[curhat] Titik terbawah

Benar apabila kata banyak orang bahwa hidup itu seperti roda, kadang dibawah, kadang ditengah, dan kadang pula diatas. Saat ini, saya merasakan diri ini berasa di titik terbawah, untungnya tak terkena paku dan kempes, sehingga tetap dibawah. dengan menulis, semoga bisa segera memutar roda ini, kembali keatas, bolehlah kempes, dan diriku tetap berada diatas.

Magrib ini, saat menulis curhatan ini, hujan turun sedari sore, saya baru selesai shalat magrib dan sedikit membaca Qur’an. Suaraku masih serak, dan agak terbata-bata saat membaca ayat suci beserta isinya, karena sudah lama–sejak bulan puasa, saya baru kali ini membuka dan membaca-nya. surat Maryam, ayat pertama sampai 15, bercerita tentang Nabi Zakariya yang menginginkan seorang keturunan disaat tubuhnya sudah renta karena tua, dan istrinya mandul tak bisa mengandung. Do’anya di kabulkan oleh Allah SWT, Yahya nama anaknya. Tidak ada yang tidak mungkin di dunia ini, bagi Tuhan Yang Maha Pengasih ini.

Mata ini masih ngantuk, setelah tadi sempat ketiduran sebentar karena cuaca sangat mendukung. Entah apa penyakit ditubuhku ini, tangan akhir-akhir ini sering gemetar kecil dan kaku, saya cari info di internet, itu gejala penurunan kualitas syaraf, atau biasa di panggil tremor (bahasa sehari-hari: buyutan), dan lebih spesifik penyakit parkinson. Yang biasa diderita oleh orang lanjut usia, diatas 40 tahun. tapi saya berumur 21 tahun, apa ini ada hubungannya dengan sakit pinggang, akibat bergesernya tulang pinggang saya, sehingga mengakibatkan syaraf kejepit, yang sempat menyiksaku dulu. Yah, walaupun kadang sering kambuh. Dokter spesialis tulang, hanya memerintahkanku untuk berenang gaya kodok, ah, berenang saja tidak bisa, pikirku.! atau kata spesialis syaraf, yang dua kali konsultasi hanya diberi obat penghilang rasa sakit, dan diperintahkan untuk terus datang setiap minggunya, ah, menghabiskan uang saja.! sampai sekarang, masih sedikit nyeri kalau terlalu sering duduk, jadi kadang malas kalau mengikuti rapat lembaga, apalagi kalau terlalu banyak berdebat, yang mereka pikir sebagai proses dialektika. hah. terlalu intelek, mbok ya bioso ae, teriak hatiku kesal karena pinggang sudah terasa linu, teriak untuk berbaring.

Saya memang bukan orang miskin yang tidak bisa berobat ke dokter spesialis sekalipun, hanya saja malas berhadapan dengan dokter. Golongan darah sendiri saja tidak tahu, karena takut + malas diambil darah, walaupun tahu sakitnya hanya sebentar. malas rasanya. Walaupun saya mencintai gadis, seorang dokter. hahaha cinta yang rumit, jangan dibahas.

Sebenarnya didekat kosan ada dokter spesialis syaraf, yang baru saya ketahui, akhir-akhir ini. Tadi niatnya mau memeriksakan keluhan ini dengan dokter, tapi saat mengetik tulisan ini, terlihat lancar, dengan menggunakan 10 jariku. cusss, tak ada kendala. Mungkin ini adalah penyebab dari, titik terbawah dalam hidupku. Hidup tidak sehat, telat shalat, jauh dari Allah SWT, dan yah masa muda, terlalu banyak mengerjakan hal yang tidak perlu.

Setelah berhenti merokok hampir 1 tahun lamanya, karena terkena penyakit paru-paru basah, atau bronkitis, yang menyiksaku selama satu bulan. akhirnya saya melanjutkan merokok, akhir-akhir ini. 1 bungkus rokok saya habiskan dalam satu hari. rasanya nikmat, seperti melepas kerinduan. yah, walaupun rokoknya sudah ganti, yang agak ringan. karena pas dicoba menggunakan rokok lama, paru-paru langsung menolak dengan batuk dan pening dikepala. Meski berat, untuk menyatakan ini tapi….

Ya, mulai sekarang saya berhenti merokok…! titik.. walau mulut kecut…

eh, tunggu dulu, gak berhenti ngerokok sepenuhnya sih, hanya merokok kalau sehabis makan. hehehe ini pesan ayah saya dulu, menasehati, untuk mengurangi rokok. :p

Sebenarnya masih banyak yang ingin saya curahkan, walaupun sebenarnya, tujuan curhatan kali ini, hanya mengetes, syaraf di tanganku, apakah masih berfungsi dengan baik saat mengetik dengan sepuluh jari… ternyata masih lancar,…

lanjut, menuju titik teratas…!

“Jangan manyumpahi gelap, tapi segera nyalakan lilin” teringat, pepatah orang Afghanistan yang tangguh…!

About nafi

Panggil saja Piul. :) Lahir 5 Juni 1992, di kota Tegal dari rahim seorang Ibu yang sangat cantik seperti bidadari, yang selalu dilindungi oleh seorang ayah yang hebat layaknya Malaikat dalam hidupku. Nafiul Mualimin sebagai nama dan doa yang mereka berikan padaku... Kata an-Nafi (asmaul husna - yang memberi manfaat) dan Mualim (orang mukmin yang berilmu). Menjadi orang yang bermanfaat dalam ilmu merupakan tujuan saya hidup didunia ini !

Posted on November 11, 2013, in Bla bla bla, bla, Coffee Time, Writing. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: