Saatnya Rupiah Minim Nol

Satu Rupiah

Sering sekali saya melihat di beberapa caffe, tempat makan, dan seabagainya menggunakan tambahan huruf ‘K’ dalam menentukan harga. Saat pertama kali melihatnya, saya bertanya, maksud dari huruf K ini apa ? Mungkin huruf K (kilo = 10 pangkat 3) ini digunakan untuk mewakili tiga angka nol yang ada dalam Rupiah Indonesia.

Menghilangkan atau mengganti tiga nol dimaksudkan untuk menyingkat angka nol yang terlalu banyak. Fakta banyaknya yang menghilangkan tiga nol menunjukan bahwa sebenarnya pelaku usaha tersebut secara implisit telah menerapkan apa yang dinamakan redenominasi.

Redenominasi rupiah adalah penyederhanaan jumlah pada denominasi atau pecahan rupiah dan harga barang dan/atau jasa secara bersamaan tanpa mengurangi daya beli. Pada 13 Desember 1965, Indonesia pernah melakukan redenominasi dengan menerbitkan pecahan berdesain baru Rp 1 dengan nilai (daya beli) setara dengan Rp. 1.000 lama.

Rencana tersebut sudah ada Rancangan Undang-Undang Redenominasi yang akan diusulkan sebagai prioritas yang akan dibahas Dewan Perwakilan Rakyat dalam daftar Program Legislasi Nasional pada tahun 2013 ini.

Keharusan redenominasi bukan hanya mengacu pada banyaknya yang secara tidak langsung menghilangkan ataupun mengganti tiga nol pada mata uang Rupiah tapi ada dua alasan lain. Yang pertama adalah terdapat kendala teknik pencatatan data transaksi yang dialami pelaku usaha karena jumlah digit nominal uang rupiah terlalu besar. Dalam suatu kasus, saat krisis keuangan Lehman Brothers pada 2008/2009, sistem penyelesaian transaksi perbankan di Indonesia pernah macet karena frekuensi dan digit transaksi yang terlalu besar. Transaksi ekonomi di Indonesia dalam lima tahun mendatang diperkirakan dapat mencapai 19 digit (termasuk koma).

Alasan kedua adalah kredibilitas nilai rupiah dipersepsikan rendah, karena denominasi (pecahan) rupiah terlalu besar, yaitu terbesar kedua setelah mata uang Vietnam. Jadi setelah rupiah mengalami redenominasi, maka nilai tukar 1 USD Dolar Amerika menjadi 11,425 Rupiah—yang tadinya sampai 11.425 Rupiah.

Dengan adanya Redenominasi ini merupakan berita baik untuk perekonomian di Indonesia, karena dengan pengurangan pecahan rupiah akan banyak manfaat, diantaranya adalah (1) meningkatkan efisiensi; (2) mengatasi kendala teknis akibat banyaknya digit uang rupiah; (3) menghemat biaya penyesuaian infrastruktur sistem pembayaran nasional dan penyimpanan data karena telah berbasis jumlah digit yang sederhana sesuai dengan sistem inernasional; (4) menghemat biaya pengadaan uang dalam jangka panjang; (5) meningkatkan kebanggaan terhadap uang rupiah karena setara untuk memfasilitasi ASEAN Economic Community 2015.

Dan rencana Redenominasi ini akan dilakukan dengan beberapa tahapan. Tahapan pertama ada Sosialisasi (2011-2012), Masa Transisi (2013-2015), penarikan uang lama (2016-2018), dan digunakan secara penuh pada tahun 2022 (mata uang lama tidak berlaku). Walaupun pemerintah menargetkan pelaksanaakn redenominasi mulai 1 Januari 2014 (Masa Transisi, dimana kita bisa menggunakan mata uang baru dan lama), namun menurut Wakil Ketua Komisi XI DPR Harry Azhar Aziz mengatakan bahwa redenominasi paling cepat dimulai pada 1 Januari 2015.

About nafi

Panggil saja Piul. :) Lahir 5 Juni 1992, di kota Tegal dari rahim seorang Ibu yang sangat cantik seperti bidadari, yang selalu dilindungi oleh seorang ayah yang hebat layaknya Malaikat dalam hidupku. Nafiul Mualimin sebagai nama dan doa yang mereka berikan padaku... Kata an-Nafi (asmaul husna - yang memberi manfaat) dan Mualim (orang mukmin yang berilmu). Menjadi orang yang bermanfaat dalam ilmu merupakan tujuan saya hidup didunia ini !

Posted on September 23, 2013, in Artikel, Jurnalistik, Writing and tagged , , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: