Efisiensi Panel Surya sampai 300%, Bisa Mengurangi Biaya Produksi

inovasi untuk menekan pengeluarkan instalasi panel surya sampai 300%

Memang untuk mengantisipasi dari mulai langkannya energi fosil, banyak insinyur yang membuat inovasi energi terbarukan. tapi kendalanya energi terbarukan (berupa panel surya) adalah mahalnya biaya pembuatan atau produksi. Tentu itu menjadi kendala yang besar, apalagi sekarang ini, sedang banyak negara yang dilanda krisis ekonomi. Tentu saja, krisis itu bertambah, apabila negara memberikan biaya subsidi dari APBN yang ada, untuk mengurangi derita ekonomi rakyatnya. Tapi, semua ada jalan keluarnya.

Sebuah perusahaan baru dari AS yaitu HyperSolar. memberikan inovasi panel surya yang bisa menghemat instalasi sampai 300% persen. Berikut pernyataan dari HyperSolar :

The company does not manufacture solar panels. It makes them ultra-efficient using a field of science called photonics. Similar to a microchip that moves individual bits of data around at hyperspeed, HyperSolar’s thin magnifying film routes and separates specific light spectrums, delivering them exactly where they’re needed to make an array of PV solar cells ultra-efficient.

I saw an early prototype for such a magnifying optical layer a few years back, but the company was “dark” at the time, so I couldn’t write about the innovation. But I’m as excited now as I was then for good reason — HyperSolar’s optical layer can increase PV efficiency by up to 300 percent!
Tentu saja, ini bisa menjadi sebuah trobosan, untuk mencapai cita-cita para pengembang untuk menjadikan energi surya 100% digunakan untuk kebutuhan listrik secara global. Yang tentu saja, energi matahari merupakan energi gratis, yang tidak pernah habis, sampai kiamat nanti.!
______________________
Seharusnya pemerintah, segera memberikan dana untuk pengembangan teknologi panel surya. apalagi indonesia merupakan salah satu negara besar, yang tentu mendapatkan lebih banyak paparan sinar matahari, dari pada negara lain. Jangan sampai, kita mengemis (membeli) dari negara lain, sehingga kita bisa dimanfaatkan (lagi). Seharusnya, pemerintah sadar akan hal ini, dan belajar dari apa yang sudah terjadi ! Bayangkan saja, kalau kita saja yang mempunyai energi fosil sendiri (minyak, gas, batubara) masih tetap susah mendapatkan energi tersebut. mau gimana lagi, yang mempunyai migas di Indonesia adalah warga asing, padahal menurut Islam, kepemilikan umum tidak boleh dimiliki sepenuhnya oleh individu ataupun kelompok, tapi menjadi milik masyarakat ataupun umat yang berada di Indonesia ini. ! Kuharap, Pemerintah (yang belum sadar, ataupun yang sadar tapi menjadi boneka asing) mendapatkan Hidayah dari-Nya, untuk bisa tampil spartan untuk kemakmuran bangsa dan umat ini… Amiiin,,,
_____________________
sumber : www.mnn.com/earth-matters/energy/blogs/solar-goes-hyper-in-the-us/

About nafi

Panggil saja Piul. :) Lahir 5 Juni 1992, di kota Tegal dari rahim seorang Ibu yang sangat cantik seperti bidadari, yang selalu dilindungi oleh seorang ayah yang hebat layaknya Malaikat dalam hidupku. Nafiul Mualimin sebagai nama dan doa yang mereka berikan padaku... Kata an-Nafi (asmaul husna - yang memberi manfaat) dan Mualim (orang mukmin yang berilmu). Menjadi orang yang bermanfaat dalam ilmu merupakan tujuan saya hidup didunia ini !

Posted on September 22, 2012, in Artikel, Berita, Ekonomi, Engineering Life, Islam, Teknologi and tagged , , , , , , , , . Bookmark the permalink. 1 Komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: