Organisasi yang kuat adalah organisasi yang selalu merapatkan barisan dan meluruskan shaf

merapatkan barisan, tak ada celah sedikitpun.

Pernahkah kita melakukan shalat berjamaah, lalu sang imam mengatakan (setelah Iqomah) Sawwu shufuu fakum fa inna taswiyatash shufuufi min tamamishsholat ? yang kalau diartikan “Luruskan shaf-shaf kalian, karena sesungguhnya meluruskan shaf termasuk kesempurnaan sholat”, karena tak jarang imam yang menggunakan bahasa Indonesia untuk menyuruh jamaahnya untuk merapatkan barisan shalat.

سَوُّوْا صُفُوْفَكُمْ فَإِنَّ تَسْوِيَةَ الصَّفِّ مِنْ تَمَامِ الصَّلاَةِ

“Luruskan shaf-shaf kalian, karena sesungguhnya meluruskan shaf termasuk kesempurnaan sholat”. (HR. Muslim no. 433)

Hadist diatas, menjelaskan betapa pentingnya meluruskan shaf.

Dalam shalat berjamaah, siapapun yang berada dishaf paling depan merupakan orang-orang yang mau merapatkan barisan, dan shaf-shaf berikutnya-pun sama, yang mau merapatkan barisannya dan meluruskan shaf. Mengikuti imam.

Imam tidak menyuruh orang yang paling pintar untuk berada di shaf paling depan, maupun orang-orang yang kaya, gagah, dan lain sebagainya. Siapapun, berhak berada di shaf paling depan, tak memperdulikan jabatan, kekayaan, atau apapun yang bersangkutan dengan duniawi.

Begitupun halnya dengan berorganisasi. Yang dibutuhkan dalam berorganisasi adalah orang-orang yang mau berkomitmen berada di garda paling depan, memperjuangkan visi misi dari organisasi yang ia tukangi.

Yang mau merapatkan barisan, melepaskan baju politik, etnis dan segala sesuatu yang bersifat fana. Tak egois, dengan visi dan misi pribadi. Bekerjasama, tanpa perlu melihat dengan siapa ia bekerja sama. Merapatkan barisan, untuk tidak ada celah sedikitpun yang akan mengeroposkan pondasi. bahkan Rasulullah menyatakan bahwa pentingnya merapatkan shaf, adalah agar tidak ada perselisihan didalamnya.

لَتَسُوُّنَّ صُفُوْفَكُمْ أَوْ لَيُخَالِفَنَّ اللهُ بَيْنَ قُلُوْبِكُمْ

“Kalian akan benar-benar meluruskan shaf, atau Allah benar-benar akan membuat hati-hati kalian berselisih”

Meluruskan barisan, meluruskan visi/misi organisasi. Menjadi pelengkap dari bersatunya suatu jamaah, untuk menuju cita-cita yang mulia.

Diatas merupakan salah satu contoh untuk bisa menjadikan organisasi kuat. Yaitu organisasi yang selalu merapatkan barisan dan meluruskan untuk menuju visi/misi yang diemban. Seperti halnya dengan shalat berjamaah, merapatkan barisan dan meluruskan shaf, untuk berdo’a kepada Allah SWT.

Dari sahabat ‘Abdullah bin ‘Umar -radhiallahu Ta’ala ‘anhuma- beliau berkata: Rasulullah -Shallallahu ‘alaihi wasallam- bersabda:

أَقِيْمُوُا صُفُوْفَكُمْ فَإِنَّمَا تَصُفُّوْنَ بِصُفُوْفِ الْمَلاَئِكَةِ, وَحَاذُوْا بَيْنَ الْمَنَاكِبِ وَسَدُّوْا الْخَلَلَ وَلِيْنُوْا بِأَيْدِيْ إِخْوَانِكُمْ وَلاَ تَذَرُوْا فُرُجَاتٍ لِلشَّيْطَانِ. وَمَنْ وَصَلَ صَفًّا وَصَلَهُ اللهُ وَمَنْ قَطَعَ صَفًّا قَطَعَهُ اللهُ عَزَّ وَجَلَّ

“Luruskan shaf-shaf kalian karena sesungguhnya kalian itu bershaf seperti shafnya para malaikat. Luruskan di antara bahu-bahu kalian, isi (shaf-shaf) yang kosong, lemah lembutlah terhadap tangan-tangan (lengan) saudara kalian dan janganlah kalian menyisakan celah-celah bagi setan. Barangsiapa yang menyambung shaf, niscaya Allah akan menyambungnya (dengan rahmat-Nya) dan barangsiapa yang memutuskannya, maka Allah akan memutuskannya (dari rahmat-Nya)”.

Wallahu a’lam

source:

http://al-atsariyyah.com/wajibnya-meluruskan-shaf.html

http://al-atsariyyah.com/wajibnya-merapatkan-dan-meluruskan-shaf.html

Iklan

2 respons untuk ‘Organisasi yang kuat adalah organisasi yang selalu merapatkan barisan dan meluruskan shaf

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s