Ayat 6-7 Surat Al-Baqarah – Mengobati sakit hati, saat berdakwah :)

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ

Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang

Alhamdulillah, setelah mendapat hidayah dari Allah SWT, saya berjuang untuk menegakkan Islam (berdakwah), walau saya mempnunyai ilmu sedikit. Tapi bagiku, sedikit itu apabila diamalkan, tak ada bedanya dengan banyak lalu diamalkan, sama saja dimata Allah.

Obat hatiku :)

Tapi, sering kali, ketika saya berdakwah, banyak sekali cobaan. dan saya menyukainya, karna dari semua itu saya mempunyai banyak pengalaman, dan bisa memperbaiki cara berdakwah saya. mulai dianggap, radial, teroris, aliran sesat, sok alim, dan lain sebagainya. sedih, rasanya kalau pertama kali niat baikku itu ditanggapi dengan seperti yang tidak diharapkan. kadang, down, dan melupakkan untuk berjuang dijalan Allah. Tapi, dari semua itu saya banyak mendapatkan, pelajaran yang sangat berharga–walaupun sering juga mundur–. sampai akhirnya, saya membaca surat al-baqarah ayat 6-7 ini, yah walaupun kita sering mengaji al-qur’an. tak jarang kita tidak mengetahui artinya, apalagi mengamalkannya. Sungguh, sia-sia menurutku, apa yang kita baca tidak diketahui makna dan juga diamalkan.

saya akan, menjelaskan ayat tersebut beserta tafsirannya, dari tafsir Ibnu Katsir Jidil 1 (halaman 77-79). Buku ini saya dapat dari Ayah saya.

6. Yang artinya :

“Sesungguhnya orang-orang kafir, sama saja bagi mereka, kamu beri peringatan atau tidak kamu beri peringatan, mereka tidak akan beriman”.

Tafsir :

“Sesungguhnya orang-orang kafir”, yakni orang-orang yang menutupi dan menyembunyikan kebenaran serta kafir kepada apa yang diturunkan kepada Muhammad SAW. Allah mengetahui bahwa diantara mereka akan ada orang yang mengingkarinya tatkala ayat-ayat itu diturunkan kepada mereka. Kemudian kekafiran itu ditakdirkan dan ditetapkan diatas mereka. Maka mereka tidak akan beriman, apakah kamu, hai Muhammad, memberi peringatan kepada mereka, atau kamu tidak memberinya, mereka itu menyukai kekafiran dari pada keimanan, dan mengingkari apa yang disampaikan oleh Rasulullah berupa penjelasan-penjelasan dari Tuhannya. Seolah-olah ayat ini suatu hiburan dan kegembiraan bagi Rasulullah SAW. karena beliau berambisi agar seluruh manusia itu beriman dan mengikutinya diatas petunjuk. Kemudian Allah Ta’ala memberi tahu kepadanya bahwa tidak akan beriman kecuali orang yang sudah ada dalam pengetahuan Allah bahwa dia akan beriman kepada Rasulullah SAW. untuk mereka pun telah ditetapkan kebahagiaan dan kebaikan, serta tidak akan tersesat kecuali orang-orang yang telah ada dalam pengetahuan-Nya bahwa mereka akan kafir dan telah didahului ketetapan dari Allah bahwa mereka akan sengasara. Naudzubillah. Maka janganlah dirimu merasakan sesal atas mereka, sampaikan risalah kepada mereka. “Karena sesungguhnya tugasmu hanya menyampaikan saja, sedang Kamilah yang akan menghisab amalah mereka”, (ar-Ra’s : 4) dan “sesungguhnya engkau hanyalah seorang pemberi peringatan, dan Allah adalah pemelihara segala sesuatu”. (Hud : 12).

7. Yang artinya :

“Allah telah mengunci mati hati dan pendengaran mereka, serta penglihatan mereka ditutup, dan bagi mereka siksa yang amat berat”.

Tafsir :

Berkaitan dengan ayat ini Qatadah berkata, “Setan menguasai mereka sebab mereka menaatinya. Maka Allah mengunci-mati hati dan pendengaran mereka, dan penglihatan mereka ditutup sehingga tidak dapat melihat, dan mendengar, memahami, dan berfikir”. hal itu dikuatkan oleh firman Allah Ta’ala, “Maka tatkala mereka berpaling (dari kebenaran), Allah memalingkan hatinya”. (ash-Shaf : 5) dan firman Allah, “Dan (begitu pula) Kami memalingkan hati dan penglihatan mereka seperti mereka belum pernah beriman kepadanya (Al-Qur’an) pada permulaannya, dan Kami biarkan mereka bergelimang dalam kesesatannya yang hebat”. (al-An’am : 110) ayat-ayat Al-Qur’an yang senada dengan hal itu banyak. ayat itu mengandung indikator bahwa Allah Ta’aal mengunci-mati hati mereka, dan disekat antara mereka dan hidayah sebagai balasan yang setimpal karena mereka terus menerus berada dalam kebatilan dan menginggalkan kebenaran. Inilah keadilan Allah Ta’ala.

Dalam Hadist dikatakan (46)

“Wahai zat yang membolak-balik kalbu, teguhkanlah hati kamu pada agama-Mu”

At-Tirmidzi, an-Nasa’i, dan Ibnu Majah meriwayatkan dari Abu Hurairah r.a, dia berkata bahwa Rasulullah saw. Bersabda (47),

“Apabila seorang mukmin melakukan suatu dosa, maka timbullah noda hitam dalam kalbunya. apabila dia bertaubat, menarik diri dari dosa itu, dan mencari ridha Allah, maka hatinya menjadi jernih. Jika dosanya bertambah, maka bertambah pula nodanya hingga memenuhi kalbu”.

Itulah yang disebut penutup (rona) dalam firman Allah Ta’ala,

“Sekali-kali tidak (demikian), sebenarnya apa yang selalu mereka usahapan itu menutup hati mereka”. (al-Muthaffifin : 14)

Demikianlah, dalam ayat-ayat permulaan Allah menuturkan kondisi kaum mukmin. kemudian dalam dua ayat berikutnya, Dia menuturkan kondisi kaum kafir. kemudian Allah mulai menjelaskan kondisi kaum munafik yang memperlihatkan keimanan dan menyembunyikan kekafiran. Tatkala persoalan mereka itu kurang jelas bagi mayoritas manusia, maka Allah menuturkan secara panjang lebar aneka sifat yang dikategorikan sebagai kemunafikan. Naudzubillah.

Dari 2 ayat diatas, semoga kita mendapatkan hidayah dari-Nya. dan semoga kita bukan termasuk orang-orang yang ditutup hatinya, oleh Allah Ta’ala. Amin.

Semoga postinganku kali ini, bisa bermanfaat bagi teman-teman sekalian. Semoga kita, selalu dalam lindungan-Nya, selalu dalam jalan-Nya, selalu dalam Ridha-Nya, dan selalu mendapatkan hidayah-Nya.

About these ads

About Karida

Panggil saja Piul. :) Lahir 5 Juni 1992, di kota Tegal dari rahim seorang Ibu yang sangat cantik seperti bidadari, yang selalu dilindungi oleh seorang ayah yang hebat layaknya Malaikat dalam hidupku. Nafiul Mualimin sebagai nama dan doa yang mereka berikan padaku... Kata an-Nafi (asmaul husna - yang memberi manfaat) dan Mualim (orang mukmin yang berilmu). Menjadi orang yang bermanfaat dalam ilmu merupakan tujuan saya hidup didunia ini !

Posted on Februari 16, 2012, in Islam, Tafsir Qur'an and tagged , , , , . Bookmark the permalink. 3 Komentar.

  1. Postinganya Bermanfaat banget buat saya sob, tetap semangat, bismillahi tawakaltu alalloh

  2. After looking at a handful of the articles on your website, I seriously like your technique
    of blogging. I saved it to my bookmark website list and will be checking back soon. Please visit my website as well and let me know your opinion.

  3. Hello everyone, it’s my first visit at this website, and post is genuinely fruitful in favor of me, keep up posting these types of articles.

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: