Wawancara Mahfud MD (Ketua MK) Terhadap Adanya Mafia Narkoba di Kebijakan Grasi

Faktanya Memang Ada Mafia Narkoba

Oleh Erdy Nasrul

Anda menyebut ada permainan madia dalam pemberian grasi, bisa dijelaskan?

Saya sudah membuktikan bahwa saya menduga dan percaya ada pengaruh permainan mafia. Dugaan itu sudah saya buktikan.

Anda punya bukti?

Putusan Mahkamah Agung (MA) terkait Ola (Meirika Franola) sudah jelas. Perempuan terpidana Narkoba itu bukan kurir, melainkan penyalur. Pendapat MA terhadap Presiden adalah agar Ola tidak diberi grasi karena dia bukan kurir. Menurut saya, pemberian grasi itu agak ceroboh. Terdapat pula fakta di lapangan, yang membuktikan mafia narkoba masih bermain di lembaga permasyarakatan (lapas). Ada fakta yang disidak oleh Denny (Indrayana) di berbagai lapas, sampai yang dihukum banyak sekali, termasuk kepala lapas Narkotika Nusakambangan. Itu fakta. Namun, ini bukan terkait ranah hukum. Karena kalau dalam ranah hukum, bukti tersebut harus dibeberkan di pengadilan.

Selain itu?

Kejahatan narkoba ini sebenarnya adalah kejahatan orang-orang yang pada umumnya pembohong. Orang yang terlibat narkoba itu terkadang suka pura-pura sakit, padahal itu akalnya jalan. Kita kecolongan dan ceroboh, tidak komprehensif. Saya heran, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang biasanya sangat teliti bisa kecolongan. Saya kenal pak SBY. Orangnya sangat teliti dan hati-hati.

Anda tahu siapa Mafia itu?

Mafia itukan tidak terlihat dan bisa masuk dimana-mana. Bisa masuk ke polisi, pengadilan, kehakiman dan lain-lain. Saya tidak mengatakan bahwa yang melakukan ini orang istana, tapi saya menduga kuat ada orang luar yang karena kecanggihannya bisa meyakinkan Istana bahwa grasi itu tepat.

Mafia narkoba bekerja untuk melindungi gembong ataupun anggota organisasinya yang dipenjara. Oleh karena itu, ada semacam perlindungan yang dilakukan secara diam-diam melalui hubungan pertemanan. Segala cara ditempuh, termasuk menyuap aparat.

Bagaimana mengungkap mereka?

Berdasarkan analisis terhadap sejumlah fakta, mulai dari jajaran kepolisian sampai hakim, ada yang telibat narkoba. Yang terpenting saat ini adalah kebersamaan untuk memberantas narkoba. Mati perangi kejahatan narkoba, seperti kita memerangi teroris,

Harus ditelusuri (mafianya). Ingat, narkoba itu kejahatan yang jauh lebih berbahaya dari korupsi. Orang yang kecanduan narkoba itu tidak membunuh hidup, tetapi membunuh kehidupan. Dia (pemakai narkoba) tak punya masa depan. Kalau korupsi itu kan satu orang tertangkap lalu dihukum sehingga satu kasus selesai. Kalau kita main-main, toleran terhadap masalah narkoba ini, berarti kita ikut merusak banga ini

Wawancara ini saya lihat di koran Republika edisi Senin, 12 November 2012

About nafi

Panggil saja Piul. :) Lahir 5 Juni 1992, di kota Tegal dari rahim seorang Ibu yang sangat cantik seperti bidadari, yang selalu dilindungi oleh seorang ayah yang hebat layaknya Malaikat dalam hidupku. Nafiul Mualimin sebagai nama dan doa yang mereka berikan padaku... Kata an-Nafi (asmaul husna - yang memberi manfaat) dan Mualim (orang mukmin yang berilmu). Menjadi orang yang bermanfaat dalam ilmu merupakan tujuan saya hidup didunia ini !

Posted on November 12, 2012, in Berita, Jurnalistik and tagged , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: