Gerhana Matahari cincin Di Indonesia tanggal 9-10 Mei 2013 [Tips dan Trik Foto Gerhana Matahari]

gerhana matahari Cincin

Pada tanggal 9-10 Mei 2013 akan terjadi Gerhana Matahari Cincin (GMC) yang dapat diamati dari Samudra Pasifik, Australia, Singapura, Indonesia (kecuali Sumatera bagian Utara) dan Filipina bagian Selatan.Di Australia dan Pasifik akan mengalami Gerhana Matahari Cincin. Sementara di Indonesia (kecuali Sumatera bagian Utara) akan berupa Gerhana Matahari Sebagian (GMS) pada tanggal 10 Mei 2013 pagi hari.

Klik disini untuk unduh informasi selengkapnya. [1]

Dibawah ini, Tips dan Trik untuk mem-foto Gerhana Matahari
Gerhana matahari sangat menarik untuk difoto. Selain para astronom dan para ilmuwan yang memerlukan rekaman visual atas fenomena alam itu, jutaan hobiis fotografi sedunia pun tertarik untuk menyimpan imaji gerhana matahari dalam koleksi foto mereka. Tulisan Klinik Fotografi Kompas kali ini berisi kiat memotret gerhana matahari berdasarkan pengalaman yang diceritakan tiga orang Indonesia yang melakukan buru foto gerhana matahari total di Chongqing, China, 22 Juli 2009.

Ketiga orang Indonesia itu adalah Edwin Djuanda, Hartono Halim, dan Agatha Bunanta, yang memang para pehobi fotografi berat. Edwin Djuanda yang seorang dokter bahkan sudah memotret gerhana matahari total (GMT) sejak tahun 1983.

Gerhana matahari ada beberapa macam, yaitu gerhana matahari sebagian, gerhana matahari total, dan juga gerhana matahari cincin. Secara umum, memotret gerhana matahari memiliki pola yang sama, yaitu sulit untuk menentukan metering karena kondisi yang unik.

Matahari adalah sumber cahaya yang sangat kuat, sementara langit di sekitarnya bisa dikatakan merupakan parameter yang tidak mengikat alias kita tidak bisa menentukan dengan pasti kepekatan langit dalam foto kita. Saat matahari belum tertutup, pencahayaan sangat kuat; sedangkan setelah matahari tertutup, pencahayaan bisa sangat redup, sementara kita harus mendapatkan imaji dengan kepekatan tertentu agar menghasilkan foto yang bisa disebut rekaman gerhana yang pas.

Agar singkat dan mudah dipahami, baiklah rentetan pengalaman ketiga orang tadi kita rangkum dalam urutan berikut.

Untuk mendapatkan foto gerhana yang baik, kita harus melakukan langkah-langkah sebagai berikut:

1. Pelajari tanggal, jam, dan lokasi pasti kejadian gerhana matahari yang akan kita potret. Sadarilah bahwa kita akan mendapatkan hasil terbaik kalau kita memotret dari tempat yang merupakan pusat GMT karena di titik itu gerhana lebih lama waktunya dibandingkan dengan tempat lain. Memotret gerhana pada musim kemarau suatu tempat jelas akan memberikan langit yang lebih bersih. Tanggal pasti sebuah GMT bisa didapatkan dari pusat-pusat astronomi, bisa dari internet dan bisa juga sudah diberitakan di beberapa media. [2]

2. Durasi. Selain tanggal kejadian dari Gerhana Matahari. Anda juga harus tahu persis waktu dan perkiraan durasi GMT yang akan anda potret.

3. Peralatan = Peralatan utama yang diperlukan adalah kamera dan lensa dengan rentang sekitar 400 sampai 600 milimeter serta sebuah tripod. Kalau rentang lensa itu sulit didapatkan, bisa memakai tambahan tele converter dengan risiko penurunan mutu gambar. Yang tidak boleh dilupakan adalah filter ND tingkat tinggi, seperti ND 400, untuk memotret saat matahari masih terbuka. Sinar matahari memang bisa merusak sensor kamera kalau durasi pemotretan kita terlalu lama. Maka, saat tidak memotret, pasanglah tutup lensa. Harus diingat bahwa saat matahari masih terbuka, sinar yang datang ke kamera kita sangat kuat. Maka, diperlukan filter ND 400 untuk ”menjinakkan” sinar itu. Saat belum terjadi kontak kedua, ISO yang kita pakai selain serendah mungkin, juga diperlukan filter ND 400 itu. Sementara saat antara kontak kedua dan kontak ketiga, filter ND harus segera dilepas, kemudian ganti ISO ke ISO yang tinggi, misalnya ISO 800. Harus diingat, diperlukan ketenangan diri pada sang fotografer. Durasi gerhana yang singkat, dengan pengubahan-pengubahan parameter yang cepat (copot filter, ganti ISO). Harap diperhatikan pula, pemasangan filter ND sebaiknya tidak terlalu ketat alias usahakan agar dalam sekali putaran sudah bisa dilepas dari lensa.

4. Metering yang tepat dalam sekali pengukuran hampir tidak mungkin terjadi. Saat kontak kedua belum terjadi, dengan filter ND terpasang sebaiknya Anda melakukan tes pencahayaan dengan cepat sebelum melakukan pemotretan final.

Keempat poin tadi hanyalah penyederhanaan dari hal-hal penting pada pemotretan gerhana matahari.

=====================

sumber:

[1] http://www.bmkg.go.id/BMKG_Pusat/Geofisika/Tanda_Waktu/GERHANA_MATAHARI_CINCIN_9-10_Mei_2013.bmkg

[2] http://sains.kompas.com/read/2009/08/04/05521694/Kiat.Memotret.Gerhana.Matahari

About nafi

Panggil saja Piul. :) Lahir 5 Juni 1992, di kota Tegal dari rahim seorang Ibu yang sangat cantik seperti bidadari, yang selalu dilindungi oleh seorang ayah yang hebat layaknya Malaikat dalam hidupku. Nafiul Mualimin sebagai nama dan doa yang mereka berikan padaku... Kata an-Nafi (asmaul husna - yang memberi manfaat) dan Mualim (orang mukmin yang berilmu). Menjadi orang yang bermanfaat dalam ilmu merupakan tujuan saya hidup didunia ini !

Posted on Mei 3, 2013, in Artikel, Berita, Dunia, Lain-lain, Photography, Tips dan Trik and tagged , , , , , , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: