Archive for Februari, 2012


Istiqomah untuk Kekal didalam Surga-Nya

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ

Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang”

“Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: “Robb kami ialah Allah”, kemudian mereka tetap beristiqomah, maka tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan mereka tiada (pula) berduka cita, mereka itulah penghuni-penghuni surga, mereka kekal di dalamnya; sebagai balasan atas apa yang telah mereka kerjakan (di dunia)” (QS. Al Ahqaaf [46]: 13-14)

Do'a agar selalu Istiqomah

Do'a agar selalu Istiqomah

 Bagaimana kabar teman-teman semua, semoga selalu dijalan-Nya, dan akan tetap Istiqomah. Kenapa saya memposting sebuah artikel tentang Istiqomah ? Karena sayapun sering tidak Istiqomah, di Jalan-Nya. Saya masih ingat perkataan ustad saya, tentang perbedaan Istiqomah para sahabat-sahabat Rasulullah dengan orang-orang zaman sekarang. Kalau, ‘dulu keimanan seorang Sahabat itu naik turun, sedangkan sekarang keimanannya keluar masuk’. View full article »

Maksud Dari Diam Itu Emas

Ketika kita tidak tahu, lalu berubah menjadi tahu. itu adalah perubahan yang sangat besar. Itu akan menimbulkan overakting, yang tentu, sesuatu yang berlebihan, tidak baik untuk kita semua. semua itu berlaku juga untuk ketika, kita mendapatkan, hidayah, mendapatkan cahaya, tentang betapa gelapnya dunia yang kita singgahi sekarang ini. Rasa semangat, untuk berdakwah, untuk mengamalkan amar ma’ruf nahi munkar, apalagi sampai menuju Jihad, itu akan berlebihan apabila tidak ditanggapi dengan kepala dingin. Maka dari itu, janganlah kita terlalu overakting, apalagi mudah mengkafirkan orang lain. Alangkah baiknya kalau kita diam, seperti yang disabdakan Rasulullah SAW, ”Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir hendaklah berkata benar atau diam.“, hadits diriwayatkan oleh Bukhari.

Tapi bukan berarti diam, diam untuk selama-lamanya, diam untuk tak mengamalkan amar ma’ruf nahi munkar, tapi diam disini agar tidak menimbulkan fitnah. Adapun diam adalah emas, menurut K.H. Abdullah Gymnastiar. Tentu saja, dengan diam yang aktif, kita bisa meminimalisir percepahan, pertengkaran, dan juga fitnah yang tentu kita tahu ‘lebih kejam dari pada pembunuhan’. Mari kita lihat, pendapat K.H. Abdullah Gymnastiar tentang ‘Diam Itu Emas’ View full article »

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ

Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang

Sebuah tafsiran Qur’an Surat An-Nisa’ ayat 19. saya kutip dari majalah islam, Al-Wa’ie, tulisan dari ‘Ust. Rokhmat S. Labib, M.E.I.’ Semoga, bisa bermanfaat bagi teman-teman, yang akhwat maupun yang ikhwan. :)

يَا أَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا لاَ يَحِلًّ لَكُمْ أَنْ تَرِثُوْا النِّسَاءَ كَرْهًا وَلاَ تَعْضُلُوْهُنَّ لِتَذْهَبُوْا بِبَعْضِ مَا آتَيْتُمُوْهُنَّ إِلاَّ أَنْ يَأْتِيْنَ بِفَاحِشَةٍ مُبَيِّنَةٍ وَعَاشِرُوْهُنَّ بِالْمَعْرُوْفِ فَإِنْ كَرِهْتُمُوْهُنَّ فَعَسَى أَنْ تَكْرَهُوْا شَيْئًا وَيَجْعَلَ اللهُ فِيْهِ خَيْرًا كَثِيْراً

Hai orang-orang yang beriman, tidak halal bagi kalian mempusakai wanita dengan jalan paksa. Janganlah kalian menghalangi mereka kawin dan menyusahkan mereka karena hendak mengambil kembali sebagian dari apa yang telah kalian berikan kepada mereka, kecuali jika mereka melakukan perbuatan keji yang nyata. Bergaullah kalian dengan mereka secara patut. Kemudian jika kalian tidak menyukai mereka, (maka bersabarlah) karena mungkin kalian tidak menyukai sesuatu, padahal Allah menjadikan padanya kebaikan yang banyak.

 (QS an-Nisa’ [4]: 19).

Tafsir Ayat

Allah Swt. berfirman: Yâ ayyuhâ al-ladzîna âmanû lâ yahillu lakum an taritsû an-nisâ’a karh[an] (Hai orang-orang yang beriman, tidak halal bagi kalian mempusakai wanita dengan jalan paksa). Menurut jumhur mufassir, yang dimaksud dengan mewarisi wanita adalah mewarisi pernikahan dengannya.1 Pengertian secara lebih jelas dapat ditelisik dari sabab an-nuzûl ayat ini yang—kendati ada beberapa perbedaan ungkapan—semuanya bermuara pada kesimpulan yang sama, bahwa ayat ini turun berkenaan dengan adat-istiadat yang berlaku pada zaman Jahiliah.2  View full article »

Kisah Seorang Pemuda dengan 4 Orang Istri

Suatu ketika, ada seorang pedagang kaya yang mempunyai 4 orang istri.

Dia mencintai istri yang keempat, dan menganugerahinya harta dan kesenangan yang banyak.
Sebab, dialah yang tercantik diantara semua istrinya. Pria ini selalu memberikan yang terbaik buat istri keempatnya ini.

Pedagang itu juga mencintai istrinya yang ketiga. Dia sangat bangga dengan istrinya ini, dan selalu berusaha untuk
memperkenalkan wanita ini kepada semua temannya.
Namun, ia juga selalu khawatir kalau istrinya ini akan lari dengan pria yang lain.

Begitu juga dengan istri yang kedua. Ia pun sangat menyukainya. Ia adalah istri yang sabar dan pengertian.
Kapanpun pedagang ini mendapat masalah, dia selalu meminta pertimbangan istrinya ini.
Dialah tempat bergantung. Dia selalu menolong dan mendampingi suaminya, melewati masa-masa yang sulit.  View full article »

Blog pada WordPress.com. | Tema: Motion oleh volcanic.
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 1.012 pengikut lainnya.