Keluh Kesah Ustad

KELUH KESAH USTAD

Ustad itu sederhana
pakaiannya besar seperti rapper
Sabuk celananya longgar dan rusak
pecinya berlubang tak bisa ditambal

Itu bukan zuhud
bukan tidak cinta dunia
lalu cinta akhirat
yang dihatinya,
dipercayai, seyakin-yakinnya

Ustad itu
hidupnya serba pas2an
pusing motor bututnya sering mogok
pusing biayai kuliah istrinya

Untungnya
dia tak kufur atas nikmat-Nya
Alhamdulillah,
Si ustad rajin sholat

Ah, saya keasyikan ngobrol dengannya
saya lupa shalat dzuhur
Pamit shalat,
sayapun akhiri puisi ini.
_____
6 februari 2014, rumah tercinta. Bumiayu – Brebes

Puisi ini aq bikin saat lagi gencar2nya di berita, seorang ustad yang melakukan hal yang senonor. Dan saat bercerita soal ‘hidup’ dengan saudaraku yg jadi ustad ‘kampung’. Sungguh suatu ironi.

About nafi

Panggil saja Piul. :) Lahir 5 Juni 1992, di kota Tegal dari rahim seorang Ibu yang sangat cantik seperti bidadari, yang selalu dilindungi oleh seorang ayah yang hebat layaknya Malaikat dalam hidupku. Nafiul Mualimin sebagai nama dan doa yang mereka berikan padaku... Kata an-Nafi (asmaul husna - yang memberi manfaat) dan Mualim (orang mukmin yang berilmu). Menjadi orang yang bermanfaat dalam ilmu merupakan tujuan saya hidup didunia ini !

Posted on Maret 14, 2014, in Puisi, Renungan, Writing and tagged . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: