan pajak. Menanggapi demonstran, melalui Carlos Alberto Parreira yang menjadi Asistem Pelatih, mengatakan, aksi demonstrasi itu hanya masalah kecil, dan tidak akan mengganggu timnas Brasil. “Saya yakin semua orang akan mendukung Timnas Brasil. Tidak bakal ada yang memusuhinya,” papar mantan pemain timnas Brasil tahun 1994 ini.

Perhelatan even terbesar di jagat raya ini hanya tinggal menghitung hari lagi. Persiapan-persiapan yang dilakukan untuk merampungkan stadion sedang dikebut untuk bisa selesai sebelum kick-off, 12 juni 2014. Selain banyaknya rakyat yang menolak Piala Dunia 2014 di Brasil masih banyak pula rakyat Brasil yang menginginkan penyelenggaraan Piala Dunia berjalan dengan baik, begitu juga saya sebagai pecinta olahraga bola bundar ini. Dan seharusnya pemerintahan tidak serta merta menutup mata untuk kesejahteraan rakyatnya hanya karena terlalu senang untuk menjadi tuan rumah Piala Dunia, sehingga tidak perlu ada spanduk-spanduk protes seperti, “Miliaran untuk Piala Dunia FIFA, tidak ada rumah untuk korban banjir bandang 2011.” yang berjejeran di negeri samba tersebut.

About nafi

Panggil saja Piul. :) Lahir 5 Juni 1992, di kota Tegal dari rahim seorang Ibu yang sangat cantik seperti bidadari, yang selalu dilindungi oleh seorang ayah yang hebat layaknya Malaikat dalam hidupku. Nafiul Mualimin sebagai nama dan doa yang mereka berikan padaku... Kata an-Nafi (asmaul husna - yang memberi manfaat) dan Mualim (orang mukmin yang berilmu). Menjadi orang yang bermanfaat dalam ilmu merupakan tujuan saya hidup didunia ini !

Posted on Juni 5, 2014, in Dunia, Ekonomi, Jurnalistik, Writing and tagged , , , , , , , . Bookmark the permalink. 2 Komentar.

  1. Ga bisa bayangin kalo diadain di Indonesia :v

    http://bimsala.com/ <== mohon bantu kami dalam pengembangan sosmed ini…

  2. Untungnya tidak lolos jdi tuan rumah piala dunia. Hhh

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: