Majalah Tempo : Ancaman Defisit Energi

minyak sumur

Lonjakan investasi migas tahun depan belum mampu menghindarkan Indonesia dari ancaman defisit energi. Pemerintah perlu membuat terobosan.

DIAM-DIAM Widhyawan menyimpan gelisah. Bebannya sebagai Deputi Perencanaan Satuan Kerja Sementara Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SK Migas) memang sedikit berkurang. Setelah bekerja maraton satu setengah bulan di Hotel Sheraton Bandara, Tangerang, anak buahnya sukses merampungkan evaluasi akhir program kerja dan anggaran
tahun depan yang disodorkan 296 kontraktor.

Hasilnya cukup membuat senang Jero Wacik, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral sekaligus Ketua SK Migas, sepanjang acara paparan kinerja 2012 dan rencana 2013 di kantornya pekan lalu. Rencana anggaran pengeluaran kon-traktor-yang selalu diakui pemerintah sebagai investasi migas tahun depan diperkirakan mencapai US$ 26,2 miliar atau sekitar Rp 244 triliun, naik dari tahun ini, yang hanya US$ 15,6 miliar.

Persoalannya, meski investasi naik, dana yang digelontorkan kontraktor eksplorasi tak bergerak di kisaran US$ 2,8 miliar. Jika ditambah kegiatan pencarian sumur minyak baru oleh kontraktor produksi yang hanya 10 persen dari total biaya, investasi kegiatan eksplorasi hanya sekitar US$ 5 miliar. “Sudah lama tak ada temuan baru cadangan minyak raksasa. Sepertinya ini akan berlanjut,” kata Widhyawan melepas resahnya kepada Tempo, Rabu pekan lalu.

Jika situasi tak berubah, menurut Widhyawan, tahun depan Indonesia belum melangkah dari persoalan yang sudah berlangsung dalam dua dekade terakhir: cadangan minyak terus tekor karena produksi besar-besaran tak dibarengi temuan baru yang signifikan.

Tahun ini, dari 47 rencana pengembangan (POD) kontraktor yang disetujui, hanya 35 POD yang bisa dicatat menambah cadangan terbukti. Itu pun jumlahnya hanya sekitar 75 juta barel. Paling banter hanya menambah 2.000 barel per hari. “Ini tragis.”

Hasil kajian BP, raksasa minyak asal Inggris, menunjukkan hingga tahun lalu cadangan terbukti minyak Indonesia tersisa 4 miliar barel dari 5,9 barel pada 1991. Bandingkan dengan Cina dan India, yang cadangannya masing-masing hanya berkurang 800 juta dan 400 juta barel. Lebih mengenaskan bila dibandingkan dengan negeri tetangga, Malaysia, yang justru sukses menambah cadangannya sebesar 2,2 miliar barel.

Tak adanya temuan sumur raksasa baru menyebabkan produksi minyak terus turun seiring dengan semakin tuanya lapangan lama. Boleh saja pemerintah optimistis asumsi produk minyak siap jual (lifting) dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara sebesar 900 ribu barel per haribakal tercapai. Namun, merujuk pada program kerja dan ang-garan-yang beberapa tahun terakhir lebih realistis-produksi minyak tahun depan hanya 857,8 ribu barel per hari, sedikit lebih tinggi daripada usulan kontraktor, 845,5 ribu barel per hari.

Deputi Pengendalian Operasi SK Migas Gde Pradnyana menilai tantangan terberat tahun depan ialah meyakinkan investor agar melaksanakan janji-janjinya. Beberapa tahun terakhir, realisasi investasi eksplorasi memang meningkat, tapi selalu hanya separuh dari yang telah disepakati dalam program kerja dan anggaran. “Problem kontraktor bukan hanya perizinan dan lahan, tapi juga kemampuan keuangan mereka yang sebagian besar terbatas,” katanya.

Hingga kini tercatat ada 304 kontraktor minyak. Sebanyak 74 di antaranya merupakan kontraktor yang telah memproduksi di wilayah kerja mereka. Sisanya baru melakukan eksplorasi. Celakanya, selama pengelolaan migas dibuka lebar satu dasawarsa terakhir, bermunculan kontraktor yang ternyata tak mampu menggarap ladangnya. Bahkan, dalam penyusunan program kerja dan anggaran 2013 lalu, delapan kontraktor tak diketahui lagi keberadaannya. Kantor mereka sudah pindah tanpa kejelasan alamat baru.

Toh, kontraktor tak mau disalahkan sendirian. Mereka menunjuk banyaknya persoalan yang harus dihadapi: dari lapangan yang sudah tua, berbelitnya perizinan, hingga berlarut-larutnya urusan pembebasan lahan.

Menurut bos PT Medco Energi Internasional Tbk yang juga Presiden Indonesian Petroleum Association, Lukman Mahfoedz, kontraktor berharap pemerintah membakukan SK Migas sebagai pengganti Badan Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi, yang dibubarkan Mahkamah Konstitusi pertengahan November lalu. Dia juga berharap kontrak bagi hasil produksi tetap ditaati. “Agar iklim kondusif, sehingga semua investor konsentrasi mencari cadangan minyak dan gas serta memproduksinya dengan cepat,” ujarnya.

Menghadapi situasi seretnya temuan sumur minyak baru, pengamat energi Kardaya Warnika mendesak pemerintah segera menyusun terobosan, terutama berfokus mengembangkan energi baru-ter-barukan. Hingga kini, dia menilai, pemerintah masih ogah-ogahan mendukung pengembangan sumber energi alternatif.

Investasi energi baru-terbarukan tahun ini hanya mencapai US$ 310 juta dari target anggaran perubahan US$ 460 juta. Walhasil, sumbangan energi baru-terbarukan terhadap pasokan energi nasional tahun ini masih berkutat di bawah lima persen dari seharusnya sudah mencapai tujuh persen. “Kalau begini terus, target kontribusi 25 persen pada 2025 sulit tercapai,” kata Kardaya, yang Agustus lalu pensiun sebagai Direktur Jenderal Energi Baru dan Terbarukan.

Dia mencontohkan, pemerintah hingga kini belum memutuskan harga jual listrik tenaga air dan sampah yang sudah diajukan Juli lalu. Padahal pengembangan listrik tenaga air seharusnya menjadi andalan untuk mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar fosil. Laporan Master Plan Study for Hy-dropower Development oleh Nippon Koei tahun lalu mengungkapkan potensi tenaga air yang bisa dikembangkan di Indonesia mencapai 26.321 megawatt. “Tanpa terobosan, ancaman defisit energi dalam waktu kurang dari satu dekade ke depan tak akan bisa dihindari.”

——–

disini kita bisa lihat, statistika dari minyak dunia pada tahun 2012:

statistical_review_of_world_energy_full_report_2012

—————–

Saya pikir apa yang disampaikan oleh Kardaya Warnika agar pemerintah lebih mengedepankan pengembangan energi alternatif, bukan saja memfokuskan diri kepada energi dari fosil–yang banyak orang memprediksi akan habis dalam jangka waktu 20-25 tahun mendatang–sangat tepat mengingat konsumsi dari migasl yang makin menggurita di Indonesia. Kalau kita melihat negara maju seperti negara-negara di Amerika, Eropa, dan beberapa negara Asia (seperti India, Jepang, Korea dsb), dalam pengembangan energi alternatif, mereka banyak sekali menciptakan suatu terobosan-terobosan baru untuk menciptakan energi pengganti dari migas. Mereka memanfaatkan  energi yang lebih ramah dan tak pernah habis, misalnya matahari, angin, air dan sebagainya yang diproyeksikan akan menjadi energi masa depan.

Saya berharap, pemerintah tidak hanya menyedot kekayaan alam (migas) di Indonesia saja, tanpa memikirkan masa depan. Tanpa memikirkan dampak yang akan terjadi apabila kekayaan alam itu disedot terus-menerus, apalagi yang menikmati hasil kekayaan alam itu orang luar. Sangat disayangkan. Banyak sekali masyarakat di Indonesia yang menemukan sebuah terobosan baru dalam hal energi alternatif, tapi sayangnya, pemerintah tidak memberikan perhatian yang lebih. Banyak dari mereka yang didanai oleh negara luar, bahkan menggunakan biaya sendiri. Sangat disayangkan, apabila Sumber Daya Manusia di Indonesia tidak dimanfaatkan sebaik-baiknya.

——————————–

source:

majalah tempo edisi 6 januari 2013, halaman 124-125

http://www.bp.com

About nafi

Panggil saja Piul. :) Lahir 5 Juni 1992, di kota Tegal dari rahim seorang Ibu yang sangat cantik seperti bidadari, yang selalu dilindungi oleh seorang ayah yang hebat layaknya Malaikat dalam hidupku. Nafiul Mualimin sebagai nama dan doa yang mereka berikan padaku... Kata an-Nafi (asmaul husna - yang memberi manfaat) dan Mualim (orang mukmin yang berilmu). Menjadi orang yang bermanfaat dalam ilmu merupakan tujuan saya hidup didunia ini !

Posted on Januari 29, 2013, in Artikel, Berita, Dunia, Ekonomi, Engineering Life, Jurnalistik and tagged , , , , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: