Komunitas Mahasiswa Brebes Selatan di Yogyakarta Mendukung Pemekaran Kabupaten Bumiayu

Pemekaran wilayah mulai berkembang pesat sejak UU No 22 Tahun 1999 mengenai Pemerintahan Daerah dan UU No 25 tahun 1999 tentang Perimbangan Keuangan Pusat dan Daerah ditetapkan. Itupun membuat peluang daerah seperti Bumiayu, untuk menjadi Daerah Otonomi Baru (DOB). Sebelumnya jumlah daerah otonom adalah sebanyak 249 Kabupaten, 65 Kota, dan 27 Provinsi. DI akhir Desember 2007, jumlahnya menjadi 370 kabupaten, 95 kota dan 33 provinsi. Perkembangan pesat tersebut tak terlepas dari desentralisasi pelimpahan kewenangan dari pemerintah pusat ke pemerintah daerah. Selain itu pada awal tahun 2013, pemerintah pusat juga akan merivisi 19 RUU mengenai pemekaran daerah otonom baru.

Kami dari Komunitas Keluarga Mahasiswa dan Pelajar Brebes Selatan atau biasa disingkat KOMBES, ingin menyuarakan aspirasi kami terhadap rencana dimekarkannya Bumiayu menjadi Kabupaten. Setelah melakukan komunikasi dengan para mahasiswa yang berada di Yogyakarta, sebanyak 47,62 % mahasiswa mendukung pemekaran, 42,86 % mahasiswa menolak pemekaran dan 9,52 % mahasiswa abstain. Dari 47,62 % mahasiswa yang mendukung pemekaran, menyatakan bahwa Bumiayu pantas secara SDA (Sumber Daya Alam) dan SDM (Sumber Daya Manusia) menjadi DOB, dengan mengharapkan Kesejahteraan Masyarakat Bumiayu dan sekitarnya untuk menjadi lebih baik.

Dampak Positif

Untuk mempermudak dalam memahami dampak positif, kami jadikan macam-macam dampak posistif pemekaran menjadi 7 alasan, diantaranya:

1. Teratasinya rentang kendali pemerintahan dengan masyarakat, untuk memperbaiki pelayanan publik. Yang kita sudah semua tahu, jarak antara Bumiayu dan Pemerintahan di Brebes membutuhkan waktu 2 jam perjalanan.

2. SDA yang lebih baik, berbagai macam kekayaan Alam di daerah yang akan dimekarkan (Bumiayu dan sekitarnya) mempunyai SDA yang lebih banyak.

3. SDM di Bumiayu (dan sekitarnya) merupakan kota terbesar dan teramai di Kab Brebes, dari segi Perekonomian, Kesehatan sampai Pendidikan.

4. Terjadinya pemerataan pembangunan / Insfrastruktur, yang sebelumnya sangat minim fasilitas umum.

5. Berkembangnya demokrasi lokal melalui pembagian kekuasaan pada tingkat yang lebih kecil. Sehingga lebih terkontrol.

6. Mendapatkan Dana Alokasi Umum dari pemerintah pusat ke pemerintah daerah. Melalui alokasi untuk Pegawai Negeri Sipil Daerah maupun peluang kesempatan kerja melalui peningkatan jumlah staf pemerintah daerah. Sehingga berdampak pada meningkatnya aktivitas perekonomian, lewat aktivitas pemerintahan. Dan bisa berimplikasi positif terhadap kesejahteraan masyarakat umum.

7. Mendapatkan jabatan penting (mobilitas vertikal), dimana aspirasi masyarakat lebih dekat untuk muncul melalui kekuasaan eksekutif dan legislatif.

Tapi dari ketujuh alasan diatas, semuanya bisa berjalan dengan baik sesuai dengan yang kami harapkan, asalkan para calon pemegang tampuk kepemimpinan menjalankan Amanahnya dengan baik dan bertanggung jawab.

Dampak Negatif

Dari beberapa Mahasiswa yang menolak terjadinya pemekaran, tidak mengharapkan Bumiayu untuk menjadi lebih baik. Melainkan, mencegah terjadinya segala macam dampak negatif yang dihasilkan dari proses dimekarkannya Kecamatan Bumiayu menjadi Kabupaten Bumiayu. Berikut 5 Asalannya:

1. Terjandinya perebutan jabatan ataupun posisi untuk menjadi pemimpin di DOB, sehingga menimbulkan konflik vertikal sampai horisontal.

2. Akan menimbulkan bisnis kelompok elit didaerah untuk menguasai jabatan maupun posisi untuk kependingan individu maupun kelompoknya.

3. DOB tidak melulu mendapatkan suntikan dana dari pemerintah pusat untuk pembangunan insfrastruktur, ekonomi, pendidikan dan kesehatan. Dan itu sangat membebani masyarakat menengah kebawah untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Sehingga menimbulkan perekonomian daerah berbiaya tinggi. Ini jelas sangat merugikan pedagang di Bumiayu.

4. Karena pemerintahan DOB merupakan ladang korupsi yang menggiurkan bagi para Koruptor (yang dengan niat sebelumnya maupun yang Korupsi karena sistem) untuk melakukan tindakan KKN !

5. Dari beberapa berita, menyebutkan bahwa DOB tidak lebih baik dibandingkan Daerah induknya. Bukannya ingin menjadi lebih sejahtera, malah menjadi lebih tak sejahtera. Kita tidak mungkin menjadikan warga masyarakat menjadi korban. Hal tersebut terjadi mulai dari insfrastruktur, pelayanan publik, pendidikan, perekonomian, dan kesehatan.

Itulah dampak-dampak negatif yang bisa kami rangkum. Tapi lebih dari semua alasan dampak diatas, yang kami takutkan adalah ‘siapkah kalian (para calon pemegang tampuk kepemimpinan Kabupaten Bumiayu) untuk berada diujung jurak korupsi otonomi baru yang menggiurkan ?

Penutup

Dari beberapa pro dan kontra diatas, kami mengharapkan kesejahteraan masyarakat di DOB Bumiayu bisa terlaksana. Kami optimis bahwa Kabupaten Bumiayu bisa lebih baik dari sebelumnya, mengingat tiga hal, sebagai berikut:

1. Bumiayu merupakan daerah yang secara administratif adalah kota.

2. Bumiayu merupakan daerah dengan sumber daya alamnya yang melimpah, untuk menopang sumber keuangan daerah.

3. Dengan dua alasan diatas, dan didukung oleh sumber daya manusianya yang kompeten, sehingga memberikan banyak inovasi-inovasi untuk memungkinkan pelayanan publik jauh lebih baik dari sebelumnya.

Kami mengharapkan, kerjasama dari segala macam elemen masyarakat, untuk bersatu bersama untuk kemajuan Bumiayu yang lebih baik. Selain itu, kami juga mengharapkan rencana pemekaran ini (Bumiayu menjadi Kabupaten0 harus dipertimbangkan dan dipersiapkan secara lebih mendalam, untuk bisa semaksimal mungkin mengurangi dampak maupun resiko negatif yang sudah kami terangkan diatas.

Dengan mengucapkan Basmallah, semoga rencana dimekarkannya Kabupaten Bumiayu bisa mewujudkan kesejahteraan masyarakat yang lebih baik, mulai dari sarana pendidikan, kesehatan, tata ruang, kapasitas fiskal daerah, pertumbuhan ekonomi yang lebih cepat.

KAMI MENDUKUNG PEMEKARAN KABUPATEN BUMIAYU

About nafi

Panggil saja Piul. :) Lahir 5 Juni 1992, di kota Tegal dari rahim seorang Ibu yang sangat cantik seperti bidadari, yang selalu dilindungi oleh seorang ayah yang hebat layaknya Malaikat dalam hidupku. Nafiul Mualimin sebagai nama dan doa yang mereka berikan padaku... Kata an-Nafi (asmaul husna - yang memberi manfaat) dan Mualim (orang mukmin yang berilmu). Menjadi orang yang bermanfaat dalam ilmu merupakan tujuan saya hidup didunia ini !

Posted on Oktober 30, 2012, in Artikel, Berita, Jurnalistik, Writing and tagged , , , , , , , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: