Komposisi Ituuuu

1376088_663585173659540_1173659458_n

Pertanyaan yang pertama keluar pasti, apa itu komposisi ?
Singkatnya, komposisi itu memilih objek mana saja yang akan dimasukan dan dikeluarkan dari frame.

Belum jelas ?
Ok, kita asumsikan komposisi dalam fotografi sebagai racikan dalam memasak/membuat makanan ataupun minuman.

Siapa yang tidak suka meminum jus. Racikan yang enak pasti memasukan buah yang sudah bersih, air, gula, es batu, atau tambahan lainnya seperti madu. Pasti rasanya enak, menyegarkan, dan sehat. Apa jadinya kalau didalam jus itu dimasukan garam ? Ah, sudah jelas rasanya jadi tidak karuan, walaupun yang paling banyak porsinya adalah buah.

  • Begitu juga dengan fotografi, kita harus jeli dan cermat dalam memasukan objek dengan berbagai macam tambahan yang lain, seperti background, framing, angle, timing, dsb. Untuk dimasukan ke dalam frame foto. Sehingga menghasilkan foto yang enak dipandang oleh mata. Apabila kita asal, ataupun salah dalam memasukkan sesuatu kedalam frame. Maka akan menghasilkan foto yang biasa saja, atau bahkan jelek.
    Pada intinya, yang menjadikan foto itu bagus atau tidak, adalah komposisi yang kita masukan. Tak peduli alatnya apa atau objeknya apa, kalau sang fotografer cermat, maka akan menghasilkan foto yang indah. Jelas ? Kalau belum jelas, makanan atau minuman itu akan terasa enak, bukan karena panci, kompor, alat masak, atau lainnya. Tetapi memang karena kokinya yang hebat. Bukan juga karena, bahan masakan dan minuman yang mahal, buktinya tempe saja enak. Hehehe

 

Perkembangan puisi di Indonesia – Awal Orde Baru

Rahasia Membutuhkan Kata

Kudeta dan Pembasmian Kudeta

Dalam esai berjudul “Angkatan 66: Bangkitnya Satu Generasi” pakar kritik sastra Indonesia, HB Jassin menuliskan:

“Kini dalam tahun 1966, di Indonesia telah terjadi sebuah peristiwa penting. Peristiwa yang melahirkan angkatan yang menyebut dirinya “Angkatan 66″. Ialah pendobrakan terhadap kebobrokan yang disebabkan oleh penyelewengan negara besar-besaran, penyelewengan yang membawa negara ke jurang kehancuran total. Sebagaimana Chairil Anwar berontak terhadap penjajahan Jepang dalam tahun 1943 dengan “aku ini binatang jalang dari kumpulannya terbuang” kita pun sekarang menyaksikan satu ledakan pemberontakan dari penyair, pengarang, dan cendekiawan, yang telah sekian lama terjajah jiwanya oleh slogan-slogan yang tidak wajar dan tidak sesuai dengan kepribadian bangsa. Tokoh-tokohnya ada pula, tokoh-tokoh yang menjadi matang dalam pergolakan.”

Peristiwa yang disebut Jassin tersebut tentu saja adalah peristiwa pemberontakan PKI pada 30 September 1965. Pada malam itu, enam jendral TNI dibunuh oleh tentara pengawal Presiden, Cakrabirawa, di bawah kepemimpinan Letkol Untung. Pasukan itu juga menduduki stasiun radio dan pusat penerangan. Pada pagi hingga siang 1 Oktober, media massa menyiarkan penjelasan perkembangan terakhir. Lalu di hari yang sama, pembentukan “Dewan Revolusi Indonesia” diumumkan. Koran harian PKI, Harian Rakyat menggambarkan pergerakan itu sebagai aksi yang revolusioner dan patriotik, sambil mengisyaratkan bahwa apa yang terjadi adalah semata-mata persoalan internal dalam tubuh militer.

Dua jendral senior, Mayor Jendral Suharto dan Jendral Nasution, selamat dari pembantaian. Pagi 1 Oktober, mereka mengerahkan batalion militer Jakarta untuk mengambil alih stasiun radio dan kendali kota. Selama seminggu, terjadi beberapa kali bentrokan senjata di Jawa Tengah yang melibatkan organisasi pemuda komunis, Pemuda Rakyat. Pertikaian ini kemudian dihentikan oleh Tentara Para Komando yang juga dikirim oleh Suharto. Diakui atau tidak Partai Komunis Indonesia benar-benar terlibat dalam kudeta tersebut dengan dukungan yang terlihat pada rencana rahasia di koran mereka dan dengan terlihatnya keinginan besar para pemudanya untuk menyerang musuh lamanya, Tentara Indonesia. Sebagai reaksi atas pengkhianatan yang terang-terangan ini, pecahlah perang sipil dalam skala luas meliputi Sumatra, Jawa, dan Bali, ketika para pemuda Muslim mulai menyerang mereka yang dianggap sebagai anggota partai komunis, bahkan sering kali termasuk mereka yang hanya sebagai simpatisan. Perkiraan jumlah yang terbunuh sekitar 78.000 sampai satu juta orang. Read the rest of this entry

Naruto (Ashura) dan Sasuke (Indra) melawan Madara (Rikudo) ! Pertandingan Final

tumblr_n3gjweFdKB1t6yryco1_500

Setelah sebelumnya memprediksi bahwa Naruto sebagai titisan (baca: reinkarnasi) dari Ashura dan Madara titisan Indra (baca lebih lengkap: Naruto Menjadi Titisan Ashura), dan prediksiku salah, cuman salah satu sih. Indra tetap berenkarnasi menjadi Sasuke, dan dulu memang Hashirama menjadi titisan Ashura dan Madara menjadi titisan Indra. Tapi hal kembali mengejutkan muncul, Madara yang telah menggabungkan sel hashirama kedalam tubuhnya membuat titisan Indra (ditubuhnya) dan titisan Ashura di diri Hashirama bersatu didalam tubuh Madara. Madara-pun mendekati kekuatan Rikudo, mungkin melebihinya dan mendekati kekuatan Ibu Rikudo yaitu Kaguya.

qWAOVpv

Dengan lagak sok-sok-an ala Naruto, kekonyolannya tetap muncul walaupun dalam kondisi yang kritis. Dengan kondisi seperti ini, Masashi Kishimoto tetap menampilkan sisi ‘manusia’ pada diri Naruto, penuh dengan kekurangan, tidak sempurna. Pandangannya masih merasa bingung, setelah dirinya merupakan titisan dari Ashura. Tapi penampilannya akan berubah 180 derajat, saat akan membicarakan teman-temannya, dan sahabatnya Sasuke. Read the rest of this entry

Tahap-tahap untuk menulis Novel atau Cerpen [FIKSI]

Mist over countryside in Southwest England.

Karena seringnya membaca buku, dan bisa dibilang sebagai hobi yang semakin mengasyikan–menggeser hobi fotografi. Muncul keinginan dalam hati untuk membuat sebuah novel fiksi. Dan, ya semoga keinginan ini bisa terwujud. hehehe walaupun belum proses ‘penggarapan’, hanya baru membaca novel lebih intens dari biasanya.

Sekalian berbagi ilmu dengan teman-teman, saya akan menulis tahap-tahap menulis novel atau cerpen disini. :D

Beberapa tips yang bisa dipraktekan saat menulis novel atau cerpen.:

  1. Tema
    Sebelum menulis, kita tentukan dulu tema yang akan kita ambil. Degan sudah ditentukkannya suatu tema cerita, bisa membantu kita untuk menghubungkan antara setting dan plot satu dengan yang lainnya setiap kali kita bercerita/berkisah. Maka akan menghubungkan kisah awal dan akhir cerita, dengan tetap mengikuti garis batas tema yang sudah kita miliki. Tentukan juga inti cerita kita. Walaupun kita ingin memperluas tema, kita harus tetap berfokus pada inti yang sudah kita buat.
  2. Tempo
    Dalam penulisan sebuah novel atau cerpen, kita harus mampu menjalin kisah menjadi sebuah cerita yang aktif serta mampu mengundang rasa penasaran pembaca untuk membacanya. Cerita dalam sebuah cerpen yang efektif biasanya memiliki tempo yang pendek, sedangkan novel cukup panjang. Tujuan penggambaran tempo adalah utnuk menjalin suatu kejadian dalam kehidupan karakter utama, yaitu berupa gambaran akan kejadian sehari-hari.
  3. Setting
    Keterbatasan penyampaian kata-kata dalam novel atau cerpen–mengharuskan kita untuk secara efektid menggunakan bahasa serta memilih setting cerita yang pas, yang bisa menggambarkan tempat kejadian secara tepat sehingga mampu mendukung jalannya cerita. Buatlah setting tempat semenarik mungkin agar pembaca seolah merasakan suasana yang sesungguhnya ingin kita ungkapkan.
  4. Penokohan
    Untuk menjaga efektifitas cerita, sebuah cerpen sedikitnya harus memiliki tiga tokoh utama. Terlalu banyak tokoh malah bisa mengaburkan jalannya cerita. Jangan sampai kita terjebak dalam penokohan. Jika bisa fokuskan cerita mengenai tokoh utama untuk mendukung alur cerita.
  5. Dialog
    Kemampuan penulis membuat dialog dalam novel atau cerpen akan sangat membantu membangun karakter tokoh. Dialog-dialog tersebut sebaiknya mampu memunculkan tema cerita, bukannya malah melenceng dari tema cerita yang sudah kita tetapkan diawal.
  6. Alur
    Cerita fiksi dikatakan menarik jika penulisnya mampu menyajikan alur cerita yang mengalir lancar serta mudah dan enak diikuti. Baca artikel eka kurniawan bagaimana membuat alur yang menarik pembaca, yang diibaratkan seperti berhubungan sex. Oleh karena itu, pastikan alur cerita bisa membuat pembaca merasa penasaran. Teknik membuat alur cerita yang baik dimulai dari kalimat paragraf pembuka yang menarik (ada kejutan) sehinga bisa menggiring rasa penasaran pembaca untuk mengetahui apa yang akan terjadi selanjutnya.
  7. Baca Ulang
    Ini adalah rutinitas yang harus dilakukan seorang penulis. Walaupun nanti bakalan dibaca ulang oleh editor, tapi setidaknya kita berkawajiban untuk membaca ulang tulisan yang kita buat. Karena biasanya pada saat kita membaca ulang tulisan kita, kita bisa memperbaiki kesalahan yang biasanya tidak disadari pada saat pertama menulis.

Read the rest of this entry

Belajar Penulisan Feature

Sebenarnya saya mendapat kelas kuliah feature sudah lama, tanggal 7 maret 2014, sudah 20 hari. Tapi baru sempet mau nulis disini. Kelas yang berlangsung 3 hari itu diselenggarakan oleh LPM HIMMAH UII, dan sebagai pemateri yaitu seorang penulis lepas, alumni di HIMMAH juga, yaitu Fahri Salam.

Langsung saja, apa sih itu feature? bisa dibilang tulisan feature merupakan tulisan yang tidak terikat dengan aturan seperti 5W+1H, tentu saja mengabaikan metode piramida terbalik. Feature juga bisa dibilang suatu bentuk tulisan yang menarik karena didalamnya terdapat Human Interest, dan juga penulisan yang bebas membuat tulisan menjadi kreatif dan tidak terikat oleh kaidah bahasa jurnalistik. Kalau diibaratkan seperti rumah, tulisan straight news (5W+1H/piramida terbalik) bisa diibaratkan seperti rumah kelinci, sedangkan tulisan feature seperti rumah pada umumnya. Dengan pintu masuk kedalam rumah tulisan feature itu sendiri, berupa Deskripsi.

Deskripsi sendiri berarti menggambarkan dengan menggunakan panca indra. Dalam penulisan deskripsi harus relevan dengan tujuan/pokok/fokus dari tulisan feature yang kita buat. Tujuan dari penulisan deskripsi itu sendiri adalah bertujuan untuk mewakili keingintahuan pembaca, sehingga deskripsi harus spesifik (partikulat). Read the rest of this entry

Naruto Menjadi Titisan Kebaikan (Ashura) Pertapa Rikudo

02

Setelah episode yang menegangkan, dan sepertinya akan mencapai klimaks. Dimana musuh (madara Uchiha) mendapatkan kekuatan terbaiknya, dan tertangkapnya semua bijuu. Sehingga memberikan kesan bahwa, mustahil seluruh pasukan persatuan negara-negara ninja itu bisa menang. Walaupun para hokage hidup kembali dengan mode edo tensei, dan musuh yang menjadi langganan seperti Tobi (Obito), Orochimaru dan Kabuto berbalik menjadi lawan Madara–Saya masih belum yakin dengan Orochimaru. Dan herannya, jagoan utamanya-pun sedang berada di ujung tanduk, berada di sakaratul maut. Naruto dan Sasuke sedikit lagi tewas, kalau tidak diselamatkan segera tamat sudah komiknya. Dan seperti yang bisa di bayangkan, hal tersebut tidak akan terjadi. Mana ada jagoan yang mati disaat kisah belum selesai. hhh. Kabuto yang tersadar menyelamatkan Sasuke, dan Obito yang sadar menyelamatkan Naruto. menjadi penjawab segala pertanyaan liar yang terlintas di kepala para fans Naruto.

Read the rest of this entry

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.