Peningkatan Ketahanan Pangan Dengan Swasembada Beras

Beras merupakan tanaman yang cocok di cuaca sub-tropis Indonesia.

PENDAHULUAN

Ketahanan pangan merupakan penentu dalam stabilitas nasional suatu negara. Pada saat ini ketahanan pangan di Indonesia mengalami penurunan, banyak sekali kebutuhan pangan yang haru mengimpor dari luar negeri. Hal tersebut merupakan sebuah keprihatinan tersendiri, mengingat Indonesia merupakan negara yang luas, berpulau-pulau, mempunyai garis pantai yang sangat panjang, dan juga tanah yang sangat subur. Oleh karena itu ketahanan pangan ini, harus ditingkatkan untuk mensejahterakan masyarakat.

Ketahanan pangan sendiri menurut literatur memiliki 5 unsur yang harus dipenuhi :

1. Berorientasi pada rumah tangga dan individu,

2. Dimensi watu setiap saat pangan tersedia dan dapat diakses,

3. Menekankan pada akses pangan rumah tangga dan individu, baik fisik, ekonomi dan sosial,

4. Berorientasi pada pemenuhan gizi,

5. Ditujukan untuk hidup sehat dan produktif.

Salah satu target yang akan dicapai kementrian pertanian dalam rangka mewujudkan ketahanan pangan adalah dengan melakukan swasembada beras.

Indonesia merupakan negara dengan jumlah penduduk dengan tingkat pertumbuhan yang tinggi. Penduduk Indonesia pada tahun 2011 diperkirakan mencapai 241 juta jiwa1. Pada tahun 2011, data BPS menunjukkan bahwa tingkat konsumsi beras mencapai 139kg/kapita lebih tinggi dibanding dengan Malaysia dan Thailand yang hanya berkisar 65kg – 70kg perkapita pertahun. Beras sebagai makanan pokok utama masyarakat Indonesia sejak tahun 1950 semakin tidak tergantikan meski roda diversifikasi konsumsi sudah lama digulirkan, hal ini terlihat bahwa pada tahun 1950 Konsumsi beras nasional sebagai sumber karbohidrat baru sekitar 53% Bandingkan dengan tahun 2011 yang telah mencapai sekitar 95%.

Dalam rencana strategis Kementerian Pertanian menempatkan beras, sebagai satu dari lima komoditas pangan utama. Kementerian Pertanian mentargetkan pencapaian swasembada dan swasembada berkelanjutan atas tanaman pangan pada tahun 2010-2014 yakni padi, jagung, kedelai, kacang tanah, kacang hijau, ubi kayu, ubi jalar Karena padi sudah pada posisi swasembada mulai 2007, maka target pencapaian selama 2010-2014 adalah swasembada berkelanjutan dengan sasaran produksi padi sebesar 75,7 juta ton GKG (Gabah Kering Giling).

 

RUMUSAN MASALAH

  1. Keadaan ketahanan pangan di Indonesia ?
  2. Bagaimana pendapat dunia mengenai ketahanan pangan ?
  3. Bagaimana caranya untuk memberikan ketersidiaan pangan ?
  4. Dari mana sumber ketersediaan pangan ?

PEMBAHASAN

Pengertian Ketahanan Pangan

Dari perspektif sejarah istilah ketahanan pangan (food security) dalam kebijakan pangan dunia pertama kali digunakan tahun 1971 oleh PBB untuk membebaskan dunia terutama negara-negara berkembang dari krisis produksi dan suply makanan pokok. Jadi dapat dikatakan bahwa munculnya ketahanan pangan karena terjadi krisis pangan dan kelaparan.

Fokus ketahanan pada masa itu menitikberatkan pada pemenuhan kebutuhan pokok dan membebaskan daerah dari krisis pangan yang nampak pada definisi ketahanan pangan oleh PBB sebagai berikut: “food security is availability to avoid acute food shortage in the even of wide spread coop vailure or other disaster”.

Selanjutnya definisi tersebut disempurnakan pada International Conference of Nutrition 1992 yang disepakati oleh pimpinan negara anggota PBB sebagai berikut: Ketahanan pangan adalah tersedianya pangan yang memenuhi kebutuhan setiap orang baik dalam jumlah dan mutu pada setip saat untuk hidup sehat, aktif dan produktif. Di Indonesia, secara formal dalam dokumen perencanaan pembangunan nasional, istilah kebijakan dan program ketahanan pangan di adop sejak 1992 (Repelita VI) yang definisi formalnya dicantumkan dalam Undang-undang No. 7 Tahun 1996 tentang Pangan, pasal 1 angka 17 menyatakan bahwa “Ketahanan Pangan adalah kondisi terpenuhinya pangan bagi rumah tangga yang tercermin dari tersedianya pangan yang cukup, baik jumlah maupun mutunya, aman, merata, dan terjangkau”. Pengembangan ketahanan pangan mempunyai perspektif pembangunan yang sangat mendasar karena:

1. Akses terhadap pangan dengan gizi seimbang merupakan hak yang paling azasi bagi manusia

2. Keberhasilan dalam pengembangan kualitas sumber daya manusia sangat ditentukan oleh keberhasilan pemenuhan kecukupan konsumsi pangan dan gizi

3. Ketahanan pangan merupakan basis atau pilar utama dalam mewujudkan ketahanan ekonomi dan ketahanan nasional yang berkelanjutan.

Dapat dikatakan ketahanan pangan merupakan konsentrasi untuk mewujudkan akses setiap individu untuk memperoleh pangan yang bergizi. Dalam ketahanan pangan terdapat 3 (tiga) komponen penting pembentukan ketahanan pangan yaitu: produksi dan ketersediaan pangan, jaminan akses terhadap pangan, serta mutu dan keamanan pangan.

Berdasarkan definisi ketahanan pangan dalam UU RI No. 7 tahun 1996 yang mengadopsi FAO (Food Association Organization) , didapat 4 komponen yang harus dipenuhi untuk mencapai kondisi ketahan pangan yaitu:

1. Kecukupan ketersediaan pangan

2. Stabilitas ketersediaan pangan

3. Fluktuasi dari musim ke musim atau dari tahun ke tahun

4. Aksesibilitas/keterjangkauan terhadap pangan serta

5. Kualitas/keamanan pangan

Pangan adalah segala sesuatu yang berasal dari sumber hayati dan air, baik yang diolah maupun tidak diolah, yang diperuntukkan sebagai makanan atau minuman bagi konsumsi manusia, termasuk bahan tambahan pangan, bahan baku pangan, dan bahan lain yang digunakan dalam proses penyiapan, pengolahan, dan/ atau pembuatan makanan atau minuman.

 

Sumber Ketersediaan Pangan

Ketersediaan pangan menurut PP No.68 tahun 2002 tentang Ketahanan Pangan tersebut harus diutamakan bersumber dari dalam negeri. Pasal 3 peraturan pemerintah tersebut menyatakan bahwa Sumber penyediaan pangan berasal dari produksi pangan dalam negeri, cadangan pangan, dan pemasukan pangan. Pemasukan pangan dilakukan apabila produksi pangan dalam negeri dan cadangan pangan tidak mencukupi kebutuhan konsumsi dengan tetap memperhatikan kepentingan produksi dalam negeri.

Penyediaan produksi pangan dalam negeri untuk makanan pokok umumnya dilakukan dengan melakukan swasembada pangan.

Cadangan Pangan pada PP No. 68 tahun 2002 didefinisikan sebagai berikut:Cadangan pangan nasional adalah persediaan pangan di seluruh wilayah untuk konsumsi manusia, bahan baku industri dan untuk menghadapi keadaan darurat. Cadangan pangan nasional terdiri atas:

a. Cadangan pangan pemerintah desa

b. Cadangan pangan pemerintah kabupaten/kota

c. Cadangan pemerintah propinsi

d. Cadangan pemerintah pusat.

Cadangan pangan pemerintah adalah cadangan pangan tertentu bersifat pokok di tingkat nasional sebagai persediaan pangan pokok tertentu, misalnya beras, sedangkan di tingkat daerah dapat berupa pangan pokok masyarakat di daerah setempat. Cadangan pangan pemerintah pusat dijadikan sebagai stok beras nasional dan dikelola oleh PERUM Bulog.

Telah disebutkan di atas bahwa sumber penyediaan pangan selaian produksi dalam negeri dan cadangan nasional juga terkait dengan pemasukkan pangan, Untuk melakukan pemasukkan pangan wajib mengikuti ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku di antaranya:

1. Peraturan Menteri Keuangan No.13/PMK.011/2011 tentang perubahan kelima atas PMK No.110/PMK010/2006 tentang Penetapan Sistem Klasifikasi Barang dan Pembebanan Tarif Bea Masuk Atas Barang Impor.

2. Peraturan Menteri Keuangan No.241/PMK.011/2010 tentang perubahan keempat atas PMK No.110/PMK010/2006 tentang Penetapan Sistem Klasifikasi Barang dan Pembebanan Tarif Bea Masuk Atas Barang Impor.

3. Surat Menteri Perdagangan No.47/M-DAG/1/2011 Penyesuaian terhadap tarif Bea Masuk Impor dan Beberapa Produk Pangan dan Bahan Pangan.

Kebijakan ketahanan pangan dalam aspek ketersediaan dan kerawanan pangan diarahkan untuk: (a) meningkatkan dan menjamin kelangsungan produksi dalam negeri menuju kemandirian pangan; (b) mengembangkan kemampuan pengelolaan cadangan pangan pemerintah dan masyarakat secara sinergis dan partisipatif; dan (c) mencegah dan menanggulangi kondisi rawan pangan secara dinamis.

Swasembada Pangan

Untuk mencapai Program Ketahanan Pangan ada 2 pilihan yaitu dengan cara swasembada pangan atau kecukupan pangan9. Swasembada pangan diartikan sebagai pemenuhan kebutuhan pangan, yang sejauh mungkin berasal dari pasokan domestik dengan meminimalkan ketergantungan pada perdagangan pangan. Dilain pihak konsep kecukupan pangan dalah sangat berbeda dengan konsep swasembada pangan, menuntut adanya kemampuan menjaga tingkat nasional merupakan prakondisi penting dalam memupuk ketahanan pangan dan stabilitas harga.

Ketahanan pangan nasional selama ini dicapai melalui kebijaksanaan swasembada pangan dan stabilitas harga. Oleh sebab itu pemantapan swasembada beras merupakan salah satu fokus dalan terwujudnya ketahanan pangan. Hal ini dalam rangka mewujudkan Visi, Misi dan Tujuan dari Kementrian Pertanian yang terdapat dalam Peraturan Menteri Pertanian Nomor: 15/Permentan/Rc.110/1/2010 Tentang Rencana Strategis Kementerian Pertanian 2010-2014. Berikut merupakan beberapa Visi, misi dan tujuan kementrian pertanian yang terkait penetapan target pelaksanaan swasembada beras sebagai penunjang terwujudnya swasembada beras adalah:

Visi : “Terwujudnya Pertanian Industrial Unggul Berkelanjutan Yang Berbasis Sumberdaya Lokal Untuk Meningkatkan Kemandirian Pangan, Nilai Tambah, Daya Saing, Ekspor dan Kesejahteraan Petani.”

Misi :

a. mewujudkan sistem pertanian berkelanjutan yang efisien, berbasis iptek dan sumberdaya lokal, serta berwawasan lingkungan melalui pendekatan sistem agribisnis.

b. Menciptakan keseimbangan ekosistem pertanian yang mendukung keberlanjutan peningkatan produksi dan produktivitas untuk meningkatkan kemandirian pangan.

c. Menjadikan petani yang kreatif, inovatif, dan mandiri serta mampu memanfaatkan iptek dan sumberdaya lokal untuk menghasilkan produk pertanian berdaya saing tinggi.

Tujuan :

1. Mewujudkan sistem pertanian industrial unggul berkelanjutan yang berbasis sumberdaya lokal.

2. Meningkatkan dan memantapkan swasembada berkelanjutan

Sesuai amanat dalam Undang-Undang No. 17 tahun 2007 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) 2005-2025, Indonesia saat ini memasuki periode Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) tahap ke-2 (2010-2014), setelah periode RPJMN tahap ke-1 (2005-2009) berakhir. Pada Periode tahap ke-1 PJMN yakni 2005-2009 untuk produksi padi departemen Pertanian telah mencapai hasil yang positif yakni telah berhasil mencapai swasembada.

Swasembada pangan merupakan target utama kementrian Pertanian dalam rangka mewujudkan Ketahanan Pangan. Seperti yang tercantum dalam Peraturan Menteri Pertanian No. 15/Permentan/Rc.110/1/2010 selama lima tahun ke depan (2010-2014), dalam membangun pertanian di Indonesia, Kementerian Pertanian mencanangkan 4 (empat) target utama, yaitu:

1. Pencapaian Swasembada dan Swasembada Berkelanjutan.

2. Peningkatan Diversifikasi Pangan.

3. Peningkatan Nilai Tambah, Daya Saing,

OPINI

Bukan lautan hanya kolam susu .. katanya.

Tapi kata kakekku, hanya orang-orang kaya yang bisa minum susu.

 

Kail dan jala cukup menghidupimu, tiada badai tiada topan kau temui .. katanya.

Tapi kata kakekku, ikannya diambil nelayan-nelayan asing.

 

Ikan dan udang datang menghampirimu .. katanya.

Tapi kata kakekku, ssstt.. ada udang di balik batu.

 

Orang bilang tanah kita tanah surga .. katanya.

Tapi kata dokter intel, yang punya surga cuma pejabat-pejabat.

 

Tongkat kayu dan batu jadi tanaman .. katanya.

Tapi kata dokter intel, kayu-kayu kita dijual ke negara tetangga.

 

Orang bilang tanah kita tanah surga, tongkat kayu dan batu jadi tanaman .. katanya.

Tapi kata kakekku, belum semua rakyatnya sejahtera, banyak pejabat yg menjual kayu dan batu untuk membangun surganya sendiri.

==

Bagi yang sudah pernah menonton film Indonesia yang berjudul “Tanah Surga… Katanya”. Saat acara 17 belasan agustus, yang dibacakan oleh salman, murid yang tinggal diberbatasan Indonesia – Malaysia, di Kalimantan. Saat mendengar puisi tersebut—atau membacanya, sering sekali tubuh rasanya merinding. Betapa tidak, puisi yang didapat dari salah satu lagu kolam susu ini sangat menggambarkan keadaan di Indonesia.

Di tahan yang katanya surga ini, kita masih banyak permasalahan untuk bisa swasembada beras, apalagi untuk  ketahanan pangan. Indonesia merupakan negara yang kaya, siapa yang tidak tahu kalau negara ini kaya raya ? kita semua tahu, tapi seperti halnya pepatah, kita ini seperti ‘bagai tikus yang kelaparan di lumbung padi’. Mungkin tikus-tikus ini lebih pantas di cantumkan kepada para koruptor dinegeri ini, yang sudah kenyang dengan harta haram. Sehingga, potensi kekayaan alam yang sudah diberikan oleh Allah SWT, tidak dimanfaatkan untuk kesejahteraan masyarakat.

Kita tidak perlu membahas tentang bagaimana cara-caranya untuk bisa swasembada beras, apalagi untuk ketahanan pangan yang lainnya. Banyak orang pintar di negeri ini, yang bisa merencanakan solusi untuk permasalahan di Indonesia. Tapi konsep saja tidak cukup, realisasi dari pemerintah dan masyarakat itu sendirilah yang harus kita dorong bersama-sama, untuk Indonesia yang lebih baik.!

=======

tulisan ini di kumpulkan sebagai tugas makalah untuk mata kuliah kewarganegaraan…!

About nafi

Panggil saja Piul. :) Lahir 5 Juni 1992, di kota Tegal dari rahim seorang Ibu yang sangat cantik seperti bidadari, yang selalu dilindungi oleh seorang ayah yang hebat layaknya Malaikat dalam hidupku. Nafiul Mualimin sebagai nama dan doa yang mereka berikan padaku... Kata an-Nafi (asmaul husna - yang memberi manfaat) dan Mualim (orang mukmin yang berilmu). Menjadi orang yang bermanfaat dalam ilmu merupakan tujuan saya hidup didunia ini !

Posted on November 11, 2013, in Artikel, Berita, Dunia, Writing and tagged , , , . Bookmark the permalink. 2 Komentar.

  1. #Lomba menulis artikel & Foto #keadilanpangan #panganlokal #Indonesia hadiah dari @AJIIndo total 10jt. Info : http://bit.ly/NqkdNd

  2. @febri: terimakasih atas informasinya… nanti saya bikin yang baru lagi… hehehe

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: